Breaking News
light_mode
Trending Tags

Penasihat Hukum RU Soroti Prosedur Penggeledahan dan Penyitaan, Minta Berkas Perkara Dibuka Terang di Persidangan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Sidang perkara pidana dengan terdakwa berinisial RU memasuki agenda pemeriksaan saksi terdakwa pada sidang ketiga, Kamis (24/9/2026). Dalam persidangan tersebut, tim penasihat hukum terdakwa menyoroti sejumlah hal terkait berkas perkara, khususnya mengenai proses penggeledahan dan penyitaan barang bukti.

Kuasa hukum RU, I Wayan Sudiarta, S.H. dan Hendrik T. Selan, S.H., meminta agar proses pembuktian dalam perkara tersebut dilakukan secara terang dan terbuka di hadapan Majelis Hakim.

Sudiarta menegaskan, pihaknya sejak awal mencoba memastikan kesesuaian berkas perkara yang berada di tangan penasihat hukum dengan berkas yang menjadi pegangan Majelis Hakim.

Menurutnya, persoalan tersebut penting karena berkas perkara merupakan bagian yang digunakan dalam proses penyusunan dakwaan sekaligus menjadi dasar pemeriksaan perkara di persidangan.

“Yang terpenting dari perkara ini adalah barang bukti penyitaan. Menurut kami jelas itu bermasalah, karena ada saksi tetapi tidak tanda tangan di berita acara,” ujar Sudiarta dalam keterangannya seusai persidangan.

Ia menjelaskan, pihaknya menemukan persoalan terkait keberadaan tanda tangan dalam dokumen berita acara yang mereka pegang. Karena itu, penasihat hukum berupaya memastikan dokumen yang menjadi dasar pembuktian benar-benar memiliki kesesuaian dan dapat dipertanggungjawabkan secara prosedural.

Sudiarta juga menyoroti posisi saksi dalam proses penggeledahan dan penyitaan. Menurut dia, saksi yang hadir dalam proses tersebut semestinya memberikan keterangan berdasarkan apa yang benar-benar dilihat dan diketahuinya ketika penggeledahan maupun penyitaan berlangsung.

“Kalau saksi yang menyaksikan penggeledahan, apa yang dilihat itu yang diterangkan. Itu saja,” katanya.

Penasihat hukum juga mempertanyakan apakah dalam proses penggeledahan terdapat pihak lain di luar keluarga yang menyaksikan tindakan tersebut. Pertanyaan ini dinilai penting untuk memastikan prosedur penggeledahan dan penyitaan dilakukan sesuai ketentuan hukum acara pidana.

Karena itu, tim penasihat hukum mengajukan saksi a de charge atau saksi yang dihadirkan untuk memberikan keterangan yang meringankan terdakwa.

Menurut Sudiarta, saksi a de charge tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi saat proses penggeledahan berlangsung, termasuk apakah keluarga terdakwa mengetahui atau turut menyaksikan proses tersebut.

“Kami tanyakan ada saksi dari luar keluarga atau tidak. Karena syarat penggeledahan itu harus ada yang mengetahui, setidak-tidaknya dari kepala lingkungan, keluarga, atau orang lain apabila keluarga tidak mau dilibatkan,” jelasnya.

Sudiarta menegaskan, langkah hukum yang dilakukan pihaknya bukan semata-mata untuk membela kesalahan terdakwa. Menurutnya, penasihat hukum berkewajiban memastikan hak-hak terdakwa tetap terpenuhi dan seluruh prosedur hukum dijalankan sebagaimana mestinya.

“Sekali lagi saya di sini bukan membela yang namanya kesalahan. Kami mencoba menunjukkan bagaimana tersangka mendapatkan haknya melalui prosedur hukum yang diterapkan secara benar,” tegasnya.

Selain persoalan prosedur penggeledahan dan penyitaan, penasihat hukum juga menyoroti keterangan mengenai penggunaan barang yang kemudian dikaitkan dengan terdakwa.

Sudiarta menilai, apabila pertanyaan yang diajukan kepada terdakwa berkaitan dengan tujuan atau penggunaan barang tertentu, maka keterangan tersebut pada prinsipnya merupakan bagian dari keterangan terdakwa, bukan secara otomatis dapat diposisikan sebagai keterangan saksi.

Bagi tim penasihat hukum, hal yang paling penting dalam pembuktian perkara pidana adalah memastikan setiap alat bukti diperoleh melalui proses yang terang, jelas, dan dapat diuji di persidangan.

“Dalam pembuktian hukum pidana, bukti itu harus terang. Terangnya di sini adalah bagaimana pengambilan barang bukti melalui upaya paksa, apakah terang atau tidak,” kata Sudiarta.

Ia juga meminta agar tidak terjadi perbedaan antara berkas perkara yang dipegang penasihat hukum dengan berkas yang digunakan dalam persidangan. Menurutnya, berkas perkara yang telah digunakan untuk menyusun dakwaan semestinya dapat dibuka dan diperiksa secara transparan dalam proses persidangan.

“Berkas perkara ini harus terang dan terbuka. Tidak di satu sisi ada, di sisi lain tidak. Karena berkas perkara itu sudah dipakai untuk menyusun dakwaan,” ujarnya.

Terkait adanya dokumen yang disebut telah memiliki tanda tangan, Sudiarta mengatakan pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai asal-usul ataupun proses penandatanganannya. Penasihat hukum, kata dia, hanya menyampaikan fakta yang muncul selama persidangan dan menyerahkan penilaiannya kepada Majelis Hakim.

“Masalah tadi sudah ditandatangani, entah dari mana menandatangani, itu di luar kemampuan kami. Kami hanya menyampaikan apa yang terjadi di dalam persidangan. Karena di dalam persidanganlah berkas perkara itu dibuka secara terang,” katanya.

Sementara itu, mengenai saksi a de charge, Sudiarta menjelaskan bahwa kehadiran saksi tersebut bukan hanya berkaitan dengan aspek prosedural, tetapi juga untuk memberikan keterangan mengenai kondisi terdakwa dari sisi materi perkara.

Menurut dia, keluarga yang mengenal terdakwa secara dekat dapat memberikan keterangan mengenai karakter dan kondisi terdakwa sebelum perkara ini berlangsung.

“Untuk saksi a de charge itu tujuannya meringankan, dari sisi proses dan dari sisi materialnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterangan keluarga menjadi penting karena mereka merupakan pihak yang mengetahui keseharian dan karakter terdakwa. Terlebih, dalam persidangan juga muncul pembahasan mengenai penggunaan narkoba oleh terdakwa.

Menurut Sudiarta, apabila seseorang disebut telah berulang kali menggunakan narkoba, maka hal tersebut semestinya dapat dikaji lebih jauh melalui keterangan yang objektif, termasuk mengenai dampak dan kondisi terdakwa.

“Kalau sudah dua-tiga kali pasti ada efek,” ujarnya.

Dengan berbagai persoalan tersebut, tim penasihat hukum RU berharap seluruh proses pemeriksaan perkara dapat berjalan terbuka dan objektif. Mereka menyerahkan penilaian akhir mengenai sah atau tidaknya proses penggeledahan, penyitaan, serta kekuatan alat bukti kepada Majelis Hakim berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan.

Sidang ketiga perkara RU pun menjadi momentum bagi tim penasihat hukum untuk menguji secara lebih jauh proses perolehan barang bukti sekaligus memastikan setiap hak terdakwa dalam proses hukum tetap terlindungi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasa Hukum I Made Daging Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur di Polda Bali, Minta Propam Tegakkan Integritas

    Kuasa Hukum I Made Daging Soroti Dugaan Pelanggaran Prosedur di Polda Bali, Minta Propam Tegakkan Integritas

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Tim kuasa hukum I Made Daging menyoroti dugaan persoalan dalam pelayanan kepolisian dan penanganan perkara yang menjerat kliennya. Tim hukum meminta Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Bali menangani laporan secara profesional, transparan, dan berintegritas tanpa melindungi anggota yang dilaporkan. Hal tersebut disampaikan I Made Ariel Suardana, S.H., M.H., yang akrab disapa […]

  • Menhub Hadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral

    Menhub Hadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 826
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Menhub Dudy Purwagandhi menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Jakarta pagi ini, untuk membahas kesiapan pengamanan Idulfitri 1446 H. Rapat ini turut dihadiri oleh Menko PMK, Menko Polhukam, Kapolri, Panglima TNI, serta sejumlah menteri dan perwakilan lembaga terkait. Senin(10/3/2025). Dalam rapat tersebut, Menhub menyampaikan empat poin utama yang telah disiapkan sejak hampir 2 […]

  • SEMANGAT KEMERDEKAAN DARI JATILUWIH

    SEMANGAT KEMERDEKAAN DARI JATILUWIH

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    TABANAN — Dari hamparan hijau persawahan Jatiluwih yang membentang di kaki pegunungan, semangat kemerdekaan kembali menemukan maknanya. Bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momentum untuk meneguhkan persatuan, menjaga warisan leluhur, serta membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi refleksi bersama bahwa kemerdekaan adalah […]

  • Tingkatkan Daya Saing Atlet, Dispora Bengkulu Genjot Kualitas Pelatih dan Wasit Lewat Pelatihan Berkala

    Tingkatkan Daya Saing Atlet, Dispora Bengkulu Genjot Kualitas Pelatih dan Wasit Lewat Pelatihan Berkala

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 107
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Dalam upaya memperkuat fondasi olahraga daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu berfokus pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), khususnya pelatih dan wasit. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menyelenggarakan pelatihan rutin bagi pelatih dan wasit dari berbagai cabang olahraga (cabor). Ika Joni Ikhwan, Kepala Dispora Bengkulu, menegaskan bahwa kualitas pelatih […]

  • Gung Cok Apresiasi SPMB Bali 2026: Sistem Dinilai Lebih Fair, Transparan, dan Terbuka, Usul Aturan Radius Perbatasan Disempurnakan

    Gung Cok Apresiasi SPMB Bali 2026: Sistem Dinilai Lebih Fair, Transparan, dan Terbuka, Usul Aturan Radius Perbatasan Disempurnakan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Denpasar – Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bali yang juga anggota Komisi IV DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka, SE (Gung Cok), memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang dinilai jauh lebih transparan, adil, dan akuntabel dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, ia mendorong penyempurnaan sejumlah aspek, khususnya terkait pengaturan […]

  • Saya Ingin Masyarakat Bali Kembali Tersenyum, Dr. Somvir Desak Gaji Pekerja Minimal Rp5 Juta

    Saya Ingin Masyarakat Bali Kembali Tersenyum, Dr. Somvir Desak Gaji Pekerja Minimal Rp5 Juta

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pertumbuhan pariwisata dan investasi di Bali dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan tenaga kerja lokal. Di tengah menjamurnya hotel berbintang, restoran, serta investasi bernilai besar, masih banyak pekerja pariwisata yang disebut hanya menerima penghasilan sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan. Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali, […]

expand_less