Breaking News
light_mode
Trending Tags

LSM AMATIR Desak Polda Riau Tetapkan Camat Bonai dan Kades Sontang sebagai Tersangka

  • account_circle Redaksi Riau
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

PEKANBARU.Matakompas.com  — Lembaga Swadaya Masyarakat Amanah Rakyat Indonesia (LSM AMATIR) menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Riau, Kamis (13/8/2026). Dalam aksinya, massa mendesak Polda Riau segera menetapkan Camat Bonai Darussalam dan Kepala Desa Sontang, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sebagai tersangka dalam dugaan perkara pungutan liar (pungli) terhadap perusahaan dengan dalih dukungan perbaikan jalan.

Aksi tersebut digelar menyusul naiknya penanganan perkara ke tahap penyidikan oleh Subdirektorat II Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau sejak 26 Juni 2026.

Dalam tuntutannya, LSM AMATIR meminta Kapolda Riau memastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun. Mereka juga mendesak penyidik menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat maupun menikmati aliran dana yang dipersoalkan.

“Mendesak Polda Riau agar tidak takut dan tidak tunduk pada intervensi siapa pun dalam menangani perkara ini. Penyidik agar menuntaskan perkara ini dan menelusuri pelaku-pelaku lain yang terlibat menikmati pungli tersebut,” tegas perwakilan massa dalam aksi.

Dalam orasinya, LSM AMATIR turut memaparkan dugaan alur pungutan terhadap sejumlah perusahaan. Mereka menyebut adanya permintaan sejumlah uang kepada pihak perusahaan dengan dalih dukungan kegiatan desa maupun perbaikan jalan.

Menurut massa aksi, perusahaan kemudian memberikan sejumlah uang karena merasa berada dalam posisi yang tidak mudah untuk menolak permintaan tersebut.

LSM AMATIR mengklaim dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp1,1 miliar hingga Rp1,2 miliar dan disebut berada di luar mekanisme resmi pemerintahan desa. Massa juga menduga sebagian dana tersebut masuk ke rekening pribadi Kepala Desa Sontang.

Dugaan tersebut menjadi salah satu poin yang mereka minta untuk ditelusuri lebih lanjut oleh penyidik Polda Riau.

Ketua Umum DPP AMATIR, N Ismanto, mengatakan pihaknya juga menyoroti sejumlah unggahan di media sosial Kepala Desa Sontang, Zulfahrianto, yang selama bertahun-tahun memperlihatkan kegiatan pengaspalan maupun perbaikan jalan di wilayah Desa Sontang.

“Dalam media sosialnya terlihat yang bersangkutan kerap mengklaim bahwa perbaikan jalan tersebut bersumber dari dana pribadi. Tidak disebutkan perusahaan maupun pihak lain yang ikut berkontribusi. Setelah dilaporkan, kemudian muncul penjelasan bahwa dana tersebut berasal dari perusahaan untuk perbaikan jalan sebagai CSR,” ujar Ismanto.

Ia menilai penggunaan dana perusahaan yang diklaim sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) semestinya dilakukan melalui mekanisme dan tata kelola yang jelas serta sesuai ketentuan yang berlaku.

“Seharusnya pelaksanaan CSR perusahaan difasilitasi oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait atas persetujuan kepala daerah. Perusahaan yang bersedia memberikan bantuan mengerjakan sendiri perbaikan jalan sesuai porsi kemampuan dan kesepakatan. Pemerintah berperan memfasilitasi, baik dalam perencanaan maupun mendampingi proses pelaksanaan,” katanya.

Ismanto juga mempertanyakan dugaan penghimpunan dana melalui rekening pribadi dan kaitannya dengan penggunaan alat berat dalam kegiatan perbaikan jalan.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu dibuka secara terang oleh aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Berbeda dengan yang kami persoalkan dalam kasus Camat Bonai dan Kades Sontang. Kades Sontang diduga menghimpun dana ke rekening pribadinya, kemudian menggunakan dana tersebut dan alat berat pribadinya untuk pekerjaan perbaikan jalan, sementara dalam unggahannya disebut sebagai dana pribadi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ismanto menilai persoalan tersebut tidak hanya menyangkut dugaan pungutan liar, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola pemerintahan dan penggunaan kewenangan oleh aparatur di tingkat kecamatan maupun desa.

Ia mengingatkan agar praktik yang diduga terjadi tersebut tidak menjadi contoh bagi kepala desa lainnya di Riau.

“Camat dan kepala desa merupakan aparatur pemerintahan di wilayahnya yang harus bekerja sesuai aturan. Jangan sampai kewenangan yang dimiliki justru digunakan untuk kepentingan di luar ketentuan,” tegasnya.

LSM AMATIR juga meminta Polda Riau mengusut secara menyeluruh seluruh pihak yang diduga terkait dengan perkara tersebut, termasuk menelusuri aliran dana serta pihak-pihak yang diduga menerima atau menikmati hasil pungutan.

“Subjek tindak pidana korupsi bukan hanya penyelenggara negara seperti ASN dan lainnya, tetapi juga pihak-pihak yang memenuhi unsur sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum. Karena itu, seluruh fakta harus dibuka melalui proses penyidikan yang profesional,” kata Ismanto.

Aksi tersebut ditutup dengan penegasan bahwa LSM AMATIR akan terus mengawal perkembangan penanganan perkara di Polda Riau dan meminta agar proses hukum dilakukan secara objektif berdasarkan alat bukti serta ketentuan perundang-undangan.

Seluruh dugaan yang disampaikan dalam aksi tersebut merupakan pernyataan dan tuntutan LSM AMATIR. Penetapan tersangka maupun pembuktian adanya tindak pidana sepenuhnya merupakan kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang sah.

 

Jurnalis : Diana

  • Penulis: Redaksi Riau

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dr. Somvir Desak Pemprov Bali Tuntaskan Aset Mangkrak Pusat Kebudayaan India di Renon, Terbengkalai Lebih dari Dua Dekade

    Dr. Somvir Desak Pemprov Bali Tuntaskan Aset Mangkrak Pusat Kebudayaan India di Renon, Terbengkalai Lebih dari Dua Dekade

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR – Polemik aset milik Pemerintah Provinsi Bali yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan India Cultural Centre Bali (ICCB) atau Pusat Kebudayaan India di kawasan Jalan Tantular, Renon, kembali mencuat ke permukaan. Setelah lebih dari dua dekade sejak pertama kali direncanakan pada tahun 2004, proyek yang digadang-gadang menjadi simbol hubungan budaya Bali dan India itu hingga […]

  • KPK Diminta Panggil Kembali Dirut BRI Sunarso Terkait Dugaan Korupsi Proyek EDC Rp744 Miliar

    KPK Diminta Panggil Kembali Dirut BRI Sunarso Terkait Dugaan Korupsi Proyek EDC Rp744 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera memanggil kembali Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sunarso, terkait kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan Electronic Data Capture (EDC) tahun 2020–2024 yang berpotensi merugikan negara hingga Rp744 miliar. Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai kinerja Sunarso selama menjabat sebagai […]

  •  Talkshow NYAMPAH Ajak Anak Muda Denpasar Jadi Garda Terdepan Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Berkelanjutan

     Talkshow NYAMPAH Ajak Anak Muda Denpasar Jadi Garda Terdepan Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR – Kepedulian terhadap persoalan sampah dan lingkungan terus didorong melalui keterlibatan generasi muda. Semangat itu diwujudkan dalam kegiatan Talkshow Anak Kota Denpasar bertajuk “NYAMPAH: Nyalakan Aksi Muda, Pilah Limbah!” yang akan digelar pada Selasa, 30 Juni 2026, mulai pukul 14.00 WITA di Amphi Theater Lumintang, Denpasar. Mengusung tema bahwa perubahan besar selalu berawal dari […]

  • Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

    Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI yang juga selaku Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq meninjau dua Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di wilayah Badung, Kamis (5/3). Dua TPS3R yang ditinjau yaitu TPS3R Abirupa Pertiwi Desa Bongkasa Pertiwi dan Pudak Mesari Desa Darmasaba, Kecamatan […]

  • Emansipasi Modern, HIPPI Bali Ajak Perempuan Perkuat Ekonomi Kreatif Pariwisata

    Emansipasi Modern, HIPPI Bali Ajak Perempuan Perkuat Ekonomi Kreatif Pariwisata

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BULELENG – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Bali menggelar peringatan Kartini Day bertema “KARTINI Goes to EDU–Culture Tourism” di STIE Satya Dharma Singaraja, Buleleng, Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong peran perempuan dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya dan pendidikan di sektor pariwisata. Ketua DPD HIPPI Bali, AAA Ngurah […]

  • Polsek sungai Sembilan Melalui Bhabinkamtibmas Terus Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

    Polsek sungai Sembilan Melalui Bhabinkamtibmas Terus Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Matakompas.Com Dumai – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan jajaran Polsek Sungai Sembilan melalui berbagai kegiatan pendampingan pertanian di wilayah binaan. 9/5/26 Sejumlah Bhabinkamtibmas diterjunkan langsung untuk mengawasi pengerjaan lahan, melakukan pengecekan tanaman hingga membantu masyarakat dengan pemberian bibit pertanian di beberapa kelurahan di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Kegiatan tersebut berlangsung sejak […]

expand_less