Breaking News
light_mode
Trending Tags

Desa Tidak Kekurangan Dana, Tetapi Kekurangan Ilmu: Kampung Ilmu Gibran Holic Menantang Pola Pembangunan Lama.

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: DR. Ismail, S.Pd., M.M.

Matakompas.com – Selama bertahun-tahun, pembangunan desa di Indonesia lebih sering diukur dari banyaknya jalan yang dibangun, gedung yang diresmikan, atau besarnya anggaran yang dihabiskan.

Namun pertanyaan mendasarnya jarang diajukan: mengapa kemiskinan, pengangguran, rendahnya produktivitas, dan minimnya inovasi masih menjadi persoalan di banyak desa?

Jawabannya sederhana tetapi sering diabaikan. Pembangunan fisik tidak akan menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan apabila pembangunan manusianya tertinggal.

Setiap tahun negara menggelontorkan dana desa dalam jumlah besar. Berbagai program kementerian juga terus berdatangan. Akan tetapi, jika masyarakat tidak memiliki pengetahuan, keterampilan, literasi digital, dan kemampuan mengelola potensi lokal, maka pembangunan hanya akan menghasilkan bangunan, bukan kesejahteraan.

Disinilah Program Kampung Ilmu Gibran Holic hadir sebagai sebuah kritik sekaligus solusi. Program ini menawarkan perubahan paradigma: membangun manusia terlebih dahulu, agar manusia mampu membangun desanya sendiri.

Kampung Ilmu bukan sekadar rumah baca atau tempat pelatihan. Ia dirancang sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan, teknologi, kewirausahaan, pengembangan UMKM, pertanian modern, perikanan, ekonomi kreatif, hingga kepemimpinan pemuda.

Sayangnya, hingga kini pendekatan seperti ini masih belum menjadi arus utama pembangunan. Banyak desa masih terjebak pada pola pembangunan yang berorientasi pada proyek jangka pendek, sementara investasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sering kali menjadi prioritas kedua.

Lebih memprihatinkan lagi, tidak sedikit fasilitas umum yang dibangun dengan anggaran besar akhirnya terbengkalai karena tidak disertai program pemberdayaan masyarakat.

Gedung berdiri megah, tetapi kosong dari aktivitas. Peralatan tersedia, tetapi tidak dimanfaatkan secara optimal. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan semata kekurangan anggaran, melainkan lemahnya perencanaan dan penguatan kapasitas masyarakat.

Karena itu, Kampung Ilmu Gibran Holic mengusulkan agar desa memiliki pusat pembelajaran yang aktif sepanjang tahun. Tempat di mana anak-anak memperoleh bimbingan belajar, pemuda mengembangkan keterampilan kerja dan kewirausahaan, pelaku UMKM mendapatkan pendampingan usaha, petani dan nelayan belajar teknologi baru, serta masyarakat memperkuat literasi digital dan karakter kebangsaan.

Program ini juga menjadi pengingat bahwa bonus demografi Indonesia tidak akan otomatis menjadi bonus pembangunan. Tanpa peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan, bonus demografi justru dapat berubah menjadi beban sosial berupa meningkatnya pengangguran dan kesenjangan ekonomi.

Kedepan, keberhasilan pembangunan desa seharusnya tidak hanya diukur dari serapan anggaran atau jumlah proyek fisik, tetapi juga dari indikator seperti meningkatnya kualitas pendidikan, tumbuhnya wirausaha baru, naiknya produktivitas UMKM, berkurangnya pengangguran, serta meningkatnya kemampuan masyarakat memanfaatkan teknologi.

Program Kampung Ilmu Gibran Holic menawarkan perspektif bahwa investasi terbaik bagi desa bukan hanya beton dan aspal, melainkan ilmu pengetahuan. Desa yang kuat adalah desa yang masyarakatnya mampu belajar, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pembangunan desa tidak cukup berhenti pada slogan. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengubah cara berpikir: dari pembangunan yang berorientasi proyek menuju pembangunan yang berorientasi pada manusia.

Kampung Ilmu Gibran Holic mengajak semua pihak—pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat—untuk menjadikan pengetahuan sebagai fondasi utama kemajuan desa. (Red).

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isra Mi’raj Disporasu

    Isra Mi’raj Disporasu

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 761
    • 0Komentar

    Medan – Dispora Sumut (Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumatera Utara), melaksanakan kegiatan keagamaan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1416 Hijriah sekaligus memperingati Isra’ dan Mi’raj, dengan penuh nuansa kekeluargaan yang dihadiri unsur ASN, dilaksanakan BKM Al Umaro berlangsung, pada Kamis (27/02/2025) di Aula Dispora Sumut. Kadispora Sumut, M Mahfullah Pratama Daulay, dalam arahan dan bimbingannya menyampaikan, […]

  • Laba Gudang Garam Anjlok di Bawah Rp 1 Triliun

    Laba Gudang Garam Anjlok di Bawah Rp 1 Triliun

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    SURABAYA,JARRAKPOS.COM – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan kinerja terburuk dalam lebih dari 20 tahun terakhir dengan laba bersih hanya Rp981 miliar pada 2024, anjlok 81 persen dibandingkan 2023 yang mencapai Rp5,3 triliun. Pendapatan perusahaan juga turun signifikan sebesar 17 persen dari Rp119 triliun pada 2023 menjadi Rp99 triliun di 2024, terendah dalam enam tahun […]

  • Tender Proyek ULP Kabupaten Bogor Disorot Pengamat, Dokumen Pengkondisian untuk Kelompok Tertentu Bocor

    Tender Proyek ULP Kabupaten Bogor Disorot Pengamat, Dokumen Pengkondisian untuk Kelompok Tertentu Bocor

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Bogor – Dalam beberapa bulan terakhir, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah. Namun, di balik derap proyek bernilai ratusan miliaran rupiah itu, muncul dugaan adanya praktik pengkondisian tender di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Bogor. Bahkan ada sejumlah dokumen daftar calon pemenng tender yang beredar di kalangan masyarakat yang […]

  • Jatiluwih Terancam Bangunan Liar, Gung Cok: Biarkan Air Subak Mengalir, Jangan Ditutupi Toko dan Bar

    Jatiluwih Terancam Bangunan Liar, Gung Cok: Biarkan Air Subak Mengalir, Jangan Ditutupi Toko dan Bar

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | Wakil Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok), kembali menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keaslian lanskap sawah Bali. Saat melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah pelanggaran tata ruang di lahan produktif LP2B yang menjadi bagian penting dari sistem Subak, ia menekankan bahwa penertiban tidak bisa hanya […]

  • Kemenkum Jabar dan BPHN Bahas Evaluasi Dampak Desa/Kelurahan Sadar Hukum di Seluruh Indonesia 

    Kemenkum Jabar dan BPHN Bahas Evaluasi Dampak Desa/Kelurahan Sadar Hukum di Seluruh Indonesia 

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. BANDUNG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum) Jawa Barat berpartisipasi dalam Rapat Evaluasi Dampak Desa/Kelurahan Sadar Hukum yang diadakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) secara virtual pada Senin, 20 Januari 2025.   Acara ini dihadiri oleh 33 kantor wilayah Kemenkum di seluruh Indonesia, Biro Hukum Provinsi, serta Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten/Kota. […]

  • Reses di Desa Sawang Lebar, Samsir Alam Terima Usulan Pembangunan Infrastruktur dan Peralatan Olahraga

    Reses di Desa Sawang Lebar, Samsir Alam Terima Usulan Pembangunan Infrastruktur dan Peralatan Olahraga

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 800
    • 0Komentar

    BENGKULU UTARA, Jarrakpos.com – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Samsir Alam  reses masa sidang ke 1 Tahun 2025 untuk menyerap aspirasi masyarkaat di Desa Sawang Lebar Kabupaten Bengkulu Utara, Kamis (27/2/2025). Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Desa Sawang Lebar menyampaikan sejumlah usulan penting yang menyangkut pembangunan infrastruktur dan sarana olahraga, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan aktivitas masyarakat […]

expand_less