Prabowo Resmikan PLTS 100 GWp, Gubernur Koster Bawa Bali Raih Kuota 1.000 MWp Menuju Mandiri Energi Bersih
- account_circle admin
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 4.918
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBRANA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) nasional berkapasitas 100 GWp atau sekitar 100.000 MWp, Selasa, 25 Agustus 2026, di Kabupaten Jembrana, Bali.
Program energi terbarukan berskala nasional tersebut menjadi momentum penting bagi Provinsi Bali. Dalam program itu, Bali mendapatkan kuota pembangunan PLTS sebesar 1.000 MWp, sebagai bagian dari percepatan transformasi menuju kemandirian energi berbasis energi bersih.
Peresmian program di Jembrana turut dihadiri jajaran Kabinet Indonesia, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Menteri Koperasi, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Kapolri, Wakil Panglima TNI, Direktur Utama PT PLN, Direktur Utama PT Pertamina, jajaran Kementerian ESDM, jajaran PT PLN, Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Jembrana serta sejumlah pejabat lainnya.
Selain meresmikan program nasional PLTS 100 GWp, Presiden Prabowo Subianto juga meninjau langsung lokasi pembangunan PLTS berkapasitas 321 MWp di atas kawasan seluas 321 hektare di Kabupaten Jembrana.
Pada tahap awal, pembangunan telah dimulai dengan kapasitas 1 MWp di atas lahan seluas 1 hektare. Selanjutnya, pembangunan secara menyeluruh direncanakan berlanjut pada September 2026 dan ditargetkan rampung pada September 2027, dengan seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Koster Siapkan Minimal 1.000 Hektare Lahan
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Bali untuk menyukseskan Program PLTS 1.000 MWp tersebut.
Koster akan menyiapkan lahan kering atau lahan tidak produktif dengan kebutuhan minimal 1.000 hektare yang tersebar di Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Karangasem.
Komitmen cepat Pemerintah Provinsi Bali dalam menyediakan lahan bahkan mendapat perhatian pemerintah pusat. Sesuai arahan Menteri ESDM kepada Direktur Utama PT PLN, Bali berpeluang memperoleh tambahan kuota hingga mencapai 1.500 MWp.
Tambahan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen kuat Gubernur Wayan Koster dalam mempercepat penyiapan dan pembebasan lahan hingga mencapai sekitar 1.500 hektare.
Program PLTS ini dinilai sangat sejalan dengan kebijakan pembangunan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih yang selama ini menjadi salah satu arah strategis Pemerintah Provinsi Bali.
Kebijakan tersebut telah memiliki landasan melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. Selain itu, arah pembangunan energi berkelanjutan juga tertuang dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023.
Seluruh kebijakan tersebut menjadi bagian dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.
Target 2030, Bali Mandiri Energi Bersih
Program PLTS berkapasitas 1.000 MWp diproyeksikan menjadi salah satu fondasi utama untuk memperkuat ketahanan energi Pulau Bali.
Terlebih, pembangunan PLTS tersebut akan didukung dengan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar gas berkapasitas 1.550 MW di Bali.
Dengan kombinasi dua sumber energi tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menargetkan paling lambat pada tahun 2030, Bali telah mampu mewujudkan kemandirian energi dengan sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Target tersebut sekaligus diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Bali terhadap pasokan energi dari luar daerah serta menjawab kebutuhan energi yang terus meningkat pada masa depan.
Dimulainya Program PLTS 1.000 MWp juga menempatkan Bali sebagai salah satu daerah terdepan dalam penerapan energi baru terbarukan dalam skala besar.
Program tersebut diharapkan mampu mengurangi penggunaan energi berbahan bakar fosil yang berdampak terhadap lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bahan bakar dari luar.
Pemanfaatan energi matahari sebagai sumber daya lokal dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung penyediaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi masyarakat Bali.
Energi Bersih Perkuat Pariwisata Bali
Lebih dari sekadar membangun infrastruktur ketenagalistrikan, Program PLTS 1.000 MWp juga diyakini akan memberikan dampak strategis terhadap masa depan pariwisata Bali.
Sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali membutuhkan ekosistem lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.
Kemandirian energi berbasis energi bersih diharapkan dapat memperkuat kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Bali di tengah dinamika dan persaingan global.
Dengan semakin kuatnya komitmen terhadap energi hijau, Bali diharapkan mampu memperkokoh citranya sebagai destinasi wisata dunia yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam dan kebudayaan, tetapi juga memiliki kesungguhan dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.
Proses Cepat Berbuah Kuota 1.000 MWp
Keputusan pemerintah pusat memberikan kuota Program PLTS sebesar 1.000 MWp kepada Bali merupakan hasil dari proses komunikasi dan pembahasan yang berlangsung secara cepat.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat antara Gubernur Bali Wayan Koster bersama Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia beserta jajaran pejabat tinggi Kementerian ESDM pada 22 Agustus 2026.
Selanjutnya, persetujuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diberikan pada 23 Agustus 2026, sebelum program tersebut akhirnya diresmikan pada 25 Agustus 2026 di Kabupaten Jembrana.
Gubernur Wayan Koster menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses tersebut dan memandang keberhasilan mendapatkan kuota PLTS sebagai momentum penting bagi perjalanan pembangunan Bali menuju kemandirian energi.
Atas kebijakan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mewakili Pemerintah Daerah dan masyarakat Bali menyampaikan terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo.
Kuota Program PLTS 1.000 MWp tersebut dinilai sebagai kebijakan strategis yang didedikasikan bagi kepentingan rakyat Bali dan masa depan generasi penerus.
Dengan dimulainya pembangunan PLTS dalam skala besar, Bali kini memasuki babak baru pembangunan energi. Dari Pulau Dewata, transformasi menuju kemandirian energi bersih mulai dipercepat, dengan target besar menjadikan Bali tidak hanya mandiri secara energi, tetapi juga semakin hijau, tangguh dan berkelanjutan sebagai pusat kebudayaan dan destinasi pariwisata dunia.
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar