Koster Ajak Ribuan Kader PDI Perjuangan Tabanan Mengingat Masa Lalu, Memahami Sejarah dan Perjalanan Partai
- account_circle admin
- calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TABANAN, Matakompas.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, mengukuhkan pengurus PAC, ranting, dan anak ranting PDI Perjuangan se-Kabupaten Tabanan untuk masa bakti 2025–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung I Ketut Marya, Kecamatan Tabanan, Selasa (24/3/2026).
Pengukuhan ini dihadiri sejumlah tokoh partai, di antaranya Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDIP Bali I Made Supartha, Bupati Tabanan sekaligus Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, serta jajaran anggota DPR RI, DPRD Provinsi Bali, dan DPRD Kabupaten Tabanan.
Turut hadir pula Wakil Ketua Bapilu DPC PDIP Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi bersama seluruh struktur partai dari tingkat DPC, PAC, hingga anak ranting se-Kabupaten Tabanan.
Dalam arahannya, Koster menekankan pentingnya kader PDI Perjuangan untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal Bali melalui konsep Sad Kerthi, yang meliputi Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.
Ia menegaskan, perjuangan partai harus selaras dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang berorientasi pada keharmonisan alam dan kesejahteraan masyarakat.
“Perjuangan partai harus sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan alam dan kesejahteraan generasi sekarang maupun mendatang,” ujarnya.
Selain itu, Koster juga mengajak seluruh kader untuk mengawal Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (2025–2125) dengan menyelaraskan kerja organisasi dan program partai dengan arah pembangunan daerah. Kader diminta aktif hadir di tengah masyarakat, membantu kelompok rentan, menjaga lingkungan, serta mendorong kedaulatan pangan dan penggunaan produk lokal Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Koster turut mengingatkan pentingnya memahami sejarah panjang PDI Perjuangan. Ia menyebut, partai ini memiliki akar dari Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan oleh Soekarno pada 4 Juli 1927, yang kemudian bertransformasi menjadi PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri pada 1999.
Ia juga menyinggung peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 sebagai bagian penting perjalanan partai.
“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, JASMERAH,” tegasnya.
Lebih lanjut, Koster menegaskan bahwa seluruh pengurus partai wajib memahami AD/ART, menjalankan ideologi partai, serta aktif menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Kader juga dituntut menjaga etika politik, disiplin organisasi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi.
Ia juga mengingatkan larangan keras bagi kader untuk tidak terlibat dalam praktik korupsi, narkoba, perjudian, maupun perilaku yang bertentangan dengan norma sosial dan hukum.
Dalam konteks pembangunan daerah, kader PDI Perjuangan diharapkan berperan aktif dalam berbagai sektor, seperti pengentasan kemiskinan dan pengangguran, penanganan stunting, pencegahan alih fungsi lahan, pengelolaan sampah berbasis sumber, serta pelestarian adat, budaya, dan bahasa Bali.
Menutup arahannya, Koster menegaskan bahwa kader PDI Perjuangan harus menjadi ujung tombak perjuangan rakyat di setiap tingkatan.
“Kader PDI Perjuangan harus hadir di tengah masyarakat, menjadi solusi, dan bekerja nyata untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya (red)
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar