Sinergi PT Kristalin Ekalestari dan Warga Desa Nifasi Fokus pada Pendidikan hingga Bedah Rumah
- account_circle Admin Jakarta
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

PT Kristalin Ekalestari menggelar Forum Diskusi publik dengan mengajak masyarakat dan pemilik hak adat wilayah Desa Nifasi, Distrik Makimi, Nabire, Papua Tengah. Pada Jumat (26/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Matacompas.com Jakarta – PT Kristalin Ekalestari menggelar Forum Diskusi publik dengan mengajak masyarakat dan pemilik hak adat wilayah Desa Nifasi, Distrik Makimi, Nabire, Papua Tengah. Pada Jumat (26/6/2026).
Forum diskusi tersebut dipimpin langsung oleh Chairman Kristalin Group Arif Budi Setiawan, Direktur Utama PT Kristalin Ekalestari Andito Prasetyowan, Humas PT Kristalin Ekalestari Maria Erari di Menara 165, Jakarta Selatan.
Sedangkan perwakilan Masyarakat dihadiri Kepala Suku Nifasi Aser Monei, Tokoh Adat Perempuan Yantris Monei, dan Tokoh Adat Desa Nifasi Dominggus Monei.
Dalam rapat forum diskusi tersebut para pemilik hak adat Desa Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dalam rangka melakukan kunjungan ke Jakarta sekaligus menjalin hubungan antar perusahaan dan masyarakat terutama pembahasan program-program ke depan.
Dalam dialog antara direksi perusahaan dan warga Nifasi akan difokuskan kesehatan, pendidikan, dan penyaluran rumah bagi warga yang belum mendapatkan rumah ataupun beda rumah yang tidak layak huni.
Ke depan pihak PT Kristalin Ekalestari akan tetap konsistenprogram Corporate Social Responsibility, baik dari segi sosial, keagamaan, dan kelestrian budaya wilayah.
Sementara itu pihak masyarakat Desa Nifasi dengan perusahaan menyayangkan bahwa ada oknum-oknum mengaku masyarakat Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melakukan protes terhadap perusahaan yang sudah terjalin dengan baik dan harmonis.
“Tentu dengan cara-cara protes yang mengaku masyarakat Papua terutama Papua Tengah. Sangat merugikan pihak-pihak lain yang sampaikan ke mereka itu untuk melaksanakan protes itu,” ucap Yantris Monei.
Padahal kata Yantris, sebagai pemilik hak ulayat pihaknya bersama masyarakat akan mempasang badang jika ada yang menganggu keamanan dan ketertiban daerahnya.
“Tentu akan kami temui warga yang mengaku-ngaku bahkan memfitnah dan mengadu domba di wilayah kami yang damai dan rukun,” terangnya.
- Penulis: Admin Jakarta




Saat ini belum ada komentar