Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kasus Buang Sampah Sembarangan, Harja Astawa Minta Harus Diproses HukumJangan Hanya Minta Maaf

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR | Matakompas.com – Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, angkat bicara terkait viralnya video pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan oleh seseorang di lingkungan sekolah. Ia menilai tindakan tersebut sangat memalukan, apalagi dilakukan oleh seseorang yang berpendidikan dan membawa nama lembaga pendidikan.

“Ini yang sangat saya sesalkan. Kenapa seorang dengan kategori intelektual, apalagi membawa nama lembaga pendidikan, bisa melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu membuang sampah tidak pada tempatnya,” tegas Harja Astawa saat ditemui di Denpasar, Rabu (29/10/2025).

Politisi asal Kabupaten Buleleng ini menilai, kejadian tersebut sangat ironis karena pemerintah sedang gencar mengkampanyekan gerakan menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Apalagi, Peraturan Daerah terkait Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) baru saja disahkan oleh DPRD Bali.

“Pemerintah sedang berjuang menggugah kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan. Tapi justru ada oknum lembaga pendidikan yang melakukan hal sebaliknya. Ini ironi besar,” ujarnya dengan nada kecewa.

Minta Diproses Hukum, Bukan Sekadar Permintaan Maaf

Lebih lanjut, Gede Harja menegaskan bahwa kasus tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan permintaan maaf. Menurutnya, harus ada “efek jera” agar kejadian serupa tidak terulang, baik oleh pelaku maupun masyarakat lainnya.

“Ini bukan soal personal lagi, tapi tanggung jawab moral dan kelembagaan. Permintaan maaf tidak cukup. Harus ada proses hukum sebagai bentuk penegakan aturan dan pembelajaran publik,” tegasnya.

Ia mencontohkan, dalam beberapa kasus sebelumnya, masyarakat kecil pernah diproses hukum karena membuang sampah sembarangan. Maka dari itu, ia mendesak agar aparat penegak hukum (APH) juga menindak tegas kasus ini tanpa pandang bulu.

“Sudah ada putusan pengadilan terhadap warga yang membuang sampah sembarangan. Jadi kenapa sekarang tidak bisa dilakukan hal yang sama? Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegasnya.

Sebut Nama Sekolah Harus Bertanggung Jawab Moral

Dalam kasus ini, nama lembaga pendidikan yang ikut terseret karena pelaku disebut berasal dari lingkungan sekolah tersebut. Menurut Harja, hal ini menjadi pelajaran penting agar setiap institusi menjaga citra dan nilai pendidikan yang mereka emban.

“Karena ulah satu orang, nama lembaga ikut tercoreng. Jadi secara moral, pihak sekolah juga perlu bertanggung jawab. Jangan hanya diam, tapi ikut memberikan klarifikasi dan evaluasi internal,” ucapnya.

Apresiasi Warga yang Peduli dan Merekam Kejadian

Di sisi lain, Gede Harja memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang merekam dan melaporkan aksi pembuangan sampah tersebut hingga viral di media sosial.

“Saya justru bangga pada masyarakat yang peduli. Karena kalau masyarakat cuek, mungkin peristiwa seperti ini akan terus berulang. Dari rekaman itu publik jadi tahu, ternyata masih ada yang seenaknya buang sampah,” tuturnya.

Ia juga berharap Satpol PP dan aparat desa lebih aktif melakukan pengawasan dan penegakan aturan lingkungan di wilayah masing-masing.

Harapan untuk Aparat dan Masyarakat

Politisi Gerindra ini menekankan agar penegakan hukum tidak menunggu viral dulu baru bertindak. Ia meminta agar aparat segera turun tangan tanpa perlu tekanan publik.

“APH jangan sampai menunggu masyarakat teriak-teriak dulu baru diproses. Kalau ada pelanggaran jelas, segera ambil langkah hukum. Ini jadi momentum yang bagus untuk menegakkan aturan,” tegasnya lagi.

Sebagai penutup, Harja mengingatkan bahwa permintaan maaf memang baik, tetapi tidak menghapus tanggung jawab hukum. Menurutnya, pelaku tetap harus diproses agar menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

“Kalau setiap pelaku cukup minta maaf, lalu selesai, kapan kita akan disiplin? Kalau nanti banjir dan sampah menumpuk, kita semua yang rugi. Jadi jangan main-main dengan sampah,” pungkasnya. (Tim Newsyess)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buku “Indonesia Naik Kelas” Ungkap Strategi Keluar dari Middle Income Trap

    Buku “Indonesia Naik Kelas” Ungkap Strategi Keluar dari Middle Income Trap

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com | Upaya memperkuat arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 kembali ditegaskan melalui peluncuran buku terbaru Wakil Direktur Utama Mind ID, Dany Amrul Ichdan, berjudul Indonesia Naik Kelas. Buku setebal 712 halaman yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas dan Gramedia ini mengulas secara komprehensif pentingnya hilirisasi industri sebagai strategi bangsa keluar dari jebakan negara berpendapatan […]

  • Di Duga Memalsukan Tanda Tangan Dan Korupsi 800 Juta, Warga Desa Wanasaba Kidul Tuntut BPD Musdes Berhentikan Kades Dan Sekdes.

    Di Duga Memalsukan Tanda Tangan Dan Korupsi 800 Juta, Warga Desa Wanasaba Kidul Tuntut BPD Musdes Berhentikan Kades Dan Sekdes.

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 631
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Ratusan warga melakukan demo di depan Kantor Kuwu (Kantor Kades) Wanasaba Kidul, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Sabtu 15/02/25. Demo di jaga ketat oleh Kepolisian setempat dan beberapa Polisi Pamong Peraja (Pol-PP) yang bertugas mengamankan jalanya demo. Dalam orasinya peserta unjuk rasa tersebut menuntut Badan Permasyawaratan Desa (BPD) segera melaksanakan musyawarah desa (Musdes) […]

  • Di Hotel Magelang: Sat Resnarkoba Polres Magelang Kota Amankan Dua Pengguna Narkotika

    Di Hotel Magelang: Sat Resnarkoba Polres Magelang Kota Amankan Dua Pengguna Narkotika

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM — Dua pelaku penyalahgunaan narkotika NC (29) dan RKN (26) berhasil dibekuk petugas Sat Resnarkoba Polres Magelang Kota di sebuah kamar Hotel wilayah Magelang Tengah pada hari Minggu sore (6/4/2025). Kapolres Magelang Kota, AKBP Anita Indah Setyaningrum, menyampaikan pihaknya telah mengamankan kedua pelaku beserta barang bukti berupa 5 klip narkotika jenis sabu dan […]

  • Bangkit Pasca Pandemi, Natya Hotel & Resort Rayakan HUT ke-12 dengan Semangat Baru

    Bangkit Pasca Pandemi, Natya Hotel & Resort Rayakan HUT ke-12 dengan Semangat Baru

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Natya Hotel & Resort merayakan Hari Jadi ke-12 secara sederhana namun penuh makna. Momen ini sekaligus menandai lahirnya semangat dan komitmen baru bertajuk “Natya Hotel is My Life Adventure”, yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 pemilik Natya Hotel & Resort, I Nengah Natyanta. Perayaan berlangsung hangat dengan suguhan hiburan duet […]

  • TMMD Sekardadi Ditutup, I Komang Carles Dorong Percepatan Pembangunan Desa yang Merata

    TMMD Sekardadi Ditutup, I Komang Carles Dorong Percepatan Pembangunan Desa yang Merata

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    BANGLI – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun Anggaran 2026 di Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, resmi ditutup, Kamis (13/8/2026). Momentum penutupan yang dipusatkan di Kotis TMMD 129 tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangli, I Komang Carles, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pejabat terkait. Hadir dalam kegiatan […]

  • Bali Dorong Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal, Karbon dan Biodiversitas Jadi Peluang Ekonomi Hijau.

    Bali Dorong Aksi Iklim Berbasis Kearifan Lokal, Karbon dan Biodiversitas Jadi Peluang Ekonomi Hijau.

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya membangun aksi iklim yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan, tetapi juga diarahkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan dalam Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026 melalui paparan bertajuk “Aksi Iklim […]

expand_less