DPD PDI Perjuangan Bali Gelar Utsawa Widyaswara Susastra Bali, Generasi Muda Diajak Jaga Bahasa dan Budaya Leluhur
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR — DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga eksistensi bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui penyelenggaraan Utsawa Widyaswara Susastra Bali serangkaian Bulan Bung Karno 2026 dan peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan.
Ajang intelektual dan budaya yang digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Denpasar, sejak Rabu (6/5/2026) hingga Sabtu (10/5/2026) itu diikuti sekolah dan perguruan tinggi dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang kompetisi sekaligus panggung pelestarian budaya Bali di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan modernisasi yang semakin kuat menyentuh kehidupan generasi muda Bali.
Pada tingkat SD, SMP, hingga SMA, masing-masing diikuti 18 sekolah terbaik dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Total terdapat 54 sekolah yang ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Sementara dari tingkat perguruan tinggi, sembilan universitas di Bali turut serta menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan sastra Bali.
Pelaksanaan lomba dilakukan secara berjenjang setiap hari mulai pukul 09.00 WITA. Hari pertama diawali kategori tingkat SD, kemudian dilanjutkan SMP, SMA hingga perguruan tinggi sebelum memasuki babak final yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 10 Mei 2026.
Tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, Utsawa Widyaswara Susastra Bali juga dipandang sebagai gerakan kebudayaan yang mendorong generasi muda Bali tetap memiliki jati diri serta kebanggaan terhadap bahasa daerahnya sendiri.
Semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan budaya Bali yang menempatkan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai fondasi penting menjaga identitas Pulau Dewata. DPD PDI Perjuangan Bali menilai pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui keterlibatan aktif generasi muda dalam ruang-ruang pendidikan dan kompetisi budaya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir regenerasi generasi muda Bali yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga memiliki kecintaan mendalam terhadap budaya leluhur dan mampu menjaga warisan Bali tetap hidup di masa depan.
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar