Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wayan Sayoga: Bali Tidak Boleh Dijual Atas Nama Investasi, Fraksi Golkar DPRD Bali Kini Jadi Sorotan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Pulau Serangan kembali mengguncang ruang publik Bali. Di tengah isu pembabatan mangrove, dugaan persoalan tata ruang, hingga keberadaan pura dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), sorotan kini tidak hanya tertuju kepada investor, tetapi juga mulai mengarah tajam kepada sikap politik para wakil rakyat, termasuk Fraksi Golkar DPRD Bali.

Di media sosial, publik ramai mempertanyakan keberpihakan elite politik daerah setelah beredarnya foto pertemuan sejumlah anggota DPRD Bali bersama Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID), Tantowi Yahya. Pertemuan tersebut memantik persepsi publik bahwa sebagian elite politik dinilai terlalu dekat dengan kepentingan investor di tengah meningkatnya kegelisahan masyarakat adat terhadap masa depan Bali.

Pertanyaan publik pun mengeras: apakah para wakil rakyat masih berdiri bersama masyarakat Bali, atau mulai terlihat kompromistis terhadap kekuatan modal besar?

Narasi kritik itu semakin liar karena muncul di tengah meningkatnya sensitivitas masyarakat terhadap isu lingkungan, adat, dan ruang spiritual Bali. Sejumlah warga menilai lembaga politik daerah belum menunjukkan sikap tegas dalam merespons berbagai dugaan persoalan yang berkembang di kawasan KEK Kura-Kura Bali.

Mulai dari dugaan pembatasan akses ibadah, keberadaan pura di dalam area SHGB, ketimpangan ekonomi masyarakat lokal, hingga kekhawatiran masyarakat adat kehilangan ruang hidupnya sendiri, menjadi bahan diskusi yang terus membesar di ruang publik.

Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali, Wayan Sayoga, mengingatkan bahwa pembangunan Bali tidak boleh hanya diletakkan di atas kepentingan investasi semata. Menurutnya, Bali memiliki fondasi filosofi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan, yakni Tri Hita Karana.

“Pembangunan di Bali tidak boleh hanya berorientasi investasi semata, tetapi wajib mempertimbangkan keseimbangan hubungan manusia dengan alam, budaya, dan spiritualitas masyarakat Bali, termasuk keberlangsungan hingga 100 tahun ke depan,” tegasnya di Denpasar, Selasa (19/5/2026).

Pernyataan itu dianggap sebagai sinyal keras bahwa pembangunan di Bali mulai memasuki titik rawan ketika orientasi ekonomi dinilai berpotensi menggeser nilai-nilai adat dan spiritual yang selama ini menjadi ruh Pulau Dewata.

Kekhawatiran publik bukan tanpa alasan. Bali saat ini dinilai menghadapi tekanan besar akibat derasnya arus investasi. Tanah-tanah strategis mulai dikuasai pemodal besar, kawasan wisata tumbuh masif, sementara sebagian masyarakat lokal justru merasa semakin jauh dari akses ekonomi di tanahnya sendiri.

Di tengah situasi tersebut, Fraksi Golkar DPRD Bali kini ikut berada dalam pusaran sorotan publik. Sikap politik mereka dinilai akan menjadi penentu apakah DPRD Bali benar-benar menjalankan fungsi pengawasan secara kritis atau justru terlihat lebih lunak terhadap proyek strategis yang menuai kontroversi.

Polemik KEK Kura-Kura Bali juga kembali membangkitkan ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah perlawanan Bali pada tahun 1995/1996 saat rencana penggusuran Pura Rawamangun mencuat di era Orde Baru.

Kala itu, masyarakat Bali bersatu dalam semangat yang dikenal dengan “5A” — Anak muda, Akademisi, Adat, Agama, dan Awak Media. Mereka bergerak bersama mempertahankan simbol spiritual Bali dari ancaman kekuasaan besar.

Dipimpin Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa bersama 14 tokoh Bali lainnya, perjuangan dilakukan tanpa kekerasan, namun penuh keyakinan dan keteguhan menjaga marwah Bali. Hasilnya, rencana penggusuran akhirnya dibatalkan.

Kini, semangat itu kembali digaungkan di tengah kegelisahan publik terhadap arah pembangunan Bali modern.

Sejumlah kalangan menyerukan agar generasi Bali tidak hanya menjadi penonton di tanah leluhurnya sendiri. Kesadaran menjaga dharma, menghormati tanah sebagai Ibu Pertiwi, membangun ekonomi kerakyatan berbasis budaya lokal, serta memperkuat media sebagai alat perjuangan sosial kembali menjadi narasi yang menguat.

“Bali tidak membutuhkan generasi yang hanya pandai berbicara, tetapi generasi yang berani berdiri menjaga tanah leluhurnya,” menjadi pesan moral yang terus beredar di tengah polemik ini.

Publik kini menunggu keberanian para pemangku kebijakan, termasuk Fraksi Golkar DPRD Bali, untuk menentukan arah keberpihakan mereka: menjaga Bali sebagai warisan budaya dan spiritual dunia, atau membiarkan Pulau Dewata perlahan berubah menjadi pulau investasi yang kehilangan jiwanya sendiri.

Seperti kutipan Veda yang kembali ramai digaungkan masyarakat Bali: Satyameva Jayate — hanya kebenaran yang akan menang.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permudah Program PTSL, Dede Yusuf Minta Mendagri Terbitkan SKB

    Permudah Program PTSL, Dede Yusuf Minta Mendagri Terbitkan SKB

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk melanjutkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yakni Kementerian ATR/BPN, Kemendagri dan Kemendes, untuk menertibkan surat tanah lewat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL-red). Karena kata Dede, hal tersebut penting dilakukan untuk memperlancar program PTSL di daerah […]

  • Gubernur Akmil Prakarsai Renovasi Rumah Warga Tak Layak Huni

    Gubernur Akmil Prakarsai Renovasi Rumah Warga Tak Layak Huni

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 285
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Arnold A.P Ritiauw, didampingi Danmentar Brigadir Jendral TNI Ali Akhwan ,S.E., dan Dirjianbang Akmil Brigjen TNI Hari Mulyanto, M.Sc., meninjau langsung tempat pelaksanaan renovasi rumah tidak layak huni di Dusun Kanci I, Desa Salam Kanci, Kecamatan Bandongan, Magelang. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti Taruna […]

  • Ratusan Botol Miras Beserta Penjualnya Berhasil Diamankan Polresta Magelang

    Ratusan Botol Miras Beserta Penjualnya Berhasil Diamankan Polresta Magelang

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Patroli KRYD (Kegiatan Rutin yang Dioptimalkan) jajaran Polresta Magelang terus dilaksanakan guna memelihara Kamtibmas di wilayah hukumnya. Seperti dilaksanakan di wilayah hukum Polsek Secang dan berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) berbagai merk, Jumat (24/01/2025). Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar, S.I.K., S.H. melalui Kapolsek Secang AKP Kamidi menuturkan KRYD […]

  • Aksi Nyata Peduli Lingkungan, Perbarindo Bali Bersihkan Pantai Yeh Gangga dan Lepas 200 Tukik

    Aksi Nyata Peduli Lingkungan, Perbarindo Bali Bersihkan Pantai Yeh Gangga dan Lepas 200 Tukik

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    TABANAN – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali melepas 200 tukik dan aksi bersih-bersih Pantai Yeh Gangga, Kabupaten Tabanan, Minggu, 24 Mei 2026. Kegiatan aksi nyata peduli lingkungan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari BPR-BPRS Nasional Tahun 2026. Selain itu, DPD Perbarindo Bali juga memperkenalkan Theme Song Hari BPR-BPRS Nasional […]

  • Kejagung Instruksikan Stop Pulbaket Program MBG, Kejati Bali Belum Beri Klarifikasi

    Kejagung Instruksikan Stop Pulbaket Program MBG, Kejati Bali Belum Beri Klarifikasi

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR – Instruksi Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang meminta seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi menghentikan kegiatan pengumpulan data dan keterangan (pulbaket) terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai perhatian publik. Hingga kini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali belum memberikan penjelasan resmi mengenai tindak lanjut kebijakan tersebut di wilayah Bali. Berdasarkan informasi yang beredar, Kejaksaan Agung menerbitkan surat […]

  • Polres Magelang Kota Bersama Mahasiswa dan OKP Gelar Baksos Polri Presisi kepada Warga

    Polres Magelang Kota Bersama Mahasiswa dan OKP Gelar Baksos Polri Presisi kepada Warga

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 919
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS COM – Polres Magelang Kota, bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan di wilayah Kota Magelang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bhakti Sosial Polri Presisi yang bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat, khususnya mereka […]

expand_less