Breaking News
light_mode
Trending Tags

Putri Koster: Jangan Sampai Aksara Bali Hilang di Tengah Perubahan Zaman.

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matacompas.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus mempelajari, menggunakan, dan mewariskan bahasa, aksara, serta sastra Bali kepada generasi mendatang. Menurutnya, pelestarian warisan budaya tidak cukup hanya mengandalkan regulasi pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat secara langsung.

Pesan tersebut disampaikan Putri Koster saat menghadiri Seminar Aksara Kawi dan Bali “Nyastra” yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (10/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Putri Koster menegaskan bahwa aksara merupakan salah satu penanda penting dari peradaban sebuah kelompok masyarakat. Karena itu, masyarakat Bali patut berbangga karena memiliki aksara sendiri yang merupakan warisan leluhur dan hingga kini masih hidup serta digunakan dalam berbagai aktivitas kehidupan masyarakat.

“Dari seluruh suku yang ada di Indonesia, kita harus berbangga bahwa Bali memiliki aksaranya sendiri,” ujar Putri Koster.

Ia menekankan, keberadaan aksara Bali tidak boleh hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu. Aksara Bali harus tetap digunakan dan diwariskan sehingga keberadaannya dapat terus bertahan di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

Menurut Putri Koster, salah satu ancaman terbesar terhadap keberlangsungan warisan budaya justru muncul ketika masyarakat mulai meninggalkan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika generasi muda semakin jarang mengenal dan menggunakan bahasa, aksara, serta sastra Bali, maka lambat laun warisan leluhur tersebut dapat kehilangan ruang hidupnya.

“Ketika kita sudah beralih, tidak mau memakai lagi, itu sudah tanda-tanda kita akan kehilangan warisan leluhur kita. Maka, ayo tumbuhkan kesadaran bahwa kita harus melestarikan sastra dan aksara Bali yang telah diwariskan para leluhur kepada anak cucu kita,” tegasnya.

Regulasi Harus Diikuti Gerakan Nyata

Putri Koster menyebut Pemerintah Provinsi Bali sebenarnya telah memberikan landasan hukum bagi upaya perlindungan dan pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali. Salah satunya melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Namun, menurutnya, regulasi tersebut harus diterjemahkan dalam implementasi nyata. Keberadaan aturan tidak akan cukup apabila tidak diikuti kesadaran masyarakat untuk menggunakan dan mempelajari aksara Bali.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan faktor usia sebagai alasan untuk berhenti belajar. Bahasa, aksara, dan sastra Bali merupakan kekayaan budaya yang memiliki nilai luhur dan harus terus dipelajari oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar,” menjadi semangat yang ditekankan dalam upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya tersebut.

Putri Koster berharap kegiatan seperti Seminar “Nyastra” tidak berhenti pada forum diskusi semata. Menurutnya, berbagai kegiatan kebudayaan harus mampu menghasilkan karya nyata yang dapat memperkuat keberadaan aksara Bali sekaligus mendekatkannya dengan generasi muda.

Ia mendorong agar hasil pemikiran dan diskusi dalam kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai karya, termasuk penerbitan buku dan produk literasi lainnya yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Teknologi Digital Bukan Ancaman

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Aksara Kawi dan Bali “Nyastra”, Wayan Sila Sayana, melihat perkembangan teknologi digital justru dapat menjadi peluang besar dalam upaya pelestarian aksara Kawi dan Bali.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka ruang baru bagi aksara tradisional untuk digunakan secara lebih luas. Salah satu perkembangan yang cukup signifikan adalah hadirnya berbagai jenis font aksara Bali.

Saat ini, kata dia, telah dikembangkan sekitar 46 jenis font aksara Bali oleh para perancang huruf dari Indonesia maupun luar negeri.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu harus diposisikan sebagai ancaman terhadap keberadaan aksara tradisional. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana untuk memperluas penggunaan, pengembangan, sekaligus memperkenalkan aksara Bali kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya generasi muda.

Seminar “Nyastra” menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang berbeda. Peneliti Ahli Madya BRIN, Drs. I Gusti Made Suarbhawa, membawakan materi “Prasasti Sembiran: Menguak Keberaksaraan Kuno di Pesisir Bali Utara”. Sementara itu, I Made Suatjana, kreator Bali Simbar, membawakan materi “Perkembangan dan Tantangan Font Aksara Bali Simbar”.

Kehadiran kedua narasumber tersebut memperlihatkan bahwa pembahasan aksara Bali tidak hanya berkaitan dengan sejarah dan peninggalan masa lalu, tetapi juga menyentuh perkembangan teknologi, desain huruf, literasi, serta tantangan pelestarian di era digital.

Melalui Seminar Aksara Kawi dan Bali “Nyastra”, upaya menjaga bahasa, aksara, dan sastra Bali diharapkan semakin berkembang menjadi gerakan bersama antara pemerintah, masyarakat, budayawan, akademisi, dan generasi muda.

Pesannya jelas: aksara Bali jangan hanya disimpan sebagai warisan, tetapi harus tetap digunakan agar benar-benar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Reporter : Putu Ivan.
Redaktur : Agus Jaya.
Sumber : Rilis Pemprov Bali.

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar ke Bali, Gubernur Siquijor Filipina Terima Beragam Masukan Penting dari Gubernur Wayan Koster

    Belajar ke Bali, Gubernur Siquijor Filipina Terima Beragam Masukan Penting dari Gubernur Wayan Koster

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster, Minggu (10/5) pagi menerima kunjungan Gubernur Siquijor, Filipina Jake Vincent Sarmiento Villa di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan bahwa pariwisata Bali dibangun dengan kekuatan budaya dan alamnya yang indah serta keramahtamahan masyarakat Bali telah menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke […]

  • Gubernur Wayan Koster Tepati Janji, 66 Siswa Terima Bantuan Rp1 Juta Saat Serahkan Rp129 Juta untuk Pemulihan SDN 5 Banjar Pascabanjir

    Gubernur Wayan Koster Tepati Janji, 66 Siswa Terima Bantuan Rp1 Juta Saat Serahkan Rp129 Juta untuk Pemulihan SDN 5 Banjar Pascabanjir

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    BULELENG, Matakompas.com — Gubernur Bali, Wayan Koster, menyerahkan bantuan sebesar Rp129 juta untuk pemulihan SD Negeri 5 Banjar yang terdampak banjir bandang pada 6 Maret 2026. Penyerahan bantuan dilakukan pada Senin (30/3) sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan sarana pendidikan. Bantuan tersebut bersumber dari gotong royong pegawai Pemerintah Provinsi Bali. Dalam penyerahannya, Gubernur Koster didampingi […]

  • Kasus TPPU Skandal IUP PT Antam Hadirkan Terdakwa Windu Aji Susanto, Komisaris PT LAM TLP Belum Dijadikan Tersangka

    Kasus TPPU Skandal IUP PT Antam Hadirkan Terdakwa Windu Aji Susanto, Komisaris PT LAM TLP Belum Dijadikan Tersangka

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Sidang lanjutan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam skandal korupsi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Antam di Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali digelar. Perkara tersebut tercatat dengan nomor 031-Pid-sus-TPK/2025/PN Jkt-Pst ini menghadirkan terdakwa Windu Aji Susanto dan menghadirkan ahli dari Pengacara Hukum […]

  • Dalam Moment Mudik Lebaran, Menhub RI Bertemu Bupati Dian di Pendopo Kuningan

    Dalam Moment Mudik Lebaran, Menhub RI Bertemu Bupati Dian di Pendopo Kuningan

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 823
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi putra daerah asal Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, memanfaatkan momentum mudik Lebaran bersama sejumlah alumni SMA 2 Kuningan, berkunjung ke Pendopo yang diterima langsung Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, Jumat (4/4/2025). Sebelumnya, Kementerian Perhubungan sudah memberikan bantuan kendaraan oprasional Bus ke sekolah SMAN 2 Kuningan. Pada kesempatan […]

  • Pemkab Indramayu Terus Proteksi Kesehatan Masyarakat, Siapkan 87 Miliar Untuk Program UHC*

    Pemkab Indramayu Terus Proteksi Kesehatan Masyarakat, Siapkan 87 Miliar Untuk Program UHC*

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 901
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPost.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu terus berupaya melakukan berbagai langkah dalam peningkatan serta cakupan layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya mendorong keikutsertaan masyarakat dalam jaminan kesehatan sebagai bentuk proteksi kesehatan guna tercapainya Universal Health Coverage (UHC). Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai lembaga yang menyelenggarakan program jaminan sosial di Indonesia terus berkolaborasi dan […]

  • Laksanakan Program Presiden, Bulog Jemput Gabah Petani dengan Harga Fantastis

    Laksanakan Program Presiden, Bulog Jemput Gabah Petani dengan Harga Fantastis

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 876
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Lebak – Perum Bulog lakukan aksi nyata lewat Program Jemput Gabah sesuai dengan intruksi Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mendukung kesejahteraan petani. Kegiatan tersebut dilakukan di Kecamatan Malingping Lebak dan Cikesik Pandeglang. Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita menyebut, saat ini Bulog sedang gencar-gencarnya melakukan penyerapan gabah petani. Kata Febby, Bulog terus hadir sampai ke […]

expand_less