Pilkel Blahbatuh: Jagoan Ratnadi Tumbang, Selisih 664 Suara Jadi Sorotan
- account_circle admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GIANYAR — Hasil Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Desa Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, menjadi sorotan. Calon nomor urut 2, I Made Dwiantara, S.AP., M.AP., yang diketahui mendapat dukungan politik dari anggota DPRD Gianyar I Made Ratnadi, harus mengakui keunggulan calon nomor urut 1, I Gusti Ngurah Widiya Wiyasa, S.H.
Berdasarkan hasil perolehan suara, Widiya Wiyasa tampil sebagai peraih suara terbanyak dengan 2.263 suara dari total 5.919 suara. Sementara Dwiantara berada di posisi kedua dengan 1.599 suara.
Selisih keduanya mencapai 664 suara, angka yang cukup signifikan dalam kontestasi tingkat desa yang melibatkan pemilih dari 12 banjar.
Posisi ketiga ditempati I Kadek Widyantara dengan 1.038 suara, disusul Ir. I Wayan Darmadi, S.T. dengan 843 suara. Sedangkan I Gusti Putu Agung, S.H. memperoleh 176 suara.
Sebaran Suara Berbeda di Tiap Banjar
Persaingan Pilkel Blahbatuh menunjukkan pola dukungan yang berbeda di masing-masing banjar.
Widiya Wiyasa mencatat perolehan tinggi di Banjar Tengah dengan 936 suara dan Banjar Torana sebanyak 509 suara. Sementara Dwiantara memperoleh dukungan kuat di Banjar Tubuh dengan 500 suara dan juga menjadi peraih suara tertinggi di sejumlah banjar lainnya.
I Kadek Widyantara mencatat perolehan signifikan di Banjar Kebon dengan 713 suara. Sedangkan I Wayan Darmadi menjadi peraih suara tertinggi di Banjar Pande sebanyak 306 suara dan Tusan sebanyak 299 suara.
Data tersebut menunjukkan bahwa kekuatan masing-masing calon tersebar di wilayah yang berbeda. Namun, secara akumulatif, Widiya Wiyasa berhasil mengungguli empat calon lainnya dan menempati posisi teratas.
Dukungan Politik Ratnadi Ikut Disorot
Hasil tersebut kemudian memunculkan sorotan terhadap posisi politik I Made Ratnadi, politisi asal Desa Buruan, Blahbatuh, yang disebut cukup aktif mengkampanyekan calon nomor urut 2, I Made Dwiantara.
Kekalahan Dwiantara dengan selisih 664 suara membuat dukungan tersebut menjadi bagian dari perbincangan politik lokal di Blahbatuh.
Namun, hasil Pilkel secara langsung hanya menunjukkan perolehan suara masing-masing calon. Adapun anggapan bahwa kekalahan tersebut mencerminkan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap Ratnadi merupakan penilaian politik yang masih membutuhkan indikator atau data pendukung lain di luar hasil Pilkel.
Dengan demikian, hasil Pilkel Blahbatuh menjadi salah satu gambaran mengenai dinamika dukungan masyarakat di tingkat desa, tetapi tidak dengan sendirinya dapat dijadikan ukuran tunggal terhadap tingkat kepercayaan publik kepada seorang politisi.
Dwiantara Terima Hasil dan Ucapkan Selamat
Di tengah hasil tersebut, I Made Dwiantara menunjukkan sikap menerima keputusan masyarakat. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada I Gusti Ngurah Widiya Wiyasa yang berhasil meraih suara terbanyak dan terpilih sebagai Perbekel Desa Blahbatuh.
Dwiantara menilai berakhirnya kontestasi bukan berarti berakhir pula perjuangan untuk masyarakat. Menurutnya, proses demokrasi harus menjadi momentum untuk kembali membangun kebersamaan dan kolaborasi di Desa Blahbatuh.
“Pagi-pagi saya sudah mengapresiasi kemenangan calon nomor satu, Gusti Ngurah Widya Wiasa, sebagai pemenang. Semalam saya juga langsung mengajak beliau untuk syukuran kecil di Banjar Tubuh sebagai bentuk apresiasi karena kontestasi ini berjalan damai dan sesuai harapan,” ujar Dwiantara, Senin (21/9/2026).
Menurut Dwiantara, perbedaan pilihan politik selama proses pemilihan tidak semestinya menjadi sekat di tengah masyarakat. Setelah seluruh tahapan Pilkel selesai, masyarakat harus kembali bersatu untuk membangun desa.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap berbuat bagi masyarakat Blahbatuh, termasuk dalam persoalan lingkungan, kegiatan sosial maupun berbagai persoalan kemasyarakatan lainnya.
“Masalah berbagi, masalah lainnya yang berkaitan dengan masyarakat, tentang lingkungan dan lain sebagainya, saya akan tetap berbuat semaksimal mungkin untuk masyarakat Blahbatuh. Tidak ada yang berkurang,” tegasnya.
Dwiantara mengakui hasil yang diperolehnya belum maksimal. Kendati demikian, ia menyebut perolehan tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus diterima secara lapang dada.
“Walaupun dalam hal ini masih ada yang kurang maksimal dari hasil yang diperoleh, tetapi ini sudah menjadi yang terbaik. Kemenangan nomor 1 juga merupakan kemenangan masyarakat Blahbatuh, kemenangan semua calon yang ikut dalam kontestasi,” ungkapnya.
Hasil Pilkel Blahbatuh kini menempatkan I Gusti Ngurah Widiya Wiyasa sebagai calon dengan perolehan suara tertinggi. Sementara bagi Dwiantara, kontestasi telah berakhir dan perjuangan untuk masyarakat Blahbatuh dinyatakan tetap berlanjut di luar arena pemilihan. (Adv/Red)
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar