Pelopor Pengawasan Kolaboratif, Kakanwil Imigrasi Bali Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan 2026, Perkuat Pariwisata Bali Berkualitas
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 6 Jul 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG – Komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban keimigrasian di Pulau Dewata mengantarkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, meraih penghargaan bergengsi Anugerah Figur Akselerator Kemajuan pada ajang Anugerah Inovasi dan Kontribusi untuk Bali Nusa Tenggara 2026 (detikBali–Nusra Awards 2026).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Grand Ballroom The Trans Resort Bali, Badung, Jumat (3/7), dan dihadiri langsung oleh Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, bersama jajaran tokoh nasional, pimpinan daerah, serta para pemangku kepentingan dari wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
Felucia menerima penghargaan pada subkategori Pelopor Pengawasan Kolaboratif untuk Pariwisata Bali Berkualitas, sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan yang dinilai berhasil memperkuat sistem pengawasan keimigrasian melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan responsif dalam mendukung keberlanjutan sektor pariwisata Bali.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas berbagai langkah strategis yang dijalankan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta kepastian hukum di tengah tingginya mobilitas wisatawan mancanegara di Pulau Dewata.
Di bawah kepemimpinan Felucia Sengky Ratna, Imigrasi Bali dikenal konsisten mengambil langkah cepat terhadap berbagai pelanggaran keimigrasian, sekaligus memperkuat upaya pencegahan melalui sinergi lintas sektor.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pembentukan Satgas Dharma Dewata, sebuah satuan tugas khusus yang secara rutin melakukan patroli dan pengawasan di berbagai kawasan dengan aktivitas Warga Negara Asing (WNA) yang tinggi. Satgas ini melibatkan kolaborasi berbagai instansi guna memastikan pengawasan berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Pembentukan Satgas Dharma Dewata merupakan wujud komitmen nyata kami dalam menjaga Bali agar tetap menjadi destinasi internasional yang aman, nyaman, dan tertib. Melalui sinergi antarinstansi dan keterlibatan aktif masyarakat, kami memastikan upaya pengawasan tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, melainkan juga pada langkah-langkah pencegahan (preventif) yang berkelanjutan,” ujar Felucia Sengky Ratna usai menerima penghargaan.
Menurutnya, keberhasilan menjaga kualitas pariwisata Bali tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku industri pariwisata, desa adat, hingga masyarakat agar pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing dapat berjalan secara optimal.
Prestasi yang diraih Felucia semakin istimewa karena ia bersanding dengan sejumlah tokoh nasional dan menteri kabinet yang turut menerima penghargaan dalam kategori yang sama. Di antaranya Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang memperoleh penghargaan atas kontribusinya dalam Integrasi Rantai Distribusi Pangan Bali dan Nusa Tenggara, serta Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan dan Transformasi Koperasi.
Kehadiran para menteri sebagai sesama penerima penghargaan menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis yang dilakukan Imigrasi Bali mendapat pengakuan sejajar dengan berbagai program percepatan pembangunan nasional.
Sepanjang kepemimpinan Felucia Sengky Ratna, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, TNI, kejaksaan, instansi vertikal, pelaku usaha pariwisata, hingga masyarakat. Sinergi tersebut dinilai mampu meningkatkan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran hukum yang melibatkan warga negara asing sekaligus mempercepat proses penanganan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Transformasi ini menegaskan bahwa peran Imigrasi tidak lagi sebatas sebagai penjaga pintu masuk dan keluar wilayah Indonesia, tetapi juga menjadi institusi strategis yang berperan aktif dalam menciptakan tata kelola pariwisata Bali yang aman, tertib, berkualitas, dan berdaya saing global.
Penghargaan yang diterima Felucia Sengky Ratna sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Imigrasi Bali untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pengawasan keimigrasian, serta membangun kolaborasi yang semakin erat demi menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar