Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketum HIPPI Erik Hidayat: Pengusaha Lokal Bali Terpinggirkan, Pemerintah Harus Berpihak

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KUTA — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPP HIPPI), Erik Hidayat, mendorong pemerintah daerah agar membuat kebijakan yang lebih berpihak kepada pengusaha lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah dan mewujudkan Bali sebagai pusat ekonomi hijau.

Hal tersebut disampaikan Erik Hidayat saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II DPD HIPPI Bali sekaligus HUT ke-3 DPD HIPPI Bali, Sabtu (19/9/2026), di Kartika Plaza Hotel, Kuta, Badung.

Rakerda DPD HIPPI Bali tahun ini mengusung tema “Menguatkan Komitmen Mewujudkan Bali sebagai Pusat Ekonomi Hijau.” Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda organisasi sekaligus ruang konsolidasi antara DPD dan DPC HIPPI untuk menyusun berbagai program serta rekomendasi yang akan dibawa dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HIPPI di tingkat pusat pada 12 Oktober 2026.

Erik mengatakan, Rakerda merupakan agenda resmi organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Selain menjadi forum penyusunan program kerja, Rakerda juga menjadi momentum mempererat hubungan antarpengurus serta membuka ruang kolaborasi antar-DPD dan DPC.

“Alhamdulillah hari ini saya diundang sebagai Ketua Umum untuk membuka kegiatan Rakerda. Memang ini rangkaian resmi sesuai dengan aturan AD/ART kita. Ini menjadi ajang selain silaturahmi, juga ajang berkumpul para DPD dan DPC,” ujar Erik.

Menurutnya, forum tersebut harus menghasilkan program dan rekomendasi yang konkret. Rekomendasi dari daerah nantinya diharapkan dapat menjadi bahan pembahasan pada Rakernas HIPPI di tingkat pusat.

“Sehingga terjadi saling kolaborasi dan juga membuat program-program. Yang kita harapkan dari Rakerda ini menghasilkan sesuatu rekomendasi yang bisa disampaikan di Rakernas kita nanti di pusat tanggal 12 Oktober,” katanya.

Erik mengapresiasi berbagai kolaborasi yang telah dilakukan DPD HIPPI Bali. Menurutnya, sejumlah program yang dikembangkan HIPPI Bali menunjukkan langkah konkret dalam mendorong penguatan ekonomi lokal.

Ia juga menilai tema ekonomi hijau yang diusung dalam Rakerda II DPD HIPPI Bali sangat relevan dengan potensi daerah.

Namun, di balik potensi tersebut, Erik menyoroti persoalan yang masih dihadapi pengusaha lokal di Bali. Menurutnya, posisi pengusaha lokal masih menghadapi tantangan di tengah derasnya persaingan dengan produk asing.

“Temanya bagus, ekonomi hijau dan kita support selalu. Tapi kita juga nggak bisa pungkiri, Bali selain pusat pariwisata, pengusaha lokalnya terpinggirkan. Itu sudah nggak kita pungkiri,” tegasnya.

Karena itu, Erik meminta pemerintah daerah memiliki kebijakan yang memberikan ruang lebih besar kepada pengusaha lokal. Menurutnya, keberpihakan kebijakan tersebut penting agar potensi ekonomi daerah dapat diolah dan dinikmati oleh pelaku usaha lokal.

“Saya berpesan kepada teman-teman di Bali, bagaimana caranya agar pemerintah daerah bisa punya kebijakan yang berpihak kepada pengusaha lokal. Kalau itu bisa terjadi, ekonomi hijau ini pasti akan didapat,” ujarnya.

Erik melihat Bali memiliki modal ekonomi yang besar untuk mengembangkan konsep ekonomi hijau. Selain sektor pariwisata, Bali juga memiliki potensi lahan pertanian dan sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru.

“Artinya kita punya banyak selain pantai, kita juga punya tanah yang luas dan subur. Ini bisa kita matching-kan dengan apa yang akan dibutuhkan,” jelasnya.

Soroti Serbuan Produk Impor

Di sisi lain, Ketua Umum DPP HIPPI tersebut juga menyoroti derasnya arus barang impor yang masuk ke pasar Indonesia. Menurutnya, tantangan tersebut tidak hanya berupa barang jadi, tetapi juga bahan mentah yang berasal dari luar negeri.

Ia meminta pemerintah memperkuat kebijakan yang dapat memberikan ruang kompetisi lebih sehat bagi pelaku usaha dalam negeri.

“Kita juga meminta pemerintah agar barang-barang impor yang 100 persen bisa masuk ke Indonesia. Kita juga sering dari daerah, terutama Jawa Timur, Jawa Barat, banyak melatih UMKM,” katanya.

Menurut Erik, penguatan UMKM harus dilakukan secara bersamaan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), kemampuan produksi, hingga akses terhadap pasar.

Pasalnya, pelaku usaha lokal saat ini menghadapi persaingan dengan pemain asing yang tidak hanya membawa produk jadi, tetapi juga bahan baku dari luar negeri.

“Dasar kita itu, kita sudah kalah bersaing dari pemain-pemain asing. Kita kalah bersaing dengan barang-barang asingnya juga. Baik itu barang yang langsung maupun bahan mentahnya itu impor. Kita juga harus melatih SDM-SDM-nya,” ungkapnya.

Akses Pasar UMKM Semakin Tertekan

Persoalan lain yang menjadi perhatian HIPPI adalah semakin sempitnya akses pasar bagi UMKM lokal. Erik menilai perkembangan perdagangan digital juga menghadirkan tantangan baru bagi pelaku usaha dalam negeri.

Menurutnya, produk asing kini dapat masuk ke pasar Indonesia melalui berbagai saluran, termasuk platform perdagangan elektronik.

“Yang paling miris adalah akses daripada pasar itu juga semakin kecil. Artinya selain barang-barang impor itu masuk secara langsung, mereka juga masuk melalui e-commerce-nya,” ujarnya.

Erik menilai kondisi tersebut membuat pelaku usaha lokal membutuhkan jaringan pasar yang kuat agar tidak hanya menjadi konsumen di negeri sendiri.

Karena itu, HIPPI mendorong penguatan jaringan usaha dan pemasaran yang dapat mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.

“Kita sekarang harus punya jaringan sendiri,” tegasnya.

Menurut Erik, penguatan pengusaha lokal tidak dapat dilakukan hanya dengan meningkatkan produksi. Pemerintah, dunia usaha, dan organisasi pengusaha perlu membangun ekosistem yang mendukung mulai dari sumber daya manusia, produksi, bahan baku, hingga pemasaran.

Ia juga meminta pemerintah memperkuat pengendalian terhadap arus impor yang dinilai dapat menekan daya saing produk dalam negeri.

“Kita minta pemerintah harus menutup rantai impor dan membuat kita menjadi lebih baik,” kata Erik.

HIPPI Bali Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Potensi Lokal

Sementara itu, Rakerda II DPD HIPPI Bali sekaligus HUT ke-3 DPD HIPPI Bali menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam membangun ekonomi yang bertumpu pada potensi lokal.

Ketua DPD HIPPI Bali, Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., CCD, atau yang akrab disapa Gung Tini Gorda, sebelumnya menyampaikan sejumlah program yang telah dikembangkan selama tiga tahun perjalanan HIPPI Bali.

Di antaranya pengembangan beras sehat pribumi, pendampingan petani kakao, serta penyusunan katalog UMKM untuk memperluas akses promosi dan pasar bagi pelaku usaha lokal.

HIPPI Bali juga mengembangkan program Sandi Market yang diarahkan sebagai ruang edukasi, advokasi, dan pemasaran UMKM.

Selain itu, pengembangan katalog dan platform berbasis web akan dilengkapi dengan proses kurasi dan standardisasi agar produk UMKM yang dipasarkan memiliki kualitas serta kesiapan memasuki pasar yang lebih luas.

Dengan berbagai program tersebut, HIPPI Bali ingin menjadikan ekonomi hijau tidak hanya sebagai konsep, tetapi sebagai gerakan ekonomi yang melibatkan pengusaha lokal, UMKM, petani, serta berbagai pemangku kepentingan.

Bagi DPP HIPPI, penguatan pengusaha lokal dan UMKM menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan struktur pasar dan persaingan global.

Rakerda II DPD HIPPI Bali pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi melahirkan rekomendasi konkret yang dapat dibawa ke Rakernas HIPPI pada Oktober mendatang.

Pesan Erik Hidayat menjadi penegasan bahwa pengembangan ekonomi hijau di Bali juga membutuhkan ekosistem usaha yang memberikan ruang bagi pengusaha lokal untuk tumbuh, meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta mengembangkan produk berbasis potensi daerah.

 

Reporter Putu Ivan

Redaktur Ivan Ernawan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Lebaran Perbaikan Jalan di Kuningan Dipercepat

    Jelang Lebaran Perbaikan Jalan di Kuningan Dipercepat

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 804
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Dalam upaya menuntaskan program 100 hari kerja, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., melakukan peninjauan perbaikan jalan di beberapa titik, bahkan sempat mengoperasikan stoom Walls di wilayah Caracas-Cibuntu, Minggu (9/3/2025). Kegiatan ini dilakukan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Ir. Putu Bagiasna, serta Kepala Bidang […]

  • Good Job, Plt BKSDM Muhammad Zaenal Mutaqim Memberikan SK Purna Bakti Pada Mantan ASN yang Sakit.

    Good Job, Plt BKSDM Muhammad Zaenal Mutaqim Memberikan SK Purna Bakti Pada Mantan ASN yang Sakit.

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Masa Purna bakri merupakan masa yang harus di hadapi para ASN yang telah menunjukkan darma baktinya kepada negara, baik itu masa pengabdian 20, 30 dan 60 tahun. Namun terkadang semua tak semulus apa yang di bayangkan. Terkadang menjelang masa Purna bhakti /Pensiun seseorang diterpa cobaan sakit yang berkepanjangan atau telah lebih dahulu pulang […]

  • Anggota TNI Bekuk 2 Orang Pengedar Barang Haram

    Anggota TNI Bekuk 2 Orang Pengedar Barang Haram

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 297
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Babinsa Koramil 1505/Ciwaru berhasil menangkap 2 orang warga yang menjual obat – obatan terlarang jenis Tramadol, Trihex dan Eximer di Desa Segong Kec. Karang Kancana Kabupaten Kuningan pada hari Rabu tanggal 09 April 2024 pukul 20.45 WIB. Adapun para pelaku Inisial B, umur 24 tahun alamat Dusun Sukamaju RT. 002 RW. 009 […]

  • Urja Sanchay Shivir Bageshwar Dham Hadir di Bali, Ruang Spiritual untuk Membangkitkan Energi Batin

    Urja Sanchay Shivir Bageshwar Dham Hadir di Bali, Ruang Spiritual untuk Membangkitkan Energi Batin

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BALI – Nuansa spiritual hadir di Pulau Dewata melalui kegiatan Urja Sanchay Shivir yang digelar keluarga Bageshwar Dham pada 7–10 Agustus 2026 di Hotel InterContinental Bali. Kegiatan ini mengusung pesan “Awaken Your Inner Energy – Experience Divine Transformation”, yang menekankan perjalanan ke dalam diri melalui penguatan energi batin dan pengalaman spiritual. Dalam materi publikasi kegiatan, […]

  • Harian Terbit Rayakan HUT ke-53, Pemred Zamzam Siregar: Alhamdulillah Kami Tetap Hadir di Era Digitalisasi yang Menggilas

    Harian Terbit Rayakan HUT ke-53, Pemred Zamzam Siregar: Alhamdulillah Kami Tetap Hadir di Era Digitalisasi yang Menggilas

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Setelah melewati setengah abad lebih dengan segala rintangan Harian Terbit, koran terbit siang hari merayakan ulang tahunnya yang ke-53 dengan mengusung tema “Mengawal Aspirasi Rakyat Dengan Akurat” di Tavia Heritage Hotels, Jakarta Pusat, pada Minggu (16/2/2024). Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan diwarnai dengan penampilan budaya serta sambutan hangat dari […]

  • Sinergi Kanwil Kemenkum Bali dalam Upacara Hari Pahlawan: Meneladani Semangat “Bergerak dan Berdampak”

    Sinergi Kanwil Kemenkum Bali dalam Upacara Hari Pahlawan: Meneladani Semangat “Bergerak dan Berdampak”

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Bali sukses menyelenggarakan Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 dengan tema inspiratif, “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”. Upacara ini menjadi simbol kuat kebersamaan dan sinergi lintas Kementerian, melibatkan jajaran Kanwil Kemenkum Bali, Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, dan Kanwil Kementerian HAM NTT Wilayah Kerja […]

expand_less