Jejak Sang Pelopor Kesehatan Bali Diabadikan, RSUP Prof. Ngoerah Resmikan Aula dr. AA Made Djelantik
- account_circle admin
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Jejak pengabdian dr. Anak Agung Made Djelantik dalam membangun pelayanan kesehatan di Bali kini resmi diabadikan. RSUP Prof. Ngoerah Denpasar menetapkan nama tokoh kesehatan tersebut sebagai nama salah satu aula di lingkungan rumah sakit melalui sebuah peresmian yang digelar pada Kamis (30/7/2026).
Pengabadian nama tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah Nomor: 8.02.03/D/42134/2026 tentang Penetapan Nama Ruang. Kebijakan ini menjadi bentuk penghormatan kepada dr. AA Made Djelantik yang dikenal sebagai Direktur Utama pertama Rumah Sakit Sanglah sekaligus salah satu peletak dasar sistem pelayanan kesehatan modern di Bali.
Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, mengatakan penyematan nama dr. AA Made Djelantik didasari oleh besarnya kontribusi tokoh tersebut terhadap perkembangan dunia kesehatan di Bali.
“Ketokohan beliau sudah luar biasa. Kami tidak ragu menyematkan nama beliau pada aula ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya,” ujar Sukadarma.
Ia menegaskan, penghormatan kepada dr. AA Made Djelantik tidak berhenti pada penamaan aula semata. Ke depan, pihak rumah sakit juga berencana mengabadikan nama beliau pada gedung baru yang akan dibangun sebagai simbol penghormatan atas warisan pengabdiannya bagi pelayanan kesehatan nasional, khususnya di Bali.
Suasana haru turut dirasakan keluarga besar dr. AA Made Djelantik. Perwakilan keluarga, Suryawari Djelantik, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan RSUP Prof. Ngoerah.
Menurutnya, mendiang merupakan salah satu dokter pertama yang mengabdikan dirinya di Rumah Sakit Sanglah sejak rumah sakit tersebut mulai beroperasi. Dedikasi itu menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah pelayanan kesehatan di Bali.
“Kami sangat bergembira dan berterima kasih. Akhirnya nama beliau diabadikan di rumah sakit ini. Ini menjadi kebanggaan sekaligus penghormatan atas pengabdian beliau bagi dunia kesehatan di Bali,” tuturnya.
Peresmian tersebut juga dihadiri Anggota DPD RI Arya Wedakarna. Ia menilai pengabadian nama dr. AA Made Djelantik merupakan penghargaan yang telah lama dinantikan berbagai kalangan.
Menurut Arya Wedakarna, lebih dari dua dekade setelah era reformasi, sosok yang juga dikenal sebagai sahabat Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, akhirnya memperoleh penghormatan yang layak di rumah sakit yang pernah dipimpinnya.
“Setelah kita menanti lebih dari 20 tahun sejak era reformasi, akhirnya hari ini sebuah aula di gedung baru yang dibiayai APBN resmi diberi nama Aula dr. Anak Agung Made Djelantik,” ujarnya.
Pengabadian nama dr. AA Made Djelantik tidak sekadar menjadi penamaan sebuah ruangan, melainkan simbol penghormatan terhadap dedikasi, integritas, dan semangat pengabdian seorang tokoh yang telah meletakkan fondasi penting bagi kemajuan layanan kesehatan di Bali. Diharapkan, nama besar tersebut dapat terus menginspirasi generasi tenaga kesehatan untuk melanjutkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (AF)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar