Breaking News
light_mode
Trending Tags

Putri Koster Kawal “Wastra Hitakara”, Bidik Desainer Muda Berbakat dari Seluruh Bali.

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANGLI, Matacompas.com – Upaya memperkuat ekosistem fesyen berbasis wastra Bali terus dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali. Melalui Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mendorong lahirnya desainer-desainer muda berbakat dari kabupaten/kota di Bali sekaligus memperluas penggunaan kain tradisional, khususnya endek, dalam kehidupan sehari-hari.

Komitmen tersebut terlihat dalam pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” di Alun-Alun Kota Bangli, Kamis (10/9/2026). Sebanyak 30 model membawakan karya dari tujuh desainer muda Bali, menghadirkan beragam busana yang memadukan kekayaan wastra tradisional dengan kreativitas fesyen masa kini.

Putri Koster mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi panggung peragaan busana. Lebih jauh, road show dirancang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem fesyen Bali dari hulu hingga hilir, mulai dari perajin kain, desainer, penjahit, model, koreografer hingga komposer musik.

Menurutnya, keberadaan perajin kain endek Bali saat ini menghadapi tantangan serius. Salah satunya adalah semakin minimnya penggunaan kain endek sebagai bahan sandang sehari-hari sehingga berpengaruh terhadap keberlangsungan profesi perajin.

“Perajin kain endek kita semakin sedikit dan tergerus karena minimnya masyarakat Bali yang memilih endek sebagai bahan sandang. Oleh karena itu, upaya memperkenalkan kain endek dalam bentuk busana terus saya lakukan. Bahkan, pada periode kedua ini saya menggandeng desainer, model, koreografer, dan komposer untuk berkeliling Bali,” ungkap Putri Koster.

Endek Harus Hadir dalam Busana Sehari-hari

Putri Koster menilai pelestarian endek tidak cukup hanya dengan memperkenalkan kain tradisional tersebut kepada masyarakat. Endek harus mampu hadir dalam bentuk busana yang menarik, modern, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal endek sebagai kain tradisional, tetapi juga menjadikannya sebagai pilihan busana untuk berbagai aktivitas, termasuk pakaian kerja sehari-hari.

Konsep tersebut menjadi salah satu alasan Dekranasda Bali menghadirkan fashion road show secara bergiliran di kabupaten/kota. Setiap daerah diberikan ruang untuk memperkenalkan potensi wastra sekaligus menemukan talenta-talenta baru di bidang fesyen.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memunculkan desainer lokal dari setiap kabupaten yang kami kunjungi dan pilih sebagai lokasi penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Road Show ‘Wastra Hitakara’ secara bergantian setiap bulan,” ujarnya.

Menurut Putri Koster, kehadiran desainer muda dalam setiap pelaksanaan road show juga dapat menjadi pemicu kreativitas bagi pelaku fesyen lokal. Desainer dari masing-masing daerah diharapkan berani tampil, menghasilkan karya, dan memperkenalkan identitas daerah melalui rancangan busana.

Wastra Bukan Sekadar Kain

Bagi Putri Koster, kekuatan wastra Bali tidak hanya terletak pada keindahan motif dan warna. Setiap kain tradisional memiliki karakter, filosofi, sejarah, dan nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat pembuatnya.

Salah satu contoh yang disampaikannya adalah kain geringsing. Secara filosofi, kata “gering” berarti sakit, sedangkan “sing” berarti tidak. Makna tersebut menggambarkan harapan akan kesehatan dan keselamatan yang diwariskan melalui tradisi menenun.

Nilai-nilai filosofis seperti itu, kata dia, justru menjadi kekuatan utama wastra Bali ketika diperkenalkan ke masyarakat luas maupun pasar fesyen.

Karena itu, perkembangan fesyen modern harus tetap berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan spirit, estetika, filosofi, serta identitas budaya yang terkandung dalam setiap wastra.

Tiga Program Utama Dekranasda Bali

Pengembangan fesyen berbasis wastra Bali tersebut diperkuat melalui tiga program utama Dekranasda Provinsi Bali.

Pertama, Dekranasda Bali Fashion Day, yang melibatkan perangkat daerah dan dilaksanakan setiap bulan. Kedua, Dekranasda Bali Fashion Week, yang digelar setiap akhir tahun. Ketiga, Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”, yang dilaksanakan secara bergiliran di kabupaten/kota di Bali.

Ketiga program tersebut diarahkan untuk menciptakan ruang yang lebih luas bagi desainer Bali, sekaligus mempertemukan karya kreatif dengan masyarakat dan pasar.

Putri Koster juga mendorong agar karya para desainer tidak berhenti di panggung peragaan. Perkembangan ruang kreatif dan digital harus dimanfaatkan untuk memperluas promosi serta pemasaran produk fesyen berbasis wastra Bali.

Endek Bali Berpeluang Mendunia

Potensi wastra Bali untuk menembus industri fesyen internasional juga menjadi perhatian Putri Koster.

Ia mengingatkan bahwa pada periode sebelumnya terdapat enam motif kain endek Bali yang dipilih rumah mode Dior untuk digunakan dalam koleksinya. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa wastra Bali memiliki daya tarik yang mampu diterima dalam industri fesyen dunia.

“Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Oleh karena itu, saya mengajak para perajin kain endek untuk terus menenun dan melakukan regenerasi. Sementara itu, para desainer muda Bali agar terus berkreasi dan berinovasi menghasilkan busana untuk ditampilkan di atas panggung, sekaligus menjadi rekomendasi pakaian yang dapat digunakan pada hari kerja,” ungkapnya.

Momentum tersebut sekaligus menjadi dorongan agar para perajin tidak berhenti menghasilkan kain, sementara desainer terus menciptakan inovasi agar wastra memiliki pasar yang lebih luas.

Tujuh Desainer Muda Tampil di Bangli

Dalam penyelenggaraan “Wastra Hitakara” di Bangli, tujuh desainer muda Bali mendapat kesempatan menampilkan karya mereka. Ketujuhnya yakni A Tiga by Turah Mayun, Taksu Design by Adhi Taksu, Agung Bali Collection by Agung Indira, Limas Boutique by Yenni Limas, Deluxe Design by Dayu Dian, Ipong Design by Ipong, serta Body & Mind Bali by Dayu Karang.

Salah satu desainer, A Tiga by Turah Mayun, antara lain menampilkan busana yang mengangkat payas agung Kabupaten Karangasem, payas ningrat Kabupaten Buleleng, serta payas agung Kota Denpasar.

Karya-karya tersebut menunjukkan bagaimana identitas dan karakter daerah dapat diterjemahkan ke dalam rancangan fesyen yang lebih modern tanpa meninggalkan akar budaya Bali.

Bangli Dorong Kreativitas Perajin dan IKM

Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyambut positif pelaksanaan “Wastra Hitakara” di wilayahnya.

Menurutnya, Bangli memiliki beragam produk wastra dan kerajinan dengan karakter serta keunikan tersendiri. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi agar mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus tetap mempertahankan identitas daerah.

Kegiatan seperti “Wastra Hitakara” diharapkan membuka ruang yang lebih besar bagi perajin dan pelaku UMKM/IKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar.

Selain memperluas jaringan pemasaran, pengembangan fesyen berbasis wastra juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kesejahteraan perajin, serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat untuk menggunakan produk lokal Bali.

Dari Perajin ke Pasar.

Putri Koster menegaskan, kekuatan Bali tidak hanya berada pada sektor pariwisata. Bali juga memiliki sumber daya kreatif yang lahir dari tangan para perajin, desainer, seniman, dan pelaku industri kreatif.

Menurutnya, tangan-tangan terampil tersebut merupakan bagian penting dari denyut perekonomian Bali karena mampu mengubah kekayaan budaya menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.

Karena itu, rantai ekonomi kreatif harus dibangun secara utuh. Perajin membutuhkan pasar, desainer membutuhkan bahan dan ruang kreativitas, sementara masyarakat membutuhkan produk fesyen yang berkualitas dan relevan.

Konsep tersebut kemudian diwujudkan pada penghujung acara ketika karya para desainer kembali ditampilkan di area catwalk Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” di Bangli.

Tidak berhenti sebagai tontonan, busana yang diperagakan juga dapat dipilih dan dibeli oleh para undangan yang hadir. Langkah ini menjadi upaya mempertemukan langsung karya, perajin, desainer, dan pasar.

Dengan demikian, “Wastra Hitakara” bukan sekadar parade busana. Program tersebut diarahkan menjadi bagian dari gerakan menjaga keberlanjutan wastra Bali, mendorong regenerasi perajin, membuka jalan bagi desainer muda kabupaten/kota, sekaligus membawa kain tradisional Bali masuk lebih jauh ke dalam industri fesyen modern.

Pesannya sederhana namun strategis: wastra Bali harus tetap hidup, dipakai, dikembangkan, dan memiliki nilai ekonomi tanpa kehilangan jati diri budayanya.

Reporter : Putu Ivan.
Redaktur : Agus Jaya.
Sumber : Rilis Pemprov Bali.

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif, BI NTT Tingkatkan Kapasitas UMKM

    Dukung Pengembangan Ekonomi Kreatif, BI NTT Tingkatkan Kapasitas UMKM

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) perkuat kapasitas UMKM untuk memajukan ekonomi kreatif di NTT. Provinsi NTT memiliki UMKM potensial di bidang ekonomi kreatif yang tersebar di berbagai wilayah. “NTT Memiliki produk-produk ekonomi kreatif UMKM yang berkualitas, seperti karya wastra dan kriya, namun kontribusinya masih terbatas. BI akan terus berkomitmen mengembangkan […]

  • Gubernur Koster: Media Kunci Sukseskan 100 Tahun Bali Era Baru

    Gubernur Koster: Media Kunci Sukseskan 100 Tahun Bali Era Baru

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com  – Media massa dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung arah pembangunan jangka panjang Provinsi Bali. Peran media menjadi kunci dalam mengawal transformasi besar Bali menuju masa depan yang berkelanjutan dan berakar pada nilai budaya. Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster, saat menggelar ramah tamah bersama insan pers di Rumah Jabatan Gubernur, Gedung […]

  • Kejari Indramayu Musnahkan Barang Bukti 128 Perkara, Bupati Lucky Hakim: Kita Perang Terhadap Pelaku Kejahatan!!.

    Kejari Indramayu Musnahkan Barang Bukti 128 Perkara, Bupati Lucky Hakim: Kita Perang Terhadap Pelaku Kejahatan!!.

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Setelah mendapatkan ketetapan hukum tetap Kejaksaan Negeri Indramayu memusnahkan beberapa barang bukti hasil tindak kejahatan di wilayah hukum Indramayu, Kamis (17/04/2025). Acara dipusatkan di halaman Kejaksaan Negeri Indramayu dengan membakar barang bukti tersebut. Pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan setelah penandatanganan berita acara oleh Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu (Kajari) didampingi dan disaksikan oleh Bupati […]

  • Komisi IV DPRD Badung Soroti Pelayanan RSUD Mangusada, Graha Wicaksana Minta Sosialisasi Mantap Nak Badung Diperkuat

    Komisi IV DPRD Badung Soroti Pelayanan RSUD Mangusada, Graha Wicaksana Minta Sosialisasi Mantap Nak Badung Diperkuat

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BADUNG – Komisi IV DPRD Kabupaten Badung menyoroti kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Mangusada, khususnya terkait implementasi Program Mantap Nak Badung. Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana menegaskan pentingnya penguatan sosialisasi program hingga ke seluruh tenaga kesehatan agar tidak kembali terjadi miskomunikasi yang berdampak terhadap pelayanan masyarakat. Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam […]

  • Proyek Jalan Hauling Tanpa AMDAL Ilegal, Harus Diperiksa

    Proyek Jalan Hauling Tanpa AMDAL Ilegal, Harus Diperiksa

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Proyek jalan khusus (hauling) batu bara yang digarap oleh PT PT Levi Bersaudara Abadi di Lahat, Sumatera Selatan, dinilai tidak sah atau ilegal karena sudah dibangun meski belum memiliki dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Menurut pakar lingkungan hidup Dr. Elviriadi, pembangunan proyek infrastruktur tambang tanpa AMDAL jelas melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun […]

  • Jelang Lebaran Warga Mendapat Bantuan Beras dari Walikota Magelang

    Jelang Lebaran Warga Mendapat Bantuan Beras dari Walikota Magelang

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 729
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono secara simbolis menyerahkan bantuan berupa beras dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada warga Kota Magelang yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan pada bulan Ramadan, Jumat (14/3/2025), di Aula Kecamatan Magelang Selatan. Damar menuturkan, menjelang hari raya, kebutuhan rumah tangga meningkat. Harga bahan pokok cenderung naik, sementara tidak […]

expand_less