Breaking News
light_mode
Trending Tags

Banggar DPRD Badung Soroti Utang Rp822 Miliar hingga Ketimpangan Pembangunan, Wakil Ketua Komisi I Lanang Umbara: Jangan Lupakan Petang

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADUNG – Pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Badung bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kamis (6/8/2026), di Ruang Rapat Madya Gosana, Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, berlangsung dinamis.

Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Lanang Umbara, S.Sos, menyampaikan sejumlah catatan strategis yang dinilai perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mulai dari persoalan utang daerah, mekanisme penyusunan RKPD, lambannya penanganan bantuan bencana, pemerataan pembangunan, hingga gagasan pengembangan transportasi laut sebagai solusi kemacetan di kawasan pariwisata.

Mengawali penyampaiannya, Lanang Umbara meminta penjelasan TAPD mengenai pembayaran utang daerah yang nilainya mencapai sekitar Rp822 miliar. Menurutnya, persoalan tersebut penting dijelaskan kepada DPRD agar pembahasan KUA-PPAS tidak hanya berfokus pada proyeksi anggaran, tetapi juga memperhatikan kondisi fiskal daerah secara menyeluruh.

Selain itu, ia menyoroti perubahan aturan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Menurutnya, dengan regulasi baru, usulan program tidak lagi dapat dimasukkan setelah RKPD ditetapkan. Karena itu, ia meminta TAPD membuka ruang koordinasi lebih awal dengan DPRD.

Lanang mengusulkan agar paling lambat dua minggu sebelum penetapan RKPD, seluruh usulan program, kegiatan prioritas, maupun aspirasi masyarakat sudah disampaikan kepada DPRD. Dengan demikian, DPRD memiliki kesempatan melakukan evaluasi serta memastikan tidak ada program penting yang terlewat, baik yang berasal dari visi dan misi kepala daerah, hasil reses, maupun aspirasi masyarakat.

“Perencanaan harus disusun secara matang sejak awal. Jangan sampai setelah RKPD ditetapkan baru diketahui masih ada program penting yang belum terakomodasi,” tegasnya.

Tak hanya menyoroti aspek perencanaan, politisi tersebut juga mengangkat persoalan lambannya penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

Menurutnya, banyak warga mengeluhkan proses bantuan yang dinilai berbelit meskipun seluruh prosedur telah dipenuhi, mulai dari pelaporan kejadian, verifikasi lapangan oleh BPBD, hingga pengajuan proposal sesuai ketentuan.

“Kami sering menerima keluhan masyarakat. Mereka sudah mengikuti seluruh mekanisme, tetapi bantuan tak kunjung turun. Ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ujarnya.

Lanang meminta Pemerintah Kabupaten Badung segera mengevaluasi regulasi yang menjadi penghambat. Apabila diperlukan perubahan peraturan daerah maupun kebijakan melalui Peraturan Bupati, DPRD menyatakan siap memberikan dukungan agar penanganan bencana dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.

Di sisi lain, Lanang memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan pariwisata, khususnya penanganan kemacetan, penyediaan air bersih, dan pengelolaan sampah di wilayah Kuta Selatan.

Namun, ia mengingatkan agar pembangunan tidak hanya berpusat di kawasan wisata selatan, sementara wilayah utara Badung masih tertinggal.

Menurutnya, Kecamatan Petang masih membutuhkan perhatian lebih besar, terutama terkait infrastruktur dasar seperti penerangan jalan dan pemerataan pembangunan.

“Badung bukan hanya kawasan pariwisata di selatan. Dari selatan sampai utara adalah satu kesatuan. Jangan sampai setelah melewati Kecamatan Petang orang mengira sudah masuk kabupaten lain karena kondisi jalannya gelap dan minim penerangan,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah lebih serius mengembangkan potensi Kecamatan Petang sebagai kawasan pertanian yang dapat dipadukan dengan pariwisata berbasis alam.

Menurut Lanang, pengalaman saat pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting bahwa Badung tidak boleh bergantung sepenuhnya pada sektor pariwisata. Ketika sektor wisata terpuruk, sektor pertanian terbukti menjadi penyangga ekonomi masyarakat.

Karena itu, ia berharap program pengembangan pertanian dan agrowisata benar-benar diwujudkan secara konkret oleh organisasi perangkat daerah (OPD), bukan sekadar menjadi wacana dalam dokumen perencanaan.

Dalam kesempatan tersebut, Lanang juga mengusulkan pengembangan transportasi laut sebagai solusi alternatif mengurai kemacetan di kawasan pariwisata Badung.

Ia mengusulkan pembangunan jalur kapal cepat yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, Cemagi, hingga Uluwatu. Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi pelengkap pembangunan transportasi massal berbasis darat sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas menuju destinasi wisata.

Selain itu, ia mendorong penataan parkir di kawasan wisata agar kendaraan tidak lagi memenuhi badan jalan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan.

Melalui berbagai masukan tersebut, Lanang berharap pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 mampu menghasilkan kebijakan anggaran yang tidak hanya memperkuat pembangunan kawasan pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah, tetapi juga mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah utara Kabupaten Badung, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi IX DPR RI dan BPOM Sosialisasi Keamanan Produk di Abiansemal, Masyarakat Diajak Lebih Cerdas Memilih

    Komisi IX DPR RI dan BPOM Sosialisasi Keamanan Produk di Abiansemal, Masyarakat Diajak Lebih Cerdas Memilih

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com |  Sosialisasi keamanan obat dan makanan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) digelar di Aula Kantor Camat Abiansemal, Kabupaten Abiansemal, Sabtu, 21 Pebruari 2026. Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM dan masyarakat umum guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih produk yang aman dan layak konsumsi. Sosialisasi ini menekankan bahaya peredaran obat, makanan, dan […]

  • Tim Advokasi untuk Kasus Tanah Nangahale Temui Wamen HAM

    Tim Advokasi untuk Kasus Tanah Nangahale Temui Wamen HAM

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Tim Advokasi Forum Komunikasi Komunitas Flobamora (FKKF) Jabodetabek menemui Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyanto Sipin, Selasa (11/2/2025) sore di Jakarta. Tim Advokasi untuk Keuskupan Maumere, Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menjelaskan kembali duduk soal sebenarnya tanah Nangahale milik keuskupan berdasarkan data yuridis dan data fisik. Wamen HAM Mugiyanto saat […]

  • Mangrove Bali Jadi Contoh Nasional, Koster dan Kemendagri Gaungkan Lingkungan Lestari

    Mangrove Bali Jadi Contoh Nasional, Koster dan Kemendagri Gaungkan Lingkungan Lestari

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Komitmen Bali dalam menjaga keseimbangan antara pariwisata dan kelestarian lingkungan kembali ditegaskan melalui kegiatan “Gerakan Penanaman Bibit Mangrove untuk Lingkungan yang Berkelanjutan” yang digelar di kawasan Mangrove Arboretum Park, Denpasar, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam […]

  • Lima Penerbangan dari Bali Terdampak, Imigrasi Ngurah Rai Pastikan Layanan Tetap Optimal

    Lima Penerbangan dari Bali Terdampak, Imigrasi Ngurah Rai Pastikan Layanan Tetap Optimal

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu penutupan wilayah udara disejumlah negara seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran berdampak pada jadwal penerbangan internasional, termasuk rute dari dan menuju Bali. Berdasarkan laporan pemantauan per 1 Maret 2026 pukul 01.00 WITA, terdapat lima penerbangan utama dari Bali yang terdampak, yakni Etihad Airways […]

  • Polresta Cirebon Gelar Panen Raya Jagung Ketahanan Pangan Dalam Rangka Mendukung Program Asta Cita

    Polresta Cirebon Gelar Panen Raya Jagung Ketahanan Pangan Dalam Rangka Mendukung Program Asta Cita

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Polresta Cirebon melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung Ketahanan Pangan Polresta Cirebon Dalam Rangka Mendukung Program Asta Cita, Minggu (16/2/2025). Kegiatan tersebut bertempat di Sawah Blok Pintu Desa Sumurkondang Kec. Karangwareng Kab. Cirebon. Panen raya tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon KOMBES POL. SUMARNI, S.I.K., S.H., M.H., dan turut hadir dalam kegiatan antara […]

  • Charlie Chandra Terdakwa Mafia Tanah Divonis 4 Tahun Penjara

    Charlie Chandra Terdakwa Mafia Tanah Divonis 4 Tahun Penjara

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com TANGERANG – Kasus pemalsuan dokumen mafia tanah terdakwa Charlie Chandra telah memasuki tahap vonis putusan di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu 20 Agustus 2025. ‎ Majelis Hakim memvonis terdakwa Charlie Chandra 4 tahun penjara, karena terbukti secara sah memalsukan dokumen Akte Jual Beli atau AJB atas nama Sumitra Chandra yang notabene ayah kandungnya, ‎ “Berdasarkan putusan […]

expand_less