Hari Jadi ke-68 Bali, Gede Harja Astawa Ajak Perkuat Sinergi dan Jaga Jati Diri Pulau Dewata
- account_circle admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Menyambut Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang diperingati pada 14 Agustus 2026, Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali, Gede Harja Astawa, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dan komitmen bersama untuk membangun Bali yang semakin maju, sejahtera, dan harmonis.
Gede Harja Astawa menyampaikan pesan tersebut di Denpasar, Kamis (13/8/2026). Ia mengatakan, peringatan Hari Jadi Provinsi Bali hendaknya tidak sekadar menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pembangunan Bali sekaligus meneguhkan kembali komitmen bersama dalam menjaga masa depan Pulau Dewata.
“Mari perkuat sinergi dan komitmen bersama untuk mewujudkan Bali yang semakin maju, sejahtera, dan harmonis berlandaskan nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ujarnya.
Menurutnya, Bali memiliki karakter yang berbeda dengan daerah lain. Kekayaan adat, budaya, tradisi, lingkungan serta kehidupan sosial masyarakat merupakan kekuatan utama yang harus tetap dijaga di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Karena itu, kata Gede Harja, pembangunan Bali harus mampu berjalan beriringan antara kemajuan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, kelestarian lingkungan, serta perlindungan terhadap adat dan budaya.
Ia menilai semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali memiliki posisi penting sebagai landasan dalam menentukan arah pembangunan. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan yang menjaga keseimbangan antara manusia, alam dan kehidupan sosial sehingga kemajuan Bali tidak mengorbankan jati diri yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Jangan sampai kita mengejar kemajuan tetapi kehilangan karakter Bali. Kemajuan harus tetap berjalan bersama dengan pelestarian alam, adat, budaya dan keharmonisan masyarakat,” tegasnya.
Gede Harja juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, DPRD, masyarakat, dunia usaha, tokoh adat, akademisi dan generasi muda harus memiliki semangat yang sama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan Bali.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan wajah Bali ke depan. Selain mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ekonomi, generasi penerus juga diharapkan tetap memahami serta menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Bali.
Hari Jadi Provinsi Bali diperingati setiap 14 Agustus. Provinsi Bali dibentuk pada 14 Agustus 1958 berdasarkan undang-undang, sehingga pada 2026 ini memasuki usia ke-68 tahun.
Momentum 68 tahun perjalanan Provinsi Bali tersebut, lanjut Gede Harja, harus menjadi energi baru untuk memperkuat persatuan dan gotong royong. Masyarakat Bali diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Pulau Dewata.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-68 sebagai momentum untuk menatap masa depan dengan optimisme.
“Mari kita jaga Bali bersama. Kita bangun Bali dengan semangat kebersamaan, kita lestarikan alam dan budaya, serta kita wujudkan Bali yang maju, sejahtera dan harmonis untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” pungkasnya.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar