Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wakili Ketua DPRD Bali, Agung Suyoga: Pelestarian Mangrove Harus Menjadi Gerakan Bersama Demi Masa Depan Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Mewakili Ketua DPRD Provinsi Bali, Anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Agung Suyoga, menghadiri aksi penanaman mangrove yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat bersama Gubernur Bali Wayan Koster di kawasan Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat upaya pelestarian lingkungan melalui rehabilitasi kawasan pesisir dan penguatan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim.

Aksi penanaman mangrove merupakan bagian dari dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dalam mempercepat pemulihan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hutan mangrove sebagai benteng alami yang melindungi kawasan pantai dari ancaman abrasi dan bencana lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Anak Agung Gede Agung Suyoga menegaskan bahwa komitmen menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Komitmen menjaga lingkungan harus diwujudkan melalui aksi nyata. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir, mencegah abrasi, mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, hingga menjadi rumah bagi berbagai makhluk hidup,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan hutan mangrove saat ini tidak hanya bernilai dari sisi ekologis, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi yang semakin strategis. Mangrove mampu menyimpan dan menyerap karbon hingga lima kali lebih besar dibandingkan vegetasi daratan tertentu sehingga berpotensi menjadi bagian dari perdagangan karbon di pasar karbon global. Selain itu, kawasan mangrove juga dapat dikembangkan sebagai destinasi ekowisata bahari yang mengedepankan edukasi dan pelestarian lingkungan.

“Potensi ekonomi mangrove sangat besar. Selain sebagai penyerap karbon yang bernilai tinggi, kawasan ini juga dapat dikembangkan menjadi ekowisata berbasis edukasi yang memberi manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian alam,” katanya.

Agung Suyoga juga menekankan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi seluruh elemen bangsa dinilai menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kolaborasi seluruh elemen bangsa menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan yang lestari demi masa depan Bali yang lebih baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, filosofi kehidupan masyarakat Bali yang menjunjung keseimbangan antara manusia dan alam harus terus menjadi pedoman dalam setiap proses pembangunan.

“Bali mengenal konsep keseimbangan. Ketika kita memanfaatkan alam sebagai potensi, maka menjadi kewajiban kita pula untuk melindungi alam itu agar keberlanjutannya tetap terjaga,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Denpasar, Bupati Badung, perwakilan Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bali, Danrem 163/Wira Satya, Kepala BIN Daerah Bali, Kepala BNN Provinsi Bali, jajaran TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, serta berbagai komunitas pecinta lingkungan yang bersama-sama melakukan penanaman mangrove sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian alam Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program MBG di Jawa Barat Masih Wacana, Segera Realisasikan Dapur Sekolah

    Program MBG di Jawa Barat Masih Wacana, Segera Realisasikan Dapur Sekolah

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Provinsi Jawa Barat dengan 26 kabupaten/kota yang ada menargetkan membangun sebanyak 4.600 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah provinsi telah melakukan MoU dengan pemerintah kabupaten/kota. Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan beberapa waktu lalu, dari 4,600 dapur MBG yang bakal dibangun di Jawa Barat, sudah dimulai pengerjaanya […]

  • Ny. Putri Koster Tutup Bina Posyandu 2026, Tekankan Kader Jadi Ujung Tombak Layanan Masyarakat

    Ny. Putri Koster Tutup Bina Posyandu 2026, Tekankan Kader Jadi Ujung Tombak Layanan Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menutup kegiatan Bina Posyandu Tahun 2026 yang berlangsung di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, pada Rabu (12/3). Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa kader posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas […]

  • Jaga Inflasi dan Ketersedian Pangan, Pemkab Cirebon Gelar GPM di Weru

    Jaga Inflasi dan Ketersedian Pangan, Pemkab Cirebon Gelar GPM di Weru

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Weru, Selasa (22/4/2025). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta pengendalian laju inflasi daerah. Sambutan Bupati Cirebon Imron yang dibacakan oleh Kepala […]

  • Komitmen pada Kesejahteraan Wong Cilik, Himpunan Aktivis Milenial Deklarasi Dukung Keberhasilan Prabowo-Gibran

    Komitmen pada Kesejahteraan Wong Cilik, Himpunan Aktivis Milenial Deklarasi Dukung Keberhasilan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 937
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA- Himpunan Aktivis Milenial (HAM) Indonesia menggelar deklarasi dukungan atas keberhasilan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Rabu (26/2). Kegiatan yang dihelat di Menteng, Jakarta Pusat, ini didesain forum diskusi yang dihadiri puluhan pemuda dari beragam latarbelakang organisasi di Jakarta. Dalam pernyataannya, Koordinator Nasional HAM Indonesia, Asip Irama, menilai arah kebijakan pemerintahan saat ini telah […]

  • Pengurus NCPI Bali Resmi Dilantik, BEIF 2026 Menjadi Ruang Koordinasi Strategis Investasi Berkelanjutan

    Pengurus NCPI Bali Resmi Dilantik, BEIF 2026 Menjadi Ruang Koordinasi Strategis Investasi Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) resmi melantik pengurus NCPI Provinsi Bali masa bakti 2026-2031 di Bali International Hospital, kawasan KEK Sanur, Rabu, 18 Pebruari 2026. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Nasional Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026 yang mengusung tema “Green Investment sebagai Penggerak Utama Menuju Indonesia Emas […]

  • Dharma Putra Pengamat Lingkungan Pesemisti FSRU LNG Bali Akan Segera Dibangun

    Dharma Putra Pengamat Lingkungan Pesemisti FSRU LNG Bali Akan Segera Dibangun

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster yang menyebut proyek Terminal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Liquefied Natural Gas (LNG) akan segera dibangun 2026 dan sudah masuk regulasi, ditanggapi dengan nada pesimistis oleh Pemerhati Lingkungan Hidup Bali, Ketut Gede Dharma Putra. Ia menilai, secara prosedural, masih ada tahapan penting yang belum jelas terpenuhi, […]

expand_less