Breaking News
light_mode
Trending Tags

Golkar Boikot Pansus TRAP, Tokoh Bali Pertanyakan: Membela Rakyat atau Kepentingan Investor?

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Polemik mengenai Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali terus bergulir dan memantik perhatian publik. Keputusan Ketua DPD I Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih (Demer), yang menginstruksikan anggota Fraksi Golkar untuk tidak lagi mengikuti inspeksi mendadak (sidak) maupun rapat dengar pendapat (RDP) Pansus TRAP, menuai kritik dari sejumlah tokoh masyarakat Bali.

Sorotan tajam datang dari mantan Anggota MPR RI Utusan Bali sekaligus Penasehat Forum Pemerhati Pembangunan Bali (For HATI Bali), Jro Gede Sudibya. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota DPRD, tanpa memandang asal fraksi politiknya, memiliki kewajiban untuk menjalankan tugas sesuai Tata Tertib DPRD yang menjadi pedoman resmi (rules of conduct) dalam menjalankan fungsi kelembagaan.

Menurut Jro Gede Sudibya, Pansus TRAP merupakan alat kelengkapan DPRD yang dibentuk melalui keputusan resmi lembaga dan memiliki masa kerja hingga September 2026. Karena itu, seluruh anggota yang telah ditugaskan wajib melaksanakan amanah tersebut sampai tuntas.

«”Perbedaan pendapat dalam demokrasi adalah sesuatu yang biasa. Namun penyelesaiannya harus dilakukan melalui mekanisme musyawarah ataupun pemungutan suara sesuai Tata Tertib DPRD, bukan dengan meninggalkan Pansus,” tegas Jro Gede Sudibya di Denpasar, Sabtu (18/7/2026).»

Ia menilai keberadaan Pansus TRAP telah membuka berbagai persoalan mendasar yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Bali, mulai dari dugaan pelanggaran tata ruang, persoalan aset daerah, perizinan pembangunan, hingga ancaman terhadap kelestarian lingkungan.

Menurutnya, berbagai temuan yang diungkap Pansus selama melakukan sidak di sejumlah wilayah telah menjadi “kotak pandora” yang memperlihatkan masih banyak persoalan tata kelola pembangunan yang memerlukan penyelesaian serius.

Pernyataan Jro Gede Sudibya semakin tajam ketika menanggapi sikap Fraksi Golkar yang memilih menghentikan partisipasinya dalam kegiatan Pansus.

«”Kalau ada fraksi yang tidak sejalan dengan hasil kerja Pansus, pertanyaannya sederhana. Mereka sedang mewakili kepentingan siapa? Kepentingan rakyat Bali atau kepentingan investor dari proyek-proyek yang sedang dipersoalkan?”»

Ia kemudian menutup pernyataannya dengan kalimat yang dinilainya sebagai pengingat moral bagi seluruh pihak.

«”Jangan ada dusta di antara kita.”»

Lebih jauh, Jro Gede Sudibya meminta Pansus TRAP tetap menjalankan tugas dan fungsinya hingga masa kerja berakhir pada September 2026. Bahkan, apabila diperlukan, ia menilai masa kerja Pansus layak diperpanjang hingga Desember 2026 agar seluruh dugaan pelanggaran tata ruang, aset daerah, serta perizinan dapat ditelusuri secara menyeluruh sebelum dampaknya semakin besar terhadap lingkungan dan masa depan Bali.

Ia juga mendesak Pemerintah Provinsi Bali agar segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang nantinya dihasilkan DPRD Bali melalui Pansus TRAP sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, masyarakat kini menunggu keberanian dan konsistensi pemerintah dalam mengeksekusi rekomendasi tersebut sebagai bentuk nyata perlindungan terhadap ruang hidup masyarakat Bali sekaligus implementasi nilai-nilai Tri Hita Karana, Sad Kerthi Loka Bali, dan Sat Kerthi Loka Bali.

«”Ini momentum pembuktian. Jangan sampai nilai-nilai luhur itu hanya menjadi slogan politik atau sekadar omon-omon. Publik menunggu tindakan nyata untuk menyelamatkan Bali,” ujarnya.»

Polemik mengenai Pansus TRAP diperkirakan masih akan terus berkembang. Selain menyangkut dinamika politik di internal DPRD Bali, persoalan ini juga menjadi ujian terhadap komitmen lembaga legislatif dan pemerintah daerah dalam mengawal penegakan aturan tata ruang, pengelolaan aset daerah, serta pengawasan perizinan investasi di Pulau Dewata.

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan dan tata kelola pembangunan, keberlanjutan kerja Pansus TRAP dinilai akan menjadi salah satu tolok ukur keseriusan pemerintah dan DPRD dalam memastikan pembangunan Bali berjalan sesuai hukum, berpihak kepada kepentingan masyarakat, serta menjaga keberlanjutan alam dan budaya Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Adat Nabire: Investasi Buka Akses Pembangunan, Dialog Lebih Penting Daripada Hanya Tuduhan

    Masyarakat Adat Nabire: Investasi Buka Akses Pembangunan, Dialog Lebih Penting Daripada Hanya Tuduhan

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Matacompas.com Papua – Kehadiran PT Kristalin Ekalestari di mata masyarakat murni keputusan warga adat sebagai bentuk mempertahankan hak, aset dan sumber penghidupan warga sebagai roda penggerak ekonomi daerah. Kepala Suku Kampung Nifasi Dominggus Monei, mengatakan merupakan hak masyarakat adat untuk menjaga aset dan memperjuangkan masa depan kampung yang dinilai masih membutuhkan perhatian pembangunan. Menurutnya, kehadiran […]

  • Soal Lift Kaca Kelingking, Dr Somvir: Menang di PTUN Bukan Berarti Langsung Bisa Membangun

    Soal Lift Kaca Kelingking, Dr Somvir: Menang di PTUN Bukan Berarti Langsung Bisa Membangun

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR – Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar yang mengabulkan gugatan PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group terkait polemik pembangunan Lift Kaca Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, mendapat sorotan dari Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali. Majelis Hakim PTUN Denpasar memutus perkara Nomor 17/G/2026/PTUN.DPS yang […]

  • Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Kahyangan Kesiman, Polsek Dentim Pastikan Kegiatan Berjalan Aman dan Lancar.

    Puncak Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Kahyangan Kesiman, Polsek Dentim Pastikan Kegiatan Berjalan Aman dan Lancar.

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Polsek Denpasar Timur (Dentim) memastikan pelaksanaan Puncak Karya Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Melaspas Pelawatan, Mendem Pedagingan Miwah Caru Manca Kelud di Pura Dalem Kahyangan Kesiman, Jalan Waribang, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, berjalan aman, tertib dan lancar, Selasa (11/8/2026). Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., […]

  • Temukan Pelanggaran Tata Ruang di Kawasan UNESCO, Pansus TRAP DPRD Bali Segel Billy’s Soka dan Gong Jatiluwih

    Temukan Pelanggaran Tata Ruang di Kawasan UNESCO, Pansus TRAP DPRD Bali Segel Billy’s Soka dan Gong Jatiluwih

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com – Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Jatiluwih, Tabanan, yang merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO. Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti sejumlah laporan terkait pelanggaran aturan yang dapat merusak keaslian kawasan tersebut. Dalam sidak yang berlangsung pada Rabu, 2 Desember 2025, […]

  • Dispora Bengkulu Cetak Pemimpin Muda Lewat Organisasi Kepemudaan

    Dispora Bengkulu Cetak Pemimpin Muda Lewat Organisasi Kepemudaan

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Di era yang terus berubah, kualitas kepemimpinan menjadi kunci kemajuan daerah. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu menyadari betul hal ini, dan mengambil langkah proaktif dengan mendorong generasi muda untuk aktif berorganisasi. Lebih dari sekadar kegiatan ekstrakurikuler, organisasi kepemudaan dipandang sebagai “kawah candradimuka” bagi calon pemimpin masa depan. Kepala Dispora Bengkulu, Ika […]

  • Anton Suratto Dorong Pemerintah Berikan Pendampingan Maksimal ke Lima Pekerja Migran di Malaysia

    Anton Suratto Dorong Pemerintah Berikan Pendampingan Maksimal ke Lima Pekerja Migran di Malaysia

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto mendorong pemerintah Indonesia melalui KBRI Kuala Lumpur, Dirjen Perlindungan WNI Kemenlu dan Kementerian terkait lainnya dapat memberikan pendampingan maksimal kepada lima korban pekerja migran Indonesia (PMI). Hal tersebut lantaran terjadi kejadian penembakan oleh otoritas maritim Malaysia, Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) beberapa waktu […]

expand_less