PS Malaka ke 16 Besar ETMC 2025: Malam Ketika Kapten Menghidupkan Harapan
- account_circle Redaksi Matakompas
- calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NTT, Matakompas.com- 21 November 2025 menjadi malam yang tak akan mudah dilupakan oleh masyarakat Malaka.
PS Malaka menang 4–2 atas Persewa Waingapu dan memastikan diri lolos ke Babak 16 Besar ETMC 2025.
Namun kisah ini bukan sekadar tentang skor akhir. Ini adalah cerita tentang keteguhan, kebangkitan, dan bagaimana satu tim dipimpin satu kapten memilih untuk tidak menyerah ketika segalanya terasa berat.
Pertandingan belum lama dimulai ketika Malaka tersentak. Dionisius Umbu Leda membobol gawang mereka, dan seketika ribuan hati di tribun ikut runtuh.
Keheningan turun perlahan. Malam terasa lebih panjang dari biasanya.
Menit ke-24, Richard memecah kebuntuan. Dari skema bola mati, ia menyambar umpan sudut dan membuat kedudukan kembali imbang.
Gol itu seperti seberkas cahaya kecil yang menyalakan kembali keyakinan. Orang-orang kembali berdiri. Nafas kembali panjang.
Dan kemudian, muncul sosok yang menjadi pusat semesta Malaka malam itu: Yoko Jehaman, sang kapten.
Menit ke-38, wasit menunjuk titik putih. Stadion Marilonga menahan napas. Yoko melangkah pelan ke bola, seolah tahu seluruh harapan Malaka sedang dititipkan pada kakinya.
Tendangannya mulus masuk. 2–1. Sorak tak terbendung. Harapan kembali mekar.
Enam menit berselang, Yoko kembali mengoyak malam. Sepakan terukurnya pada menit 44 mengubah skor menjadi 3–1.
Di pinggir lapangan, para pemain cadangan saling merangkul. Ada yang menahan air mata, ada yang berteriak ke arah tribun:
“Manu Meo Laka Tebes!”
Babak kedua sempat menguji mental ketika Ronald Hendrik memperkecil kedudukan menjadi 3–2. Tensi meninggi.
Jantung berdegup cepat. Namun Malaka malam itu bukan Malaka yang gampang runtuh.
Dan seperti adegan puncak dalam film yang menegangkan, Yoko kembali muncul di menit-menit akhir.
Ia berlari tanpa bola, menemukan sedikit ruang, lalu melepaskan sepakan keras yang menghujam gawang Persewa.
GOL. Hattrick sang kapten. 4–2. Malaka lolos. Stadion Marilonga bergetar.
Di tribun, orang melompat, saling berpelukan, mengusap air mata, menyalakan harapan baru. Malam itu bukan sekadar kemenangan itu adalah deklarasi bahwa Malaka hidup, Malaka percaya, dan Malaka siap bertarung lebih jauh.
PS Malaka melangkah ke Babak 16 Besar dengan cara yang akan terus dikenang. Dengan hati yang menyala, dengan kapten yang berdiri paling depan, dan dengan ribuan pendukung yang mengirim doa dari rumah hingga dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) dan Wakil Bupati Hendri Melki Simu, A.Md (HMS), serta Ketua PSSI Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran, SH (ABS).
Malam ini, Malaka tidak hanya merayakan kemenangan. Mereka merayakan harapan yang kembali menyala, terang, dan tak ingin padam.*** Eky Luan
- Penulis: Redaksi Matakompas



Saat ini belum ada komentar