Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mas Botok Cs Masuk Gedung DPR, Desak RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok, bersama sejumlah perwakilan massa akhirnya berhasil masuk ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Masuknya Mas Botok bersama rombongan menjadi bagian dari perjuangan massa AMPB untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Sebanyak 14 perwakilan AMPB disebut mendapat izin memasuki gedung parlemen dan mengikuti agenda di lingkungan DPR RI.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Mas Botok bersama sejumlah rekannya tiba di Ruang Rapat Paripurna DPR RI. Mereka kemudian duduk di balkon untuk mengikuti jalannya Rapat Paripurna Ke-3 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027.

Kehadiran perwakilan AMPB di dalam gedung DPR merupakan hasil komunikasi dan negosiasi dengan tim negosiator DPR yang telah berlangsung sejak Rabu malam (26/8/2026). Melalui proses tersebut, perwakilan massa akhirnya diberikan kesempatan untuk masuk dan menyampaikan aspirasi mereka kepada pimpinan DPR.

Dalam audiensi tersebut, AMPB membawa dua tuntutan utama yang menjadi perhatian publik, yakni mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta mendorong penerapan hukuman berat, termasuk hukuman mati, bagi pelaku tindak pidana korupsi.

Mas Botok sebelumnya menegaskan bahwa gerakan yang dilakukan AMPB tidak bertujuan menciptakan kerusuhan. Aksi tersebut, kata dia, merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang menginginkan langkah lebih tegas dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Bagi AMPB, pengesahan RUU Perampasan Aset dinilai penting sebagai salah satu instrumen untuk mengejar dan mengembalikan aset hasil kejahatan kepada negara. Sementara tuntutan penerapan hukuman mati bagi koruptor menjadi aspirasi yang mereka dorong sebagai bentuk efek jera terhadap pelaku kejahatan yang merugikan kepentingan rakyat.

Meski telah diterima oleh pimpinan DPR RI dan diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memastikan agenda aksi pada 27 Agustus 2026 tetap berjalan.

Mas Botok berharap suara yang dibawa AMPB tidak berhenti sebatas pertemuan dan dialog di gedung parlemen. Ia meminta para wakil rakyat benar-benar mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dalam bentuk kebijakan nyata.

“Semoga aspirasi rakyat Indonesia ini direalisasikan,” ujar Mas Botok.

Masuknya perwakilan AMPB ke Kompleks Parlemen pun menjadi momentum penting dalam aksi mereka. Kini, perhatian publik tertuju pada langkah DPR RI dalam merespons tuntutan masyarakat, khususnya terkait percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset dan penguatan komitmen pemberantasan korupsi di Indonesia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Imigrasi Atambua dan Pemkab TTU Permudah Warga Perbatasan Urus Paspor

    Kolaborasi Imigrasi Atambua dan Pemkab TTU Permudah Warga Perbatasan Urus Paspor

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    ATAMBUA, Matakompas.com |Dalam rangka memperingati Hari Bhakti IMIPAS Ke-I, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua sukses menggelar kegiatan Eazy Paspor dan Pengecekan Kesehatan Gratis di Aula Kantor Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Sabtu, 8 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program IMIPAS PEDULI, hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten TTU dan Kantor Imigrasi Atambua. […]

  • HUT ke-38 WHDI Bali, Gubernur Wayan Koster Titipkan 3 Hal Penguatan Pelestarian Budaya Bali

    HUT ke-38 WHDI Bali, Gubernur Wayan Koster Titipkan 3 Hal Penguatan Pelestarian Budaya Bali

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi atas kontribusi dan konsistensi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali dalam mengabdikan diri dan organisasinya di tengah masyarakat Bali secara nyata. Hal ini disampaikannya dalam sambutan serangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, […]

  • Panitia Study Tour SMPN 1 Lohbener Mengembalikan Uang pendaftaran dan Tabungan kepada Siswa Kelas 8..

    Panitia Study Tour SMPN 1 Lohbener Mengembalikan Uang pendaftaran dan Tabungan kepada Siswa Kelas 8..

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 897
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Sesuai edaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bupati Indramayu tentang pelarangan kegiatan Study Tour dilingkungan sekolah negeri dan swasta di wilayah Jawa Barat. Maka panitia pelaksana Study Tour SMPN 1 Lohbener Senin (11/03/25) sepakat membatalkan kegiatan Stady Tour tahun 2025 untuk kelas 8 yang seyogyanya akan diadakan setelah idul Fitri (April 2025) dengan […]

  • Transfer Palsu hingga Tuduhan Penyekapan, Konflik Sewa Villa Mewah di Sanur Jadi Sorotan Publik

    Transfer Palsu hingga Tuduhan Penyekapan, Konflik Sewa Villa Mewah di Sanur Jadi Sorotan Publik

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Konflik sewa villa mewah di Jalan Danau Poso Nomor 79B, kawasan Sanur kembali menjadi perhatian publik. Konflik villa mengemuka, setelah tudingan penyekapan viral di media sosial berujung pada dugaan penipuan bukti transfer yang disebut merugikan pemilik asal Italia, Gabriella Fattori. Penyewa baru, Anak Agung Gede Agung Aryawan atau Gung De, yang kini […]

  • Hak Ulayat Harus Dihormati, Masyarakat Adat Nabire: Jangan Atur Tanah Kami Secara Sepihak

    Hak Ulayat Harus Dihormati, Masyarakat Adat Nabire: Jangan Atur Tanah Kami Secara Sepihak

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Matacompas.com Papua – Pemilik hak ulayat masyarakat adat menolak kedatangan petugas gabungan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di kawasan Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Penolakan tersebut terjadi sekira pada Selasa (4/8/2026) kemarin. Belasan pemilik hak ulayat masyarakat adat. Perwakilan Pemilik Hak Ulayat masyarakat adat Yantris Monei dan Habel Jina mengatakan, kedatangan petugas […]

  • Gagal Itu Biasa, yang Penting Bangkit Lagi! Kadispora Bengkulu Motivasi Anak Muda

    Gagal Itu Biasa, yang Penting Bangkit Lagi! Kadispora Bengkulu Motivasi Anak Muda

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, menegaskan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Menurutnya, anak muda harus punya mental baja dan nggak gampang menyerah saat menghadapi tantangan. “Gagal itu biasa, yang luar biasa itu mereka yang mau bangkit lagi. Jangan berhenti cuma karena sekali jatuh, karena […]

expand_less