Breaking News
light_mode
Trending Tags

Diah Maharani Bacakan Sikap PDIP, Supartha Tegaskan Pariwisata Bali Harus Berkualitas Tanpa Meninggalkan Akar Budaya

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali menegaskan arah kebijakan pembangunan daerah harus tetap berpijak pada budaya, keberlanjutan, dan kesejahteraan masyarakat. Sikap tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Selasa (14/4/2026), melalui pandangan umum fraksi yang dibacakan oleh Putu Diah Pradnya Maharani, mewakili Ketua Fraksi I Made Supartha.

Dalam pandangan tersebut, Fraksi PDIP menyatakan dukungan terhadap pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yakni tentang Tata Kelola Usaha Pariwisata Bali Berkualitas dan perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Namun, dukungan ini disertai penekanan kuat agar implementasi kebijakan benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat dan pelestarian budaya Bali.

Fraksi PDIP menilai, Bali saat ini tengah berada dalam fase transisi penting dari pariwisata massal menuju pariwisata berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu mengintegrasikan pengawasan, penertiban, pembinaan, hingga penegakan hukum secara konsisten.

“Pariwisata Bali tidak boleh tumbuh tanpa kendali. Jika tidak ditata dengan baik, akan memicu persoalan serius seperti tekanan tata ruang, sampah, hingga menurunnya kualitas lingkungan,” tegas Diah saat membacakan pandangan fraksi.

Dalam konteks ini, Fraksi PDIP memandang Raperda Tata Kelola Usaha Pariwisata Bali Berkualitas sebagai langkah strategis yang dapat berfungsi sebagai lex specialis daerah. Regulasi ini diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai lokal seperti Tri Hita Karana ke dalam praktik pariwisata secara operasional, demi menjaga “taksu” Bali tetap ajeg.

Ketua Fraksi PDIP, I Made Supartha, melalui pandangan tersebut menegaskan bahwa arah pembangunan Bali ke depan harus selaras dengan visi besar Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta haluan pembangunan jangka panjang. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh tercerabut dari akar budaya, sebagaimana ajaran Soekarno tentang pentingnya kepribadian bangsa dalam kebudayaan dan semangat gotong royong.

Selain itu, Fraksi PDIP juga menyoroti pentingnya integrasi kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, khususnya dalam penataan ruang. Perizinan usaha pariwisata harus berbasis zonasi dan daya dukung lingkungan guna mencegah overdevelopment di kawasan tertentu.

Fraksi juga menekankan bahwa pembangunan pariwisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, pelaku usaha, investor, hingga desa adat.

Di sisi lain, perlindungan terhadap wisatawan juga menjadi perhatian. Fraksi mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk menghadirkan layanan pariwisata yang aman, informatif, dan profesional, termasuk melalui peningkatan kompetensi dan sertifikasi sumber daya manusia.

Sementara itu, terkait perubahan Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Fraksi PDIP menilai langkah tersebut sebagai strategi penting dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, mereka mengingatkan bahwa kebijakan fiskal tidak boleh semata berorientasi pada pendapatan, melainkan harus diiringi peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Retribusi harus menjadi instrumen perbaikan layanan, bukan sekadar alat fiskal. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang modern, transparan, dan akuntabel,” tegas Supartha dalam sikap fraksinya.

Fraksi juga mendorong adanya pembenahan kinerja perangkat daerah, termasuk penetapan target berbasis evaluasi, guna memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan terukur.

Mengakhiri pandangannya, Fraksi PDI Perjuangan menyatakan sepakat untuk melanjutkan pembahasan kedua Raperda tersebut. Mereka menilai substansi regulasi sudah berada di jalur yang tepat untuk memperkuat tata kelola pariwisata berbasis budaya sekaligus meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

“Bali harus maju, tetapi kemajuan itu tidak boleh meninggalkan budayanya. Pariwisata harus menjadi jalan kesejahteraan rakyat, bukan sumber ketimpangan,” menjadi penegasan kuat yang disampaikan dalam pandangan fraksi tersebut.

Dengan sikap ini, Fraksi PDIP menegaskan perannya dalam memastikan setiap kebijakan daerah tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara budaya, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat Bali. (Rd)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tampil Memukau di PKB 2026, SLB Sushrusa Suguhkan Tari Magirang yang Rayakan Semangat Anak Disabilitas

    Tampil Memukau di PKB 2026, SLB Sushrusa Suguhkan Tari Magirang yang Rayakan Semangat Anak Disabilitas

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR – Semangat, keceriaan, dan ekspresi seni yang tulus ditunjukkan para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Sushrusa saat tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali, Jumat (19/6/2026). Penampilan mereka melalui Tari Magirang berhasil memukau penonton dan menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi ruang bagi semua orang untuk berkarya tanpa batas. Tari Magirang dibawakan dengan penuh semangat […]

  • Kebun Raya Bali dan Nusantara Wilderness Ajak Publik Telusuri Keanekaragaman Hayati Malam Hari

    Kebun Raya Bali dan Nusantara Wilderness Ajak Publik Telusuri Keanekaragaman Hayati Malam Hari

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | Kebun Raya Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan dengan berkolaborasi bersama Nusantara Wilderness menggelar kegiatan eksplorasi biodiversitas flora dan fauna. Kegiatan ini berfokus pada pengamatan kunang-kunang, herping (amfibi dan reptil), burung, serta beragam jenis flora yang ada di kawasan kebun raya. Eksplorasi tersebut menjadi bagian dari edukasi publik untuk meningkatkan pemahaman […]

  • Kiprah Arya Sinulingga di Sepakbola dan Masa Depan Sumut United FC

    Kiprah Arya Sinulingga di Sepakbola dan Masa Depan Sumut United FC

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 961
    • 0Komentar

    JAKARTA  – Siapa tak kenal Arya Mahendra Sinulingga. Wajahnya kerap menghiasi media massa, baik sebagai Staf Khusus Menteri BUMN maupun Anggota Exco PSSI periode 2023-2027. Bang Arya, begitu dia akrab disapa, selalu menjadi tempat bertanya para awak media yang ingin mengetahui perkembangan kebijakan Kementerian BUMN. Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini sering muncul ke publik […]

  • Fakta Prabowo – Gibran Lewati Capaian Pemerintahan Jokowi di 100 Hari Kerja

    Fakta Prabowo – Gibran Lewati Capaian Pemerintahan Jokowi di 100 Hari Kerja

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA- Rakyat Indonesia kini tengah menikmati periode pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang penuh pujian atas berbagai gebrakan programnya. Dengan tingkat kepuasan publik mencapai angka luar biasa, 80,9 persen, berdasarkan survei Litbang Kompas, Prabowo disebut-sebut sebagai pemimpin fenomenal yang peduli, jujur, dan bekerja sesuai fakta. Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai […]

  • Legislator Demokrat Dorong Pemerintah Buat Regulasi Soal Pemda Rapat di Hote

    Legislator Demokrat Dorong Pemerintah Buat Regulasi Soal Pemda Rapat di Hote

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mendorong Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan surat edaran terkait keputusan yang memperbolehkan pemerintah daerah (Pemda) menggelar kegiatan atau rapat di hotel dan restoran. Dede Yusuf sapaanya meminta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dapat membuat aturan main melalui peraturan menteri […]

  • Keren, Amir Yanto Sebut PNBP Kejaksaan Periode Januari 2025 Capai Rp269,1 Miliar

    Keren, Amir Yanto Sebut PNBP Kejaksaan Periode Januari 2025 Capai Rp269,1 Miliar

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 782
    • 0Komentar

    Fantastis, Amir Yanto Sebut PNBP Kejaksaan Periode Januari 2025 Capai Rp269,1 Miliar JAKARTA – Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kejaksaan RI yang berasal dari Badan Pemulihan Aset (BPA) hingga periode Januari 2025 mencapai Rp 269,1 miliar. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pemulihan Aset (Kaban PA) Kejaksaan RI, Dr Amir Yanto SH MH, dalam keterangannya kepada […]

expand_less