Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kasus Buang Sampah Sembarangan, Harja Astawa Minta Harus Diproses HukumJangan Hanya Minta Maaf

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR | Matakompas.com – Ketua Fraksi Gerindra–PSI DPRD Provinsi Bali, Gede Harja Astawa, angkat bicara terkait viralnya video pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan oleh seseorang di lingkungan sekolah. Ia menilai tindakan tersebut sangat memalukan, apalagi dilakukan oleh seseorang yang berpendidikan dan membawa nama lembaga pendidikan.

“Ini yang sangat saya sesalkan. Kenapa seorang dengan kategori intelektual, apalagi membawa nama lembaga pendidikan, bisa melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu membuang sampah tidak pada tempatnya,” tegas Harja Astawa saat ditemui di Denpasar, Rabu (29/10/2025).

Politisi asal Kabupaten Buleleng ini menilai, kejadian tersebut sangat ironis karena pemerintah sedang gencar mengkampanyekan gerakan menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Apalagi, Peraturan Daerah terkait Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) baru saja disahkan oleh DPRD Bali.

“Pemerintah sedang berjuang menggugah kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan. Tapi justru ada oknum lembaga pendidikan yang melakukan hal sebaliknya. Ini ironi besar,” ujarnya dengan nada kecewa.

Minta Diproses Hukum, Bukan Sekadar Permintaan Maaf

Lebih lanjut, Gede Harja menegaskan bahwa kasus tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan permintaan maaf. Menurutnya, harus ada “efek jera” agar kejadian serupa tidak terulang, baik oleh pelaku maupun masyarakat lainnya.

“Ini bukan soal personal lagi, tapi tanggung jawab moral dan kelembagaan. Permintaan maaf tidak cukup. Harus ada proses hukum sebagai bentuk penegakan aturan dan pembelajaran publik,” tegasnya.

Ia mencontohkan, dalam beberapa kasus sebelumnya, masyarakat kecil pernah diproses hukum karena membuang sampah sembarangan. Maka dari itu, ia mendesak agar aparat penegak hukum (APH) juga menindak tegas kasus ini tanpa pandang bulu.

“Sudah ada putusan pengadilan terhadap warga yang membuang sampah sembarangan. Jadi kenapa sekarang tidak bisa dilakukan hal yang sama? Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegasnya.

Sebut Nama Sekolah Harus Bertanggung Jawab Moral

Dalam kasus ini, nama lembaga pendidikan yang ikut terseret karena pelaku disebut berasal dari lingkungan sekolah tersebut. Menurut Harja, hal ini menjadi pelajaran penting agar setiap institusi menjaga citra dan nilai pendidikan yang mereka emban.

“Karena ulah satu orang, nama lembaga ikut tercoreng. Jadi secara moral, pihak sekolah juga perlu bertanggung jawab. Jangan hanya diam, tapi ikut memberikan klarifikasi dan evaluasi internal,” ucapnya.

Apresiasi Warga yang Peduli dan Merekam Kejadian

Di sisi lain, Gede Harja memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang merekam dan melaporkan aksi pembuangan sampah tersebut hingga viral di media sosial.

“Saya justru bangga pada masyarakat yang peduli. Karena kalau masyarakat cuek, mungkin peristiwa seperti ini akan terus berulang. Dari rekaman itu publik jadi tahu, ternyata masih ada yang seenaknya buang sampah,” tuturnya.

Ia juga berharap Satpol PP dan aparat desa lebih aktif melakukan pengawasan dan penegakan aturan lingkungan di wilayah masing-masing.

Harapan untuk Aparat dan Masyarakat

Politisi Gerindra ini menekankan agar penegakan hukum tidak menunggu viral dulu baru bertindak. Ia meminta agar aparat segera turun tangan tanpa perlu tekanan publik.

“APH jangan sampai menunggu masyarakat teriak-teriak dulu baru diproses. Kalau ada pelanggaran jelas, segera ambil langkah hukum. Ini jadi momentum yang bagus untuk menegakkan aturan,” tegasnya lagi.

Sebagai penutup, Harja mengingatkan bahwa permintaan maaf memang baik, tetapi tidak menghapus tanggung jawab hukum. Menurutnya, pelaku tetap harus diproses agar menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

“Kalau setiap pelaku cukup minta maaf, lalu selesai, kapan kita akan disiplin? Kalau nanti banjir dan sampah menumpuk, kita semua yang rugi. Jadi jangan main-main dengan sampah,” pungkasnya. (Tim Newsyess)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dispora Provinsi Bengkulu Mengajak Seluruh Masyarakat Dukung Tasya di Ajang Putri Indonesia 2025

    Dispora Provinsi Bengkulu Mengajak Seluruh Masyarakat Dukung Tasya di Ajang Putri Indonesia 2025

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 69
    • 0Komentar
  • Pengusaha Bali Setuju UMP 2027 Naik, Ajus Linggih Ingatkan: Jangan Sampai Berujung PHK dan Harga Melambung

    Pengusaha Bali Setuju UMP 2027 Naik, Ajus Linggih Ingatkan: Jangan Sampai Berujung PHK dan Harga Melambung

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    DENPASAR — Kalangan pengusaha di Bali menyatakan tidak keberatan dengan rencana kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali 2027. Namun, kenaikan upah diminta dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kemampuan dunia usaha agar kebijakan tersebut tidak justru memicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun kenaikan harga barang dan jasa. Hal tersebut mengemuka dalam rapat Komisi II DPRD Provinsi […]

  • Sugi Lanus: Pemimpin Bali Modern Gagal Jaga Warisan Terbesar Bali 

    Sugi Lanus: Pemimpin Bali Modern Gagal Jaga Warisan Terbesar Bali 

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Peneliti manuskrip lontar Bali dan Jawa Kuno, Sugi Lanus, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan modern di Bali yang dinilai gagal menjaga warisan terbesar daerah, yakni sistem pertanian sawah dan Subak. Menurutnya, pertanian di Bali bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bagian dari kebijakan politik yang telah diwariskan sejak masa kerajaan Bali kuno. […]

  • Bupati dan Wakil Bupati Bangli Turut Muspayang Bhakti Pada Puncak Pujawali Pura Kehen Bangli

    Bupati dan Wakil Bupati Bangli Turut Muspayang Bhakti Pada Puncak Pujawali Pura Kehen Bangli

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BANGLI, Matacompas.com – Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Ny. Sariasih Sedana Arta dan Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar bersama Ny. Suciati Diar menghadiri sekaligus muspayang bhakti pada puncak Pujawali Ida Bhatara Sakti di Pura Kehen, Bangli, Rabu (4/11/2026). Pujawali yang jatuh pada rahina suci Buda Kliwon Sinta tersebut berlangsung khidmat. Umat dan […]

  • Gelar Doa Bersama dan Terima Manfaat Zakat, Syaefudin: Sinergitas Program Indramayu Berzakat.

    Gelar Doa Bersama dan Terima Manfaat Zakat, Syaefudin: Sinergitas Program Indramayu Berzakat.

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 750
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com – Ribuan orang di Desa Lobener Lor Kecamatan Jatibarang mendapatkan zakat, infak, dan sadaqah dari pemilik Toko Nur Cahya Indah. Kegiatan ini sebagai sinergitas antara pemerintah dan swasta dalam program Indramayu Berzakat. Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin mengatakan, gerakan Indramayu Berzakat yang merupakan salah satu program unggulan di bawah kepemimpinan Lucky Hakim – […]

  • Ketua AMPI Malaka: Mahasiswa Jangan Jadi Alat Politik, Fokus Kawal Kasus Rakyat!

    Ketua AMPI Malaka: Mahasiswa Jangan Jadi Alat Politik, Fokus Kawal Kasus Rakyat!

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 20
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Malaka, Novianus Cardoso Araujo, mengingatkan agar mahasiswa tetap menjaga idealisme dan tidak terjebak dalam permainan politik praktis. Pernyataan itu disampaikan Novianus Cardoso Araujo kepada Media Mata Kompas pada Selasa,11 November 2025 menanggapi aksi sekelompok mahasiswa di kantor Partai Golkar baru-baru ini. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis […]

expand_less