Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dewa Rai Desak Bea Cukai Buka Data Barang Sitaan: Harus Transparan dan Akuntabel

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Komisi I DPRD Provinsi Bali meminta Kantor Bea dan Cukai membuka secara transparan data inventarisasi barang hasil penindakan, khususnya barang sitaan berupa minuman beralkohol dan barang lainnya yang telah menjadi perhatian publik.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali yang juga Sekretaris Panitia Khusus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai, SH, dalam rapat koordinasi bersama Bea Cukai Bali, Rabu (2/9/2026).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Komisi I DPRD Bali ke Bea Cukai Ngurah Rai beberapa waktu sebelumnya.

Dewa Nyoman Rai menegaskan, pembahasan harus dimulai dari kejelasan mengenai kriteria barang hasil penindakan yang dapat dihibahkan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, tidak semua barang sitaan dapat serta-merta diserahkan atau dimanfaatkan oleh daerah.

Ia mencontohkan barang berupa minuman beralkohol yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurutnya, perlu ada ketentuan yang jelas mengenai status, peruntukan, hingga mekanisme pemanfaatannya agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Pertama kita harus tahu kriterianya. Barang apa yang boleh dihibahkan kepada daerah dan barang apa yang tidak boleh,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar persoalan pengelolaan barang sitaan tidak berkembang menjadi tuduhan terhadap pihak tertentu tanpa didukung bukti yang jelas.

Menurut Dewa Rai, Komisi I tidak ingin melakukan justifikasi terhadap pihak Bea Cukai. Sebaliknya, DPRD Bali ingin memperoleh data dan penjelasan secara terbuka agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama.

“Kita tidak mau menjustifikasi keputusan. Kalau ada dugaan, harus dibuktikan. Fakta hukumnya mana? Karena itu kami meminta data secara terbuka,” ujarnya.

Minta Daftar Inventarisasi Dibuka

Salah satu hal yang menjadi perhatian Komisi I adalah permintaan agar Bea Cukai menyampaikan daftar inventarisasi barang hasil penindakan, termasuk jumlah, jenis, status hukum, serta proses pengelolaannya.

Menurut Dewa Rai, keterbukaan data penting untuk mencegah munculnya kecurigaan maupun kesalahpahaman antara pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat.

“Yang kami inginkan adalah daftar inventarisasi, berapa jumlahnya, jenisnya apa, dan bagaimana statusnya. Kita ingin semuanya transparan, terbuka dan akuntabel,” katanya.

Ia menilai koordinasi antara pemerintah daerah dan Bea Cukai juga perlu diperkuat, terutama ketika barang hasil penindakan telah memasuki tahapan yang memungkinkan untuk dimanfaatkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Komisi I, kata dia, siap dilibatkan dalam koordinasi di daerah sepanjang tetap berada dalam koridor kewenangan masing-masing.

“Kami ingin dalam proses pengelolaan nanti ada koordinasi dengan kami, sehingga pelaksanaan aturan hukum yang ada di daerah juga bisa kita kawal,” ujarnya.

Jangan Ada Ruang untuk Spekulasi

Dewa Rai menambahkan, transparansi diperlukan agar tidak muncul berbagai spekulasi mengenai keberadaan maupun pemanfaatan barang hasil penindakan.

Ia menegaskan, apabila memang terdapat barang yang secara aturan tidak dapat dijual atau diperjualbelikan, maka hal tersebut harus dijelaskan secara tegas kepada publik.

Sebaliknya, jika terdapat barang yang secara hukum dapat dihibahkan kepada daerah untuk kepentingan tertentu, mekanismenya juga harus dijelaskan secara terbuka.

“Kalau memang tidak boleh dijual, ya jelas tidak boleh dijual. Kalau boleh dimanfaatkan, tentu harus sesuai aturan dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh hanya berhenti pada pembahasan internal. Publik juga memiliki hak untuk mengetahui bagaimana barang hasil penindakan negara dikelola.

Komisi I Siap Perkuat Pengawasan

Dewa Rai juga menyinggung pentingnya pengawasan lintas lembaga di Bali. Menurutnya, DPRD memiliki fungsi pengawasan sehingga setiap persoalan yang menyangkut kepentingan publik harus mendapat perhatian.

Ia mencontohkan pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing di Bali serta koordinasi dengan instansi terkait. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Imigrasi, Bea Cukai dan aparat penegak hukum diperlukan untuk memastikan seluruh kebijakan berjalan sesuai aturan.

“Di era globalisasi seperti sekarang, pengawasan harus semakin kuat. Apalagi dengan adanya undang-undang dan aturan terbaru, jangan sampai ada celah yang kemudian dimanfaatkan,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta agar data dan informasi terkait proses penindakan maupun pengelolaan barang dapat disampaikan secara berkala kepada DPRD sebagai bagian dari fungsi pengawasan.

“Kami berharap registrasi dan data itu disampaikan kepada kami. Jangan sampai ada persoalan yang baru diketahui setelah bertahun-tahun,” pungkasnya.

Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya Komisi I DPRD Bali memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan barang hasil penindakan sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas antarinstansi di Bali.

Jurnalis : Putu Ivan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriah: ” Grebeg Getuk ” Guna Menyemarakkan Hari Jadi Kota Magelang Ke- 1.119

    Meriah: ” Grebeg Getuk ” Guna Menyemarakkan Hari Jadi Kota Magelang Ke- 1.119

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Pemerintah Kota Magelang kembali menghadirkan agenda budaya “Grebeg Getuk” guna menyemarakkan Hari Jadi ke-1.119 Kota Magelang, Minggu, 13 April 2025, di Alun-alun Kota Magelang. Grebeg Getuk tahun ini menghadirkan dua gunungan getuk yang siap diperebutkan warga. Gunungan “laki-laki” dan “perempuan” itu berisi total sekitar 2 kuintal getuk singkong hasil buatan beberapa pengrajin […]

  • Hadiri DBFD, Ibu Putri Koster Dorong Kesadaran Masyarakat dalam Pelestarian Tenun Tradisional

    Hadiri DBFD, Ibu Putri Koster Dorong Kesadaran Masyarakat dalam Pelestarian Tenun Tradisional

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, mendorong kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian kain tenun tradisional Bali. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (31/3/2026). Lebih jauh, Ibu […]

  • Yayasan Cahaya Cinta Kasih Bersama SOUL Community Gelar “SOUL Action Donor Darah” di UDD PMI Kabupaten Tabanan

    Yayasan Cahaya Cinta Kasih Bersama SOUL Community Gelar “SOUL Action Donor Darah” di UDD PMI Kabupaten Tabanan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com – Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Community Tabanan-Jembrana kembali menggelar kegiatan sosial SOUL Action Donor Darah sebagai wujud nyata semangat “Berbagi dan Melayani”. Kegiatan yang berlangsung di UDD PMI Kabupaten Tabanan ini menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan stok darah bagi masyarakat. Inisiatif luar biasa ini dihadiri oleh 24 orang pendaftar, […]

  • Peringati Hari Buruh Internasional GM Pelindo Regionl I Dumai Suport Pekerja Adalah Aset Perusahaan

    Peringati Hari Buruh Internasional GM Pelindo Regionl I Dumai Suport Pekerja Adalah Aset Perusahaan

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Matakompas. Com DUMAI – Menyambut peringatan Hari Buruh Sedunia yang jatuh setiap 1 Mei, Executive General Manager PT Pelindo Regional 1 Dumai, Jonatan Ginting, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pekerja, khususnya yang berperan dalam operasional kepelabuhanan. Menurut Jonatan, momentum Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi atas kontribusi besar para pekerja dalam menjaga […]

  • Bersama ITB STIKOM Bali, Mahasiswa Internship dari Montpellier Prancis Melakukan Pengembangan Desa Digital di Desa Punggul Badung

    Bersama ITB STIKOM Bali, Mahasiswa Internship dari Montpellier Prancis Melakukan Pengembangan Desa Digital di Desa Punggul Badung

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BADUNG – Mahasiswa dari Polytech Montpellier yang melakukan internship di ITB STIKOM Bali, melakukan kunjungan di Desa Punggul, Kabupaten Badung, Senin, 4 Mei 2026. Kunjungan itu untuk menggali persoalan yang ada di desa. Terutama, dalam pengembangan menjadi desa digital. Desa Punggul dijadikan case study, karena telah menerapkan digitalisasi dalam mendukung tata kelola pelaksanaan administrasi desa […]

  • Jawab Kegelisahan Publik, Dede Yusuf Siapkan Dua Opsi Terkait Pemilu

    Jawab Kegelisahan Publik, Dede Yusuf Siapkan Dua Opsi Terkait Pemilu

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 766
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, mengatakan untuk mengurangi persaingan berlebihan di internal partai terkait pemilihan umum (pemilu), pihaknya akan menyiapkan dua opsi. Pertama, opsi hibrid yang terdiri atas sistem proporsional terbuka dan tertutup. Dede Yusuf menjelaskan, opsi hibrid ini berarti pemilih akan memilih dua hal, yakni partai sekaligus calon. […]

expand_less