Breaking News
light_mode
Trending Tags

ICCB Bali Mangkrak 22 Tahun, Dr. Somvir Ungkap Hubungan Istimewa Indonesia-India Ingatkan Peran Besar Biju Patnaik Selamatkan Tokoh RI Tembus Blokade Agresi Belanda

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Rencana pembangunan India Cultural Centre Bali (ICCB) di kawasan Renon, Denpasar kembali menjadi perhatian publik, setelah aset tanah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali disebut belum terealisasi selama 22 tahun.

Tokoh Masyarakat Bali, Dr. Somvir mengingatkan pentingnya penyelesaian proyek tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan historis Indonesia dan India.

Dr. Somvir mengungkapkan hubungan Indonesia dan India tidak hanya dibangun melalui kerja sama diplomatik modern, tetapi memiliki akar sejarah panjang yang lahir dari persahabatan para tokoh besar kedua negara sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sorotan atas ICCB mangkrak muncul, setelah keberadaan aset tanah Pemprov Bali di Jalan Tantular, Renon, Denpasar yang sebelumnya direncanakan sebagai lokasi Pusat Kebudayaan India kembali menjadi pembahasan publik.

Bahkan, lokasi tersebut sudah memiliki plang nama setelah rencana pembangunan sempat diresmikan oleh Gubernur Bali periode 1998-2008, Dewa Beratha bersama Dubes India Hemant Krishan Singh dan DG ICCR Rakesh Kumar.

Menurut Dr. Somvir, keberadaan ICCB memiliki nilai strategis, karena menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kebudayaan Indonesia dan India yang telah terjalin sejak era kemerdekaan.

Dr. Somvir juga mengingatkan kembali sosok Bijayananda “Biju” Patnaik sebagai tokoh kemerdekaan India sekaligus pilot legendaris yang memiliki peran besar membantu perjuangan Republik Indonesia menghadapi tekanan kolonial Belanda.

Menurutnya, Biju Patnaik sebagai pilot dan politikus India yang ditugaskan PM India Jawaharlal Nehru untuk membantu Indonesia, guna menembus blokade udara Belanda, pada Juni 1947.

Dimana, Belanda sempat mengancam akan menembak jatuh pesawat tersebut jika berani memasuki wilayah udara Indonesia. Menanggapi ancaman itu, Biju dengan berani menyatakan bahwa India tidak mengakui kedaulatan Belanda atas rakyat Indonesia dan siap menanggung risiko penembakan.

Kemudian, Biju Patnaik menerbangkan pesawat Douglas C-47 Dakota ke Yogyakarta untuk menjemput dan menyelamatkan tokoh-tokoh penting Republik Indonesia, terutama Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir demi mengamankan kepemimpinan Indonesia.

Penerbangan itu memastikan kepemimpinan Indonesia tidak ditangkap atau dibunuh oleh Belanda, serta membuka jalan bagi dukungan diplomatik India di forum Internasional (PBB).

Biju menerbangkan Sutan Sjahrir ke India tepat sehari setelah Agresi Militer Belanda I. Misi itu berhasil menjemput Mohammad Hatta dari Yogyakarta menuju India untuk menemui Jawaharlal Nehru dan Mahatma Gandhi.

Atas jasa-jasanya, Biju Patnaik dianugerahi gelar “Bhoomi Putra” (Putra Daerah) oleh pemerintah Indonesiabpada tahun 1950, sebuah penghormatan warga negara asing tertinggi pada masa itu.

Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas jasanya yang luar biasa dalam membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Aksi heroik ini berbuah persahabatan erat dengan Bung Karno, bahkan berkat kedekatan mereka, Patnaik mendapat kehormatan untuk memberikan nama “Megawati” kepada putri Sang Proklamator.

Lebih lanjut, nama Megawati memiliki cerita historis, karena diberikan oleh Biju Patnaik saat berada di Yogyakarta.

Waktu itu Yogyakarta dilanda angin ribut, dan Soekarno bertanya kepada Patnaik terkait nama anaknya dan dijawab nama Megawati artinya Dewi Awan yang berasal dari bahasa Sanskerta.

Selain turut membantu Indonesia mempertahankan kemerdekaan, Biju Patnaik juga seorang guru dari tiga pahlawan nasional Indonesia, yakni penerbangan pertama Indonesia Adisucipto, Iswahyudi, dan Abdulrahman Saleh. Biju Patnaik disebut sempat mengajarkan ketiganya ilmu penerbangan.

Kemudian, hubungan istimewa Indonesia dan India berlanjut pada dasa warsa 1950-an dan 1960-an.

Hal itu diungkapkan, pasca Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty bertemu dengan Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri.

Keduanya membahas kedekatan hubungan India dan Indonesia sejak era Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru.

Pertemuan digelar di kediaman Megawati, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

Pada saat itu, Soekarno sejak muda mengakui sejumlah intelektual India sebagai “guru” politiknya, seperti Cri Aurobindo dan Mahatma Gandhi.

Soekarno muda juga pembaca tekun Bhagavadgita yang diterjemah-tafsirkan oleh Aurobindo.

Pilihan politiknya untuk mengabdi total buat negeri, perjuangan tanpa pamrih, seperti diakui Soekarno berasal dari Bhagavadgita Aurobindo.

Strategi politiknya yang memilih jalan diplomasi, strategi politik berdikari seperti pengakuan Soekarno memperoleh inspirasi dari cara berpolitik Gandhi.

Hubungannya yang sangat dekat secara personal dengan Perdana Menteri Nehru, sehingga Wisma Indonesia yang ada di New Delhi, di kawasan elite, merupakan hadiah  dari Nehru kepada Soekarno.

“Kunjungan PM Nehru yang disambut sangat meriah saat berkunjung ke Indonesia, kunjungan relatif lama seorang kepala negara,” paparnya.

Untuk itu, ke depan, relasi Indonesia dan India semestinya dipulihkan kembali seperti di waktu sebelumnya.

Dalam konteks sekarang, peningkatan kerja sama kebudayaan, IPTEK, dimana India banyak mempunyai keunggulan.

Apalagi, India pembeli CPO Indonesia cukup besar, yang di masa depan perlu lebih ditingkatkan.

India berhasil dalam teknologi pangan, Indonesia semestinya banyak belajar dari India.

Karena kedekatan hubungan historis, semestinya kalau dilakukan manajemen industri pariwisata yang tepat, wisatawan India bisa berkunjung lebih banyak ke Bali.

Pertemuan Dubes Sandeep dengan Megawati memperlihatkan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak dibangun semata oleh kepentingan diplomatik modern, melainkan berakar pada persahabatan ideologis yang telah terjalin sejak masa perjuangan kemerdekaan.

Megawati membuka percakapan dengan mengenang pengalaman pribadinya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok (GNB) di Beograd, Yugoslavia, pada 1 hingga 6 September 1961. Saat itu, Megawati masih berusia 14 tahun, tetapi telah ikut dalam delegasi Indonesia dan bertemu langsung dengan sejumlah tokoh besar dunia.

Ia mengingat bagaimana dirinya duduk bersama para pendiri Gerakan Non-Blok, termasuk Jawaharlal Nehru. Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membekas dalam hidupnya.

“Saya saat itu memakai kebaya,” kata Megawati sambil menunjukkan foto lama pertemuannya dengan Nehru.

Megawati juga memperlihatkan sejumlah dokumentasi bersejarah lain, termasuk foto ketika Nehru berbincang dengan Presiden Soekarno di Istana Merdeka pada 8 Juni 1950.

Dalam foto itu terlihat Guntur Soekarnoputra tengah bermain sepeda sambil membonceng Megawati kecil.

Cerita-cerita tersebut menggambarkan bagaimana hubungan Indonesia dan India kala itu bukan hanya berlangsung di tingkat kenegaraan, tetapi juga terasa dekat secara personal di antara keluarga para pemimpin.

Sementara itu, Duta Besar India Sandeep Chakravorty menilai hubungan yang dibangun Soekarno dan Nehru telah menjadi warisan diplomatik penting bagi kedua negara. Menurutnya, kedekatan dua tokoh tersebut masih terasa dalam hubungan bilateral Indonesia dan India hingga saat ini.

“Hubungan baik kedua negara sampai saat ini terjalin dan dibangun oleh kedua Bapak Bangsa, Presiden Soekarno dan PM Nehru,” ujar Sandeep.

Ia juga mengungkapkan bahwa jejak sejarah keluarga Soekarno masih mendapat tempat khusus di India. Saat berkunjung ke Museum Nehru di New Delhi, Sandeep mengaku melihat foto Megawati bersama Soekarno dipajang di sana.

“Saya juga melihat foto Ibu Megawati dan Soekarno dipajang di Museum Nehru di New Delhi,” katanya.

Sandeep sendiri bukan sosok baru bagi Megawati. Ia mengaku pernah bertemu Megawati di Korea Utara pada 2011 dan kembali berjumpa saat Gala Dinner KTT G20 di Bali pada 2022. Pertemuan di Menteng kali ini menurutnya terasa sangat personal karena dipenuhi kenangan sejarah dan refleksi hubungan kedua negara.

“Kehormatan besar dapat bertemu dengan Ibu Megawati Sukarnoputri, mantan Presiden Indonesia dan putri dari Presiden Sukarno. Beliau adalah simbol hidup dari eratnya hubungan kedua negara kita dan pertemuan kami terasa sangat hangat dengan cerita-cerita kenangan masa lalu,” kata Sandeep.

Dalam pertemuan itu, Megawati juga menceritakan bagaimana Presiden Soekarno dahulu memilih lokasi kedutaan India di Indonesia. Sebagai balasan, Nehru kemudian membantu mencarikan lokasi kedutaan Indonesia di New Delhi yang berada dekat dengan kediaman Perdana Menteri India saat itu.

Cerita tersebut memperlihatkan bahwa diplomasi pada masa awal kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama formal, tetapi juga melalui simbol kedekatan dan penghormatan personal antar pemimpin negara.

India sendiri dikenal sebagai salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara, terutama di tengah dinamika politik global pasca-Perang Dunia II dan lahirnya negara-negara baru di Asia.

Hingga kini, hubungan Indonesia dan India terus berkembang dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan, teknologi, pendidikan hingga kerjasama strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Selain nostalgia sejarah, pembahasan dalam pertemuan itu juga menyentuh isu-isu global yang lebih luas.

Dalam konteks global yang terus berubah, kedua negara dinilai memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam percaturan dunia.

Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan pertukaran cenderamata. Sandeep menyerahkan miniatur Taj Mahal sebagai simbol India, sementara Megawati memberikan miniatur kapal Pinisi dan kemeja tenun endek sebagai representasi budaya Indonesia.

“Momen itu menjadi simbol kecil dari hubungan panjang dua negara yang dibangun bukan hanya oleh kepentingan politik, tetapi juga oleh memori sejarah, penghormatan budaya, dan persahabatan lintas generasi,” kata Dr. Somvir yang juga Ketua Fraksi NasDem-Demokrat DPRD Provinsi Bali.

Dengan demikian, Dr. Somvir yang juga Ketua Fraksi Demokrat – NasDem DPRD Bali mengharapkan Pemprov. Bali segera mengurus aset tersebut demi menjaga dan menghormati hubungan baik Indonesia dan India.

Apalagi rencana kedatangan PM India Narendra Modi ke Indonesia, Pemerintah Provinsi Bali sudah seyogyanya memastikan target penyelesaikan gedung Indian Cultural Centre Bali (ICCB) yang telah disepakati 22 tahun lalu saat kepemimpinan Gubernur Drs. Dewa Made Beratha.

“Biju Patnaik sudah pernaha menyelamatkan tokoh-tokoh penting Republik Indonesia, terutama Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir demi mengamankan kepemimpinan Indonesia. Semestinya penyelesaikan ICCB Renon bisa segera dituntaskan,” ungkap Somvir yang juga Pengajar Yoga di Denpasar, di Jumat, 19 Juni 2026.

Pada kesempatan itu pula, Dr. Somvir mengucapkan Selamat Hari Yoga Internasional atau International Yoga Day (IYD) 2026 yang jatuh pada Minggu, 21 Juni 2026.

Hari Yoga Internasional sendiri ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 69/131 tahun 2014, atas usulan Perdana Menteri India Narendra Modi. Tanggal 21 Juni dipilih karena bertepatan dengan titik balik matahari musim panas, yang dimaknai sebagai simbol cahaya dan kesadaran.

Dalam peringatan itu pula, Konsulat Jenderal India dan Pusat Kebudayaan Swami Vivekananda (SVCC) Bali bekerja sama dengan ITDC The Nusa Dua menyelenggarakan perayaaan Hari Yoga Internasional ke-12 pada hari Minggu, 21 Juni 2026 bertempat di Peninsula Island, Kawasan The Nusa Dua – ITDC, Badung, Bali pukul 17.00 WITA hingga selesai.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PS Malaka Unggul Sementara 1–0, Gol Cepat di Menit ke-4 Guncang Langit Marilonga

    PS Malaka Unggul Sementara 1–0, Gol Cepat di Menit ke-4 Guncang Langit Marilonga

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 22
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- PS Malaka membuka laga perempat-final ETMC 2025 dengan cara paling elegan dan paling menggigit: gol cepat di menit ke-4 yang langsung mengunci keunggulan sementara 1–0 atas Bajak Laut Labuan Bajo. Stadion Marilonga mendadak bergemuruh. Sorakan pendukung Manumeo meledak, sementara kubu lawan tampak terguncang oleh kejutan awal ini lewat sepakat kaki pemain atas nama […]

  • Gelapkan Duit Sitaan Robot Tranding, Oknum Jaksa dan 2 Pengacara Dibui

    Gelapkan Duit Sitaan Robot Tranding, Oknum Jaksa dan 2 Pengacara Dibui

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 940
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, Patris Yusrian Jaya tangkap dua oknum pengacara berinisial BG dan OS serta seorang oknum Jaksa berinisial A yang menjabat Kasi Intel Kejaksaan Negeri Landak Kalimantan Barat. Ketiganya saat ini telah diamankan di Rumah Tahanan Negara Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari kedepan. […]

  • Tergugat Kompak Mangkir di Sidang Perdana, Gugatan Dugaan Penguasaan Aset Rp18 Miliar terhadap PT EMI Bergulir di PN Jakarta Selatan

    Tergugat Kompak Mangkir di Sidang Perdana, Gugatan Dugaan Penguasaan Aset Rp18 Miliar terhadap PT EMI Bergulir di PN Jakarta Selatan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    JAKARTA – Persidangan perdana gugatan perdata terkait dugaan penguasaan aset senilai Rp18 miliar terhadap PT Energi Makmur Indonesia (PT EMI), Rivan Putera Yuwono, dan Anthony James Harahap resmi digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (29/7/2026). Namun, sidang yang teregister dalam perkara Nomor 817/Pdt.G/2026/PN Jakarta Selatan dan 819/Pdt.G/2026/PN Jakarta Selatan itu berlangsung tanpa kehadiran […]

  • Dispora Bengkulu Terus Pacu Prestasi Futsal, Pembinaan Atlet Muda Jadi Prioritas

    Dispora Bengkulu Terus Pacu Prestasi Futsal, Pembinaan Atlet Muda Jadi Prioritas

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com –  Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan olahraga futsal di daerah. Berbagai upaya dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pembinaan atlet muda berbakat hingga peningkatan fasilitas olahraga, demi mencapai prestasi yang membanggakan. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Bengkulu, Julian Wijaya, S.Kom, M.AP, menegaskan bahwa pihaknya memiliki visi untuk […]

  • Pansus TRAP DPRD Bali Tegaskan Rekomendasi BTID Sudah Lengkap, Tinggal Dibawa ke Paripurna

    Pansus TRAP DPRD Bali Tegaskan Rekomendasi BTID Sudah Lengkap, Tinggal Dibawa ke Paripurna

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR — Drama pembahasan dugaan pelanggaran di kawasan proyek KEK Kura-Kura Bali kembali memanas. Rekomendasi Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali terkait PT Bali Turtle Island Development (BTID) batal dibawa dalam Rapat Paripurna ke-37 DPRD Bali, Senin (18/5). Meski demikian, Pansus memastikan seluruh rekomendasi sebenarnya sudah rampung dan tinggal menunggu […]

  • AAI ON Denpasar Gelar Seminar KUHAP 2025, Perkuat Peran Advokat dalam Reformasi Peradilan Berbasis HAM

    AAI ON Denpasar Gelar Seminar KUHAP 2025, Perkuat Peran Advokat dalam Reformasi Peradilan Berbasis HAM

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Advokat Indonesia Officio Nobile (AAI ON) Denpasar, Gede Wija Kusuma, S.H., M.H., menegaskan AAI ON Denpasar berupaya membedah pembaharuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terbaru, yakni Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2025, serangkaian Hari Jadi AAI ke-34. Kupas Tuntas KUHAP terbaru bertujuan sebagai bentuk […]

expand_less