Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dr. Somvir Dorong Regulasi Kuat untuk Lindungi Desa Adat dalam Pengelolaan Ruang Laut

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Pengembangan model Marine Spatial Planning (MSP) atau Penataan Ruang Laut Berbasis Masyarakat yang digagas di Desa Adat Intaran, Sanur, mendapat perhatian serius dari Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Publik (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali. Dalam forum inisiasi pengembangan MSP yang berlangsung di BRON The Resto, Renon, Rabu (24/6/2026), Wakil Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, Dr. Somvir, mengingatkan pentingnya perlindungan aset desa adat dan kehati-hatian dalam menjalin kerja sama dengan investor.

Kegiatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, akademisi Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana, Bendesa Adat Intaran, pelaku usaha pesisir, serta jajaran DPRD Bali yang tergabung dalam Pansus TRAP.

Dalam kesempatan itu, Dr. Somvir menyampaikan apresiasinya terhadap konsep MSP berbasis masyarakat yang dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal, khususnya krama Desa Adat Intaran.

Menurutnya, program tersebut berpotensi menjadi model nasional apabila mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian ruang laut, pemberdayaan masyarakat adat, dan pengembangan ekonomi pesisir secara berkelanjutan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh konsep yang baik, melainkan juga oleh kemampuan desa adat dalam menjaga aset dan hak-haknya sejak awal.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Dr. Somvir adalah keberadaan lahan milik Desa Adat Intaran seluas sekitar 1,7 hektare yang telah bersertifikat atas nama desa adat.

“Tanah itu harus benar-benar diamankan. Jangan sampai di kemudian hari tergoda atau dirayu investor sehingga hak masyarakat adat justru hilang. Sertifikat yang sudah ada harus dijaga dengan baik karena itu merupakan aset strategis milik desa,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa banyak kasus sengketa aset yang terjadi akibat lemahnya perlindungan hukum terhadap tanah dan aset publik. Sebagai contoh, ia menyinggung sejumlah persoalan aset di Bali yang hingga kini masih menghadapi permasalahan hukum akibat kerja sama atau pengelolaan yang tidak dirancang secara matang sejak awal.

Selain perlindungan aset, Dr. Somvir juga menyoroti pentingnya penyusunan skema kerja sama yang jelas dan adil apabila nantinya melibatkan investor.

Menurutnya, setiap bentuk kerja sama harus mengatur secara rinci mengenai jangka waktu, pembagian manfaat, hak dan kewajiban para pihak, hingga mekanisme evaluasi setelah masa kerja sama berakhir.

“Jangan sampai kesepakatan yang dibuat hari ini justru merugikan masyarakat adat puluhan tahun ke depan. Kalau ada kerja sama 20 atau 30 tahun, harus dipastikan ada perlindungan terhadap kepentingan masyarakat dan adanya penyesuaian nilai ekonomi sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah pusat turut memberikan perlindungan regulasi yang kuat terhadap model pengelolaan berbasis masyarakat tersebut agar tidak mudah berubah ketika terjadi pergantian kebijakan atau kepemimpinan di masa mendatang.

Menurut Dr. Somvir, keberhasilan proyek percontohan di Desa Adat Intaran dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia, terutama dalam memastikan masyarakat lokal menjadi penerima manfaat utama dari pengelolaan sumber daya laut di wilayahnya sendiri.

Dalam forum tersebut, ia juga menyoroti perlunya perlindungan terhadap nelayan tradisional agar tidak tersisih oleh aktivitas ekonomi berskala besar yang mungkin berkembang setelah program berjalan.

Ia mengingatkan bahwa masuknya investasi dan kapal-kapal besar berpotensi menggeser ruang hidup nelayan kecil apabila tidak diatur secara tegas sejak awal.

“Nanti ketika investasi mulai masuk dan ekonomi berkembang, jangan sampai nelayan tradisional kehilangan ruang. Harus ada porsi yang jelas dan perlindungan yang nyata bagi mereka,” katanya.

Lebih lanjut, Dr. Somvir menekankan pentingnya menyiapkan strategi regenerasi nelayan agar profesi tersebut tetap diminati generasi muda di masa depan. Menurutnya, tanpa dukungan ekonomi dan insentif yang memadai, anak-anak nelayan akan cenderung meninggalkan sektor kelautan dan memilih pekerjaan lain.

Karena itu, ia meminta kalangan akademisi, pemerintah, dan masyarakat adat untuk mulai memikirkan langkah-langkah jangka panjang guna menjaga keberlanjutan profesi nelayan tradisional sebagai bagian dari identitas masyarakat pesisir Bali.

“Jangan sampai kita berhasil menyelamatkan ruang laut, tetapi masyarakat yang selama ini hidup dari laut justru tidak lagi ada. Penguatan ekonomi nelayan harus menjadi bagian penting dari perencanaan sejak awal,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Dr. Somvir menyatakan dukungannya terhadap inisiatif KKP dalam mengembangkan MSP berbasis masyarakat dan berharap seluruh aspek perlindungan aset desa adat, keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan nelayan, serta kepastian hukum dapat dimasukkan ke dalam regulasi sejak tahap perencanaan.

“Program ini sangat baik dan berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain. Yang penting, sejak awal semua aturan dan perlindungannya disiapkan dengan matang agar di kemudian hari tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruang Publik Bali Dinilai Sepi Tanpa Figur Gubernur Koster di Pusat Percakapan

    Ruang Publik Bali Dinilai Sepi Tanpa Figur Gubernur Koster di Pusat Percakapan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Dinamika ruang publik di Bali dinilai sulit dipisahkan dari sosok Gubernur Bali, Wayan Koster. Kehadirannya dalam berbagai isu kebijakan kerap memicu perdebatan luas di masyarakat, terutama di media sosial. “Sulit membayangkan Bali tanpa Wayan Koster di pusat percakapan publik. Bukan karena kultus individu, tetapi karena satu fakta yang tak terbantahkan. Tanpa Koster, […]

  • Janggal Kasus Pertamina, Kejaksaan Agung Didesak Periksa Broker Minyak dan Lima Perusahaan Pengangkut Minyak Diduga Mark Up 30 Persen

    Janggal Kasus Pertamina, Kejaksaan Agung Didesak Periksa Broker Minyak dan Lima Perusahaan Pengangkut Minyak Diduga Mark Up 30 Persen

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) bersurat ke Jampidsus Febrie Adriansyah, meminta perluasan penyidikan, menyusul ditemukannya keganjilan dalam penyidikan korupsi Pertamina, yang dipandang tidak sesuai dengan tema besar yang diusung oleh Kejaksaan Agung, yakni “Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah dan Produk Kilang PT Pertamina (Persero), Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama […]

  • Perangkat Desa Tegalrejo Kabupaten Magelang Digrudug Ratusan Warga

    Perangkat Desa Tegalrejo Kabupaten Magelang Digrudug Ratusan Warga

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.322
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Kantor Desa Sidorejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang kembali didatangi ratusan warganya, Kamis (27/3/2025). Aksi warga ini buntut permasalahan dugaan penggelapan uang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Para warga kembali meminta kejelasan mengenai tagihan-tagihan PBB yang terus mereka terima meski sudah membayarkan kewajibannya. Mereka menduga ada oknum perangkat desa yang bertanggungjawab atas kemana perginya […]

  • KSKP Dumai Serahkan Bantuan Pupuk ZA Plus Pada Giat Program Dukung Ketahanan Pangan Nasional Dengan Tema Polisi Cinta Petani

    KSKP Dumai Serahkan Bantuan Pupuk ZA Plus Pada Giat Program Dukung Ketahanan Pangan Nasional Dengan Tema Polisi Cinta Petani

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DUMAI,Matakompas.com – Kepedulian terhadap para petani terus ditunjukkan jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Dumai melalui kegiatan sosial bertajuk Polisi Cinta Petani. Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek KSKP Dumai AKP Hardianto, S.E., M.Si bersama personel turun langsung menyerahkan bantuan pupuk kepada kelompok tani jagung di Kelurahan Pangkalan Sesai, Kota Dumai.18/05/26 Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan Polri […]

  • Menteri Perhubungan Menutup Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru

    Menteri Perhubungan Menutup Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Libur Natal dan Tahun Baru telah usai. Masyarakat yang berpergian antarkota, antarprovinsi, antar pulau, sebagian besar telah kembali. Berdasarkan pemetaan melalui Mobile Positioning Data operator seluler, pergerakan masyarakat secara nasional yang melakukan perjalanan di dalam dan antar provinsi pada masa liburan Nataru, 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 mencapai 94,67 juta orang. […]

  • Oleng dan Terbalik, Jelang Lebaran Bus ALS Kecelakaan

    Oleng dan Terbalik, Jelang Lebaran Bus ALS Kecelakaan

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.514
    • 0Komentar

    JAMBI,JARRAKPOS.COM – Mobil bus ALS dari arah Sumatera Barat tujuan Jawa, dilaporkan kecelakaan tunggal hingga terbalik di Desa Tanjung, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Jambi pada Kamis (27/3/2025). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun akibat kejadian itu, sopir dilaporkan terjepit. Belum diketahui kronologi lengkap kejadian, Sumbarkita masih menghimpun keterangan lebih lengkap dari […]

expand_less