Breaking News
light_mode
Trending Tags

Desa Tidak Kekurangan Dana, Tetapi Kekurangan Ilmu: Kampung Ilmu Gibran Holic Menantang Pola Pembangunan Lama.

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: DR. Ismail, S.Pd., M.M.

Matakompas.com – Selama bertahun-tahun, pembangunan desa di Indonesia lebih sering diukur dari banyaknya jalan yang dibangun, gedung yang diresmikan, atau besarnya anggaran yang dihabiskan.

Namun pertanyaan mendasarnya jarang diajukan: mengapa kemiskinan, pengangguran, rendahnya produktivitas, dan minimnya inovasi masih menjadi persoalan di banyak desa?

Jawabannya sederhana tetapi sering diabaikan. Pembangunan fisik tidak akan menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan apabila pembangunan manusianya tertinggal.

Setiap tahun negara menggelontorkan dana desa dalam jumlah besar. Berbagai program kementerian juga terus berdatangan. Akan tetapi, jika masyarakat tidak memiliki pengetahuan, keterampilan, literasi digital, dan kemampuan mengelola potensi lokal, maka pembangunan hanya akan menghasilkan bangunan, bukan kesejahteraan.

Disinilah Program Kampung Ilmu Gibran Holic hadir sebagai sebuah kritik sekaligus solusi. Program ini menawarkan perubahan paradigma: membangun manusia terlebih dahulu, agar manusia mampu membangun desanya sendiri.

Kampung Ilmu bukan sekadar rumah baca atau tempat pelatihan. Ia dirancang sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan, teknologi, kewirausahaan, pengembangan UMKM, pertanian modern, perikanan, ekonomi kreatif, hingga kepemimpinan pemuda.

Sayangnya, hingga kini pendekatan seperti ini masih belum menjadi arus utama pembangunan. Banyak desa masih terjebak pada pola pembangunan yang berorientasi pada proyek jangka pendek, sementara investasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sering kali menjadi prioritas kedua.

Lebih memprihatinkan lagi, tidak sedikit fasilitas umum yang dibangun dengan anggaran besar akhirnya terbengkalai karena tidak disertai program pemberdayaan masyarakat.

Gedung berdiri megah, tetapi kosong dari aktivitas. Peralatan tersedia, tetapi tidak dimanfaatkan secara optimal. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan semata kekurangan anggaran, melainkan lemahnya perencanaan dan penguatan kapasitas masyarakat.

Karena itu, Kampung Ilmu Gibran Holic mengusulkan agar desa memiliki pusat pembelajaran yang aktif sepanjang tahun. Tempat di mana anak-anak memperoleh bimbingan belajar, pemuda mengembangkan keterampilan kerja dan kewirausahaan, pelaku UMKM mendapatkan pendampingan usaha, petani dan nelayan belajar teknologi baru, serta masyarakat memperkuat literasi digital dan karakter kebangsaan.

Program ini juga menjadi pengingat bahwa bonus demografi Indonesia tidak akan otomatis menjadi bonus pembangunan. Tanpa peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan, bonus demografi justru dapat berubah menjadi beban sosial berupa meningkatnya pengangguran dan kesenjangan ekonomi.

Kedepan, keberhasilan pembangunan desa seharusnya tidak hanya diukur dari serapan anggaran atau jumlah proyek fisik, tetapi juga dari indikator seperti meningkatnya kualitas pendidikan, tumbuhnya wirausaha baru, naiknya produktivitas UMKM, berkurangnya pengangguran, serta meningkatnya kemampuan masyarakat memanfaatkan teknologi.

Program Kampung Ilmu Gibran Holic menawarkan perspektif bahwa investasi terbaik bagi desa bukan hanya beton dan aspal, melainkan ilmu pengetahuan. Desa yang kuat adalah desa yang masyarakatnya mampu belajar, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pembangunan desa tidak cukup berhenti pada slogan. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengubah cara berpikir: dari pembangunan yang berorientasi proyek menuju pembangunan yang berorientasi pada manusia.

Kampung Ilmu Gibran Holic mengajak semua pihak—pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat—untuk menjadikan pengetahuan sebagai fondasi utama kemajuan desa. (Red).

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjuangkan Hak Pekerja, Made Suwardana Ajak Perkuat Kolaborasi di Sektor Pariwisata

    Perjuangkan Hak Pekerja, Made Suwardana Ajak Perkuat Kolaborasi di Sektor Pariwisata

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BADUNG | Komitmen memperkuat perlindungan tenaga kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terus ditunjukkan DPRD Kabupaten Badung. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung, I Made Suwardana, menerima audiensi Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kantor DPRD Kabupaten Badung, Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis antara legislatif dan […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gotong Royong Bersama Warga Bersihkan Saluran Air

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gotong Royong Bersama Warga Bersihkan Saluran Air

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 742
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Dalam rangka memperingati HUT ke-64 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Komando Taktis bersama masyarakat melaksanakan kegiatan pembersihan saluran air di Jalan Fatahilah, Kecamatan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan serta mencegah banjir akibat tersumbatnya aliran air. Selain itu, kegiatan […]

  • Gubernur Koster Pimpin Pembongkaran Vila di Hutan Desa Pejarakan: Tegaskan Jangan Main-Main dengan Aturan Bali.

    Gubernur Koster Pimpin Pembongkaran Vila di Hutan Desa Pejarakan: Tegaskan Jangan Main-Main dengan Aturan Bali.

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 38
    • 0Komentar

    BULELENG, Matacompas.com — Gubernur Bali Wayan Koster memimpin langsung pembongkaran bangunan vila yang berdiri di areal Perhutanan Sosial Hutan Desa Pejarakan, Banjar Dinas Goris Kemiri, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Sabtu (12/9/2026). Pembongkaran tersebut menjadi penegasan sikap Pemerintah Provinsi Bali terhadap pembangunan yang dinilai tidak mengindahkan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Pemerintah Provinsi Bali […]

  • Krisis BBM Coreng Wajah Bali di Mata Dunia, Lanang Umbara Sentil Pemerintah Pusat dan Pertamina

    Krisis BBM Coreng Wajah Bali di Mata Dunia, Lanang Umbara Sentil Pemerintah Pusat dan Pertamina

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang kendaraan hingga kemacetan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali menuai keprihatinan sekaligus kecaman. Kondisi yang terus berlarut ini tidak hanya menyusahkan masyarakat, tetapi juga dinilai merugikan perekonomian daerah dan mencoreng wajah Indonesia, khususnya Bali, di mata dunia. Wakil Ketua […]

  • Samabe Suites Viila Tak Lengkapi Izin, Pansus TRAP DPRD Bali Beri Waktu 14 Hari

    Samabe Suites Viila Tak Lengkapi Izin, Pansus TRAP DPRD Bali Beri Waktu 14 Hari

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Hotel Samabe Bali Suites & Villas yang berada Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung diduga tak mengantongi izin membangun. Hal ini terungkap saat Pansus TRAP DPRD Bali memanggil pihak hotel ke Kantor DPRD Bali, Senin (10/11/2025). “Fakta di lapangan secara riil menyatakan ternyata di Samabe itu banyak bolong perizinan dan sebagainya,” ujar […]

  • Kejari Jakpus Terima Berkas Tahap II Kasus Gratifikasi Terpidana Ronald Tannur

    Kejari Jakpus Terima Berkas Tahap II Kasus Gratifikasi Terpidana Ronald Tannur

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Tim Penuntut Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus), Rabu (8/1/2025) telah menerima pelimmpahan berkas perkara dua tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Pidsus Kejagung) dalam kasus suap atau gratifikasi penanganan perkara terpidana Ronald Tannur. Kedua tersangka itu Meirizka Widjaja (MW) adalah ibu Ronald Tannur, sementara Lisa […]

expand_less