Breaking News
light_mode
Trending Tags

Desa Tidak Kekurangan Dana, Tetapi Kekurangan Ilmu: Kampung Ilmu Gibran Holic Menantang Pola Pembangunan Lama.

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: DR. Ismail, S.Pd., M.M.

Matakompas.com – Selama bertahun-tahun, pembangunan desa di Indonesia lebih sering diukur dari banyaknya jalan yang dibangun, gedung yang diresmikan, atau besarnya anggaran yang dihabiskan.

Namun pertanyaan mendasarnya jarang diajukan: mengapa kemiskinan, pengangguran, rendahnya produktivitas, dan minimnya inovasi masih menjadi persoalan di banyak desa?

Jawabannya sederhana tetapi sering diabaikan. Pembangunan fisik tidak akan menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan apabila pembangunan manusianya tertinggal.

Setiap tahun negara menggelontorkan dana desa dalam jumlah besar. Berbagai program kementerian juga terus berdatangan. Akan tetapi, jika masyarakat tidak memiliki pengetahuan, keterampilan, literasi digital, dan kemampuan mengelola potensi lokal, maka pembangunan hanya akan menghasilkan bangunan, bukan kesejahteraan.

Disinilah Program Kampung Ilmu Gibran Holic hadir sebagai sebuah kritik sekaligus solusi. Program ini menawarkan perubahan paradigma: membangun manusia terlebih dahulu, agar manusia mampu membangun desanya sendiri.

Kampung Ilmu bukan sekadar rumah baca atau tempat pelatihan. Ia dirancang sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan, teknologi, kewirausahaan, pengembangan UMKM, pertanian modern, perikanan, ekonomi kreatif, hingga kepemimpinan pemuda.

Sayangnya, hingga kini pendekatan seperti ini masih belum menjadi arus utama pembangunan. Banyak desa masih terjebak pada pola pembangunan yang berorientasi pada proyek jangka pendek, sementara investasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sering kali menjadi prioritas kedua.

Lebih memprihatinkan lagi, tidak sedikit fasilitas umum yang dibangun dengan anggaran besar akhirnya terbengkalai karena tidak disertai program pemberdayaan masyarakat.

Gedung berdiri megah, tetapi kosong dari aktivitas. Peralatan tersedia, tetapi tidak dimanfaatkan secara optimal. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan semata kekurangan anggaran, melainkan lemahnya perencanaan dan penguatan kapasitas masyarakat.

Karena itu, Kampung Ilmu Gibran Holic mengusulkan agar desa memiliki pusat pembelajaran yang aktif sepanjang tahun. Tempat di mana anak-anak memperoleh bimbingan belajar, pemuda mengembangkan keterampilan kerja dan kewirausahaan, pelaku UMKM mendapatkan pendampingan usaha, petani dan nelayan belajar teknologi baru, serta masyarakat memperkuat literasi digital dan karakter kebangsaan.

Program ini juga menjadi pengingat bahwa bonus demografi Indonesia tidak akan otomatis menjadi bonus pembangunan. Tanpa peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan, bonus demografi justru dapat berubah menjadi beban sosial berupa meningkatnya pengangguran dan kesenjangan ekonomi.

Kedepan, keberhasilan pembangunan desa seharusnya tidak hanya diukur dari serapan anggaran atau jumlah proyek fisik, tetapi juga dari indikator seperti meningkatnya kualitas pendidikan, tumbuhnya wirausaha baru, naiknya produktivitas UMKM, berkurangnya pengangguran, serta meningkatnya kemampuan masyarakat memanfaatkan teknologi.

Program Kampung Ilmu Gibran Holic menawarkan perspektif bahwa investasi terbaik bagi desa bukan hanya beton dan aspal, melainkan ilmu pengetahuan. Desa yang kuat adalah desa yang masyarakatnya mampu belajar, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pembangunan desa tidak cukup berhenti pada slogan. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengubah cara berpikir: dari pembangunan yang berorientasi proyek menuju pembangunan yang berorientasi pada manusia.

Kampung Ilmu Gibran Holic mengajak semua pihak—pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat—untuk menjadikan pengetahuan sebagai fondasi utama kemajuan desa. (Red).

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akmil Ukir Kemenangan di Karate Piala Kemenpora

    Akmil Ukir Kemenangan di Karate Piala Kemenpora

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Tim Karate Akademi Militer menunjukkan performa gemilang pada Kejuaraan Piala Kemenpora RI Rakashima Karate National Championship 2025 yang digelar di Gedung Wanita Jepara pada 7-8 Februari 2025. Kejuaraan ini diikuti oleh 63 kontingen dari berbagai kategori, baik perorangan maupun beregu, yang terdiri dari TNI/Polri serta peserta umum dengan total 1.100 atlet. Rabu(12/2/2025) Dalam […]

  • Solid! Tiga Fraksi DPRD Badung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, WTP Ke-14 Tegaskan Tata Kelola Keuangan Makin Kredibel

    Solid! Tiga Fraksi DPRD Badung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, WTP Ke-14 Tegaskan Tata Kelola Keuangan Makin Kredibel

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    BADUNG – DPRD Kabupaten Badung menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Tiga fraksi di DPRD Badung, yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, dan Fraksi Gerindra, secara bulat menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2025. Persetujuan tersebut disampaikan […]

  • Buka Bulfest 2026 di Praja Mandala Singa Ambara Raja, Gubernur Koster Serahkan Penghargaan Kepada Tiga Maestro Tari Buleleng.

    Buka Bulfest 2026 di Praja Mandala Singa Ambara Raja, Gubernur Koster Serahkan Penghargaan Kepada Tiga Maestro Tari Buleleng.

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 11
    • 0Komentar

    BULELENG, Matakompas.com – Buleleng Festival (Bulfest) 2026 resmi dibuka di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, Selasa (18/8/2026). Mengusung tema “Uriping Rasa”, festival yang berlangsung hingga 23 Agustus 2026 ini menjadi panggung apresiasi seni, budaya, kreativitas, serta penggerak ekonomi kreatif masyarakat Buleleng. Momentum pembukaan semakin istimewa dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Gubernur Bali Wayan […]

  • Gawat, Desak Pemeriksaan Seluruh Perusahaan Sawit di Sulbar Diduga Langgar Kewajiban Plasma 20 Presen

    Gawat, Desak Pemeriksaan Seluruh Perusahaan Sawit di Sulbar Diduga Langgar Kewajiban Plasma 20 Presen

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Mamuju – Gelombang kritik terhadap perusahaan perkebunan sawit kembali mencuat di Sulawesi Barat. Seluruh perusahaan sawit yang beroperasi di provinsi ini diduga kuat telah mengabaikan kewajiban konstitusional untuk membangun kebun masyarakat (plasma) seluas minimal 20 persen dari total konsesi yang mereka kuasai. Kewajiban pembangunan kebun plasma merupakan amanat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang […]

  • PHDI Pusat Dorong Dialog Terbuka Soal BTID Serangan, Perlindungan Pura dan Umat Jadi Perhatian

    PHDI Pusat Dorong Dialog Terbuka Soal BTID Serangan, Perlindungan Pura dan Umat Jadi Perhatian

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog dan semangat kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang di Bali, khususnya terkait akses umat Hindu menuju pura-pura yang berada di kawasan PT Bali Turtle Island Development (BTID) Serangan. Hal tersebut disampaikan […]

  • I Wayan Tagel Winarta: Refleksi Kemerdekaan ke-81, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

    I Wayan Tagel Winarta: Refleksi Kemerdekaan ke-81, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    GIANYAR — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan, persatuan, serta komitmen membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun. Lebih dari itu, kemerdekaan merupakan amanat yang harus terus diwujudkan melalui kerja nyata, keberpihakan […]

expand_less