Wagub Giri Prasta Turun Langsung ke Tragedi Longsor Pelaga Kecamatan Petang Badung
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month 7 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG, Matacompas.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meninjau lokasi tanah longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Senin (2/11/2026).
Peninjauan tersebut bertujuan untuk memastikan proses pencarian dua korban yang masih hilang berjalan optimal sekaligus mengevaluasi aspek keselamatan kawasan wisata berbasis alam.
Dalam kunjungan tersebut, Giri Prasta didampingi anggota DPRD Badung Made Bima Nata. Pemerintah daerah menegaskan pencarian korban menjadi prioritas utama, di tengah upaya penanganan material longsor dan antisipasi potensi bencana susulan.
Longsor yang dipicu hujan deras tersebut disertai aliran air deras yang menerjang kawasan akomodasi wisata. Dua orang dilaporkan belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
“Ketika berbicara masalah bencana, yang pertama harus kita lihat adalah sisi kemanusiaan. Sesuai laporan manajemen yang ada di sini, terdapat dua warga yang belum ditemukan akibat tanah longsor ini. Karena itu, kami bersama seluruh tim memastikan proses pencarian dilakukan secara optimal,” tegas Giri Prasta.
Pencarian Diperluas hingga Kawasan Hilir
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Badung, Polri, Brimob, dan TNI. Sejak pagi, petugas melakukan penyisiran di sekitar titik longsor hingga kawasan hilir untuk menemukan dua korban yang masih hilang.
Pengaturan debit air juga dilakukan melalui penutupan bendung di bagian utara kawasan guna mendukung keselamatan petugas serta memperlancar proses pembersihan material longsor.
Giri Prasta menjelaskan, pencarian diprioritaskan pada area yang tertimbun material longsor. Apabila korban belum ditemukan, penyisiran dilanjutkan sepanjang aliran air dari kawasan hilir menuju titik kejadian.
“Harapan kami, kedua korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, apa pun kondisinya, tim sudah bersiap dan akan terus melakukan upaya pencarian,” ujarnya.
Operasi pencarian dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Evaluasi dilakukan setelah tujuh hari dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, perkembangan pencarian, serta permintaan keluarga korban.
Wagub Giri Prasta juga mengapresiasi kesigapan petugas dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana. Ia mengingatkan seluruh pihak agar tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan mengingat kondisi cuaca dan medan yang masih berisiko.
Bupati Adi Arnawa: Kawasan Wisata Alam Harus Dievaluasi
Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan keprihatinan atas bencana yang terjadi di kawasan Pelaga. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan kondisi lingkungan, khususnya kawasan akomodasi wisata berbasis alam di Badung Utara.
“Berangkat dari kejadian ini, tentu kami akan melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, meskipun dari sisi perizinan sudah ada pengaturan dan proses yang telah ditempuh. Namun demikian, evaluasi tetap perlu dilakukan agar tidak kembali menimbulkan korban, baik di lokasi ini maupun di tempat lainnya di Badung,” tegas Bupati Adi Arnawa.
Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa pengembangan pariwisata alam dan agrowisata harus mempertimbangkan potensi kerawanan bencana serta keselamatan wisatawan, pekerja, dan masyarakat sekitar.
Evaluasi juga akan mencakup kondisi lingkungan, keamanan kawasan, serta kesiapsiagaan pengelola dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana.
Perkuat Mitigasi di Kawasan Rawan Longsor
Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan darurat sekaligus meningkatkan mitigasi bencana, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan longsor.
Selain memastikan pencarian korban terus berjalan, pemerintah mendorong peningkatan kesiapsiagaan dan pengawasan terhadap keamanan destinasi wisata berbasis alam.
Bencana di Pelaga menjadi perhatian penting bagi pengelolaan pariwisata Badung, agar pengembangan destinasi tidak hanya berorientasi pada daya tarik wisata, tetapi juga memperhatikan daya dukung lingkungan, risiko bencana, serta keselamatan manusia.
Reporter : Putu Ivan
Editor : Agus Jaya
Sumber : Rilis Pemprov Bali
- Penulis: Redaksi Bali










Saat ini belum ada komentar