Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bolehkah Penjor Galungan Dipasang Sebelum Hari Penampahan Galungan?

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan yang dirayakan Umat Hindu di Indonesia selalu identik dengan pemasangan penjor di depan rumah,pura,kantor,toko dan tempat- tempat lain.

Khusus untuk Hari Suci Galungan,menurut Ida Bagus Partama,Klian dan Penglingsir Paiketan Semeton Giriya Telaga,Sanur menjelaskan mengenai Penjor Galungan.

“Sepatutnya nanceb Penjor Galungan bertepatan dengan Hari Penampahan Galungan.Dan penjornya wajib dilengkapi dengan pala bungkah,pala gantung,pala wija dan plawa serta sanggah penjor di samping materi utamanya janur,ambu atau ental.

Betapapun bagusnya hiasan penjor,berapapun banyaknya menelan biaya,bila tidak dilengkapi itu,tetap hanya menjadi sekedar penjor hiasan.Karena Penjor Galungan sejatinya adalah simbol kesuburan,kemakmuran,juga sebagai simbol Sang Naga Basuki serta ungkapan rasa syukur dan hormat kepada Hyang Widhi atas kemenangan Dharma melawan Adharma,” terangnya.

Jadi,bila penjor dipasang Hari Minggunya misalnya,itu sudah jelas tidak benar,apalagi kita nanceb penjor di Penyajahan Galungan.Itu Tri Waranya Kajeng, hari larang macek/ nanceb.Tapi jaman sekarang banyak orang dikejar waktu,serba buru-buru,sehingga melanggar kepatutan itu.
“ungkap mantan manager beberapa hotel ini.

Ida Bagus Partama juga menjelaskan,waktu yang benar mencabut dan memprelina Penjor Galungan adalah setelah kita menghaturkan Banten pada Hari Buda Kliwon Pahang,atau Buda Kliwon Pegat Wakan.Sedangkan penjor yang patah (rusak) sebelum hari tersebut bisa langsung diprelina,tidak usah diganti lagi.

Terakhir pesannya,jaman sekarang semua serba berubah sesuai situasi dan kondisi,maka cukup sulit menyesuaikan agar sama persis dengan sastra.Antara nawang ( tahu),bisa,dadi,patut dan pantes sudah campuh (berbaur).Namun yang terpenting bagaimana cara kita untuk tetap bisa mengajegkan dan mempertahankan budaya dan agama agar tidak terkikis dimakan beradaban modern.(Brt)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Kekerasan di SMK Ananda Mitra Industri Deltamas, Keluarga Korban Tempuh Jalur Hukum

    Kasus Kekerasan di SMK Ananda Mitra Industri Deltamas, Keluarga Korban Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.025
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Bekasi – Telah terjadi dugaan tindakan pembiaran terhadap kekerasan (bullying) yang dialami oleh Ananda Rasya. Dia siswa kelas XI Jurusan Mesin di SMK Ananda Mitra Industri Delta Mas, Kabupaten Bekasi. Korban mengalami bullying berulang sejak awal tahun ajaran, dan pada 13 Juni 2025, korban mengalami kekerasan fisik hingga menyebabkan kencing darah dan trauma psikis berat. […]

  • Perjalanan Keluarga Tidak Pakai APBN: Aktivis Apresiasi Klarifikasi Kementerian PU

    Perjalanan Keluarga Tidak Pakai APBN: Aktivis Apresiasi Klarifikasi Kementerian PU

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Anshor Mukmin, Aktivis Anti Korupsi menyoroti polemik mengenai rencana kunjungan Menteri Pekerjaan Umum ke Amerika Serikat perlu disikapi secara jernih dan proporsional. Masyarakat seharusnya tidak terpengaruh dengan opini yang tampak digiring oleh pihak tertentu menjadi polemik yang sifatnya asumtif dan spekulatif. “Persoalan perjalanan dinas yang menjadi polemik sesungguhnya hanya persoalan isu administratif […]

  • I Wayan Bawa Kenang 30 Tahun Kudatuli: Pengorbanan Pejuang Demokrasi Harus Menjadi Inspirasi Bangsa

    I Wayan Bawa Kenang 30 Tahun Kudatuli: Pengorbanan Pejuang Demokrasi Harus Menjadi Inspirasi Bangsa

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR – Tepat 30 tahun berlalu sejak peristiwa Kelabu Dua Puluh Tujuh Juli atau Kudatuli, tragedi penyerangan terhadap Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 1996. Peristiwa yang menjadi salah satu catatan paling kelam dalam sejarah politik Indonesia itu hingga kini dikenang sebagai simbol perjuangan […]

  • Pemprov Bali Percepat Transformasi Manajemen ASN, Sistem Merit Capai Kategori Sangat Baik.

    Pemprov Bali Percepat Transformasi Manajemen ASN, Sistem Merit Capai Kategori Sangat Baik.

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 38
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat transformasi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) menuju birokrasi yang profesional, kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada kinerja. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Kerja bersama Komite I DPD RI terkait Sinergi Penataan dan Pengembangan Manajemen ASN di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (7/9/2026). Rapat kerja tersebut […]

  • Ribuan Guru Honorer Indramayu Geruduk BKPSDM, Dugaan Indikasi Data Hilang Mencuat 

    Ribuan Guru Honorer Indramayu Geruduk BKPSDM, Dugaan Indikasi Data Hilang Mencuat 

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. INDRAMAYU – Nasib ribuan guru honorer di Kabupaten Indramayu kembali menjadi sorotan. Merasa diabaikan dan tanpa kejelasan status, ribuan guru honorer yang tergabung dalam Forum Database BKN Non-ASN 2022 turun ke jalan menggelar aksi damai pada Rabu (15/01/2025).   Para peserta aksi memulai gerakan dari GOR Singalodra, kemudian berjalan kaki menuju Kantor Dinas Pendidikan […]

  • Menjaga Langit Bali: Pansus TRAP Usulkan Skema Ketinggian Bangunan Berbasis Nilai dan Perlindungan Kawasan Suci

    Menjaga Langit Bali: Pansus TRAP Usulkan Skema Ketinggian Bangunan Berbasis Nilai dan Perlindungan Kawasan Suci

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mendorong arah baru penataan ruang Pulau Dewata melalui pendekatan progresif berbasis nilai, termasuk usulan zonasi ketinggian bangunan hingga 45 meter di kawasan tertentu. Rekomendasi strategis tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-31 DPRD Bali, Senin (6/4/2026), dan diteruskan kepada Gubernur Bali, […]

expand_less