Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tagel Winarta Soroti Pelanggaran Berat JW Marriott Payangan: Irigasi Ditutup, Perizinan Diduga Belum Lengkap

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR, Matakompas.com — Anggota DPRD Provinsi Bali dari Dapil Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, menegaskan komitmennya untuk menjaga tata ruang dan kelestarian lingkungan Bali. Hal itu disampaikan saat ia ikut memimpin langkah tegas Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali dalam sidak proyek pembangunan JW Marriott Hotel, Restoran, dan Spa di Desa Puhu, Payangan, Gianyar, Kamis (27/11).

Dalam sidak tersebut, Tagel Winarta menemukan sejumlah pelanggaran mencolok yang dinilai tidak bisa ditoleransi. Salah satunya penutupan saluran irigasi yang bahkan masuk ke dalam struktur bangunan hotel. Pelanggaran ini dianggap mengancam sistem subak, lingkungan sekitar, hingga keamanan konstruksi bangunan.

Saluran Irigasi Tertutup: “Ini Sudah Melanggar Aturan”

Tagel Winarta menegaskan bahwa keberadaan bangunan yang menutup aliran air merupakan pelanggaran serius terhadap aturan tata ruang dan perlindungan subak Bali.

“Ini sudah melanggar aturan. Tidak boleh ada bangunan menutup irigasi. Area itu harus bebas dan dilindungi,” tegas Tagel Winarta di lokasi sidak.

Menurutnya, saluran irigasi adalah bagian penting dari sistem subak yang harus dipertahankan, apalagi berada di kawasan dengan kontur tanah miring yang rawan longsor. Kondisi seperti ini bukan hanya merusak tatanan subak, namun juga berbahaya bagi masyarakat sekitar.

IMB Masih Atas Nama Pemilik Lama, Perizinan Diduga Tidak Lengkap

Selain masalah irigasi, Tagel Winarta menyoroti persoalan administrasi proyek. Meski proyek mengklaim memiliki IMB, namun dokumen tersebut masih atas nama Sheraton, pemilik sebelumnya.

Sementara itu, beberapa perizinan lain yang semestinya diperbarui oleh pihak manajemen baru, belum ditunjukkan kepada Pansus.

“Perizinan ini harus dicek ulang. Jangan sampai ada yang belum lengkap. Kalau izinnya tidak sesuai, tentu pembangunan tidak boleh diteruskan,” ujar Tagel Winarta.

Ia menegaskan, pelanggaran perizinan di kawasan Payangan belakangan ini semakin mengkhawatirkan. Banyak kasus alih fungsi lahan dan kaplingan yang diduga melanggar aturan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).

Akan Cek Kaplingan Lahan dan Dugaan Pelanggaran LP2B

Dalam kesempatan itu, Tagel Winarta mengungkap bahwa Pansus juga sedang menyoroti maraknya kaplingan lahan di beberapa titik di Payangan, termasuk kawasan Blok Batu.

“Banyak lahan yang berubah fungsi, terjadi kaplingan. Ini harus diturunkan tim. Kita cek dasar perizinannya, termasuk LP2B yang wajib dipertahankan,” tegas Tagel Winarta.

Ia menambahkan, komitmen pengawasan tidak akan berhenti pada proyek JW Marriott saja. Pansus akan turun ke titik-titik lain yang diduga melanggar aturan tata ruang.

Pembangunan Dihentikan Sementara

Berdasarkan hasil sidak bersama Satpol PP Bali dan Gianyar, serta OPD terkait, Pansus TRAP akhirnya memutuskan penghentian sementara seluruh aktivitas konstruksi JW Marriott sampai perizinan diverifikasi dan masalah lingkungan diselesaikan.

Tagel Winarta memastikan bahwa penghentian ini adalah langkah tegas demi menjaga marwah aturan, keselamatan lingkungan, dan kewibawaan tata ruang Bali.

“Kami tidak anti-investasi. Tetapi semua investasi wajib patuh aturan. Lingkungan dan tata ruang tidak boleh dikorbankan,” ujarnya menegaskan.

Komitmen Tagel Winarta: Turun Tangan Kawal Penegakan Aturan

I Wayan Tagel Winarta menegaskan bahwa pihaknya siap turun kembali bersama tim untuk memastikan semua masalah diproses secara transparan. Baik perizinan, pelanggaran irigasi, hingga dugaan alih fungsi lahan akan menjadi perhatian serius.

“Kami akan cek semuanya. Tidak boleh ada yang bermain-main dengan aturan. Ini untuk kepentingan masyarakat Gianyar dan keberlanjutan Bali,” kata Tagel Winarta.

Dengan langkah tegas Pansus TRAP ini, publik berharap tata ruang dan sistem pertanian tradisional Bali dapat tetap terlindungi dari pembangunan yang tidak taat aturan. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Bupati Cirebon Soroti Optimalisasi IKD dan Ketersediaan Blanko KTP

    Pj Bupati Cirebon Soroti Optimalisasi IKD dan Ketersediaan Blanko KTP

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menyoroti sejumlah hal terkait layanan administrasi kependudukan, khususnya optimalisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta ketersediaan blanko KTP. “Saat ini, penerapan IKD masih di bawah rata-rata. Perlu ada peningkatan lebih optimal,” kata Wahyu saat mengunjungi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon, Senin (10/2/2025). Ia menyebut […]

  • PSMS Bukan Milik Pribadi

    PSMS Bukan Milik Pribadi

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    MEDAN – Rencana Direktur Utama PT Kinantan Medan Indonesia (KMI) menjual PSMS Medan mendapat tantangan. Tantangan itu datang dari klub anggota PSMS Medan. “PSMS bukanlah milik pribadi. Tidak ada hak pribadi atau perusahaan untuk menjual belikan PSMS,” tegas Ketua PS Pratama Sunarto Fajar didampingi Ketua PS Bintang Utara Sari Azhar Tanjung, Ketua PS Sahata Sumitro […]

  • Proyek Pembongkaran Total RSUD Wangaya Dikritik: Modernisasi Jangan Hapus Jejak Sejarah Denpasar

    Proyek Pembongkaran Total RSUD Wangaya Dikritik: Modernisasi Jangan Hapus Jejak Sejarah Denpasar

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Rencana pembongkaran total gedung lama RSUD Wangaya Kota Denpasar memicu sorotan tajam. Langkah ini dinilai sebagai solusi ekstrem yang mengabaikan nilai historis rumah sakit tertua di Bali tersebut. Mantan Anggota DPRD Kota Denpasar tiga periode, Ir. Anak Agung Susruta Ngurah Putra, menyuarakan keprihatinannya terhadap kebijakan yang dianggap kontradiktif dengan semangat pelestarian budaya […]

  • Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta Apresiasi Bantuan Pemkab Badung Rp11,7 Miliar Dorong Pelestarian Adat di Abianbase

    Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta Apresiasi Bantuan Pemkab Badung Rp11,7 Miliar Dorong Pelestarian Adat di Abianbase

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Wakil Ketua III DPRD Badung, I Made Sunarta menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan tempat suci di Desa Adat Abianbase, Kecamatan Mengwi. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta, saat pelaksanaan upacara melaspas Medasar Caru Rsi Gana di Pura Dalem Gede, Desa […]

  • Dispora Provinsi Bengkulu Mengajak Seluruh Masyarakat Dukung Tasya di Ajang Putri Indonesia 2025

    Dispora Provinsi Bengkulu Mengajak Seluruh Masyarakat Dukung Tasya di Ajang Putri Indonesia 2025

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 68
    • 0Komentar
  • Dinilai Berpotensi Picu Goncangan Sosial, Somya Soroti Penerbitan SKKL Proyek FSRU LNG Bali

    Dinilai Berpotensi Picu Goncangan Sosial, Somya Soroti Penerbitan SKKL Proyek FSRU LNG Bali

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Pengamat Hukum dan Masyarakat, Somya menilai terbitnya Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL) berpotensi memunculkan berbagai dinamika baru, baik dalam aspek sosial maupun dalam penyesuaian regulasi yang berkaitan dengan proyek Floating Storage and Regasification Unit Liquefied Natural Gas (FSRU LNG) di Bali. Menurut Somya, setelah SKKL diterbitkan, pemerintah berpotensi akan lebih banyak […]

expand_less