Breaking News
light_mode
Trending Tags

PFII Masuk Bali, Ajus Linggih Minta Pemerintah Batasi Jual Beli dan Sewa Lahan: Jangan Sampai Warga Lokal Terusir dari Tanah Kelahiran

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Melonjaknya harga tanah dan biaya sewa lahan di Bali kembali menjadi perhatian serius. Ketua Komisi II DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih atau yang akrab disapa Ajus Linggih, mendorong pemerintah untuk segera menyiapkan kebijakan pembatasan jual beli maupun sewa lahan guna melindungi masyarakat lokal Bali.

Desakan tersebut semakin menguat seiring rencana dan keberadaan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang dinilai berpotensi menghadirkan tenaga kerja berkeahlian tinggi dengan tingkat pendapatan jauh di atas rata-rata penghasilan masyarakat lokal.

Ajus Linggih menilai, tanpa regulasi yang kuat, tingginya daya beli kelompok masyarakat berpenghasilan global dapat semakin mendorong kenaikan harga tanah dan sewa properti di Bali.

Akibatnya, masyarakat lokal berpotensi semakin sulit membeli tanah, mempertahankan aset keluarga, bahkan menyewa tempat tinggal di daerahnya sendiri.

«“Saya harap ada kebijakan yang membatasi jual beli maupun sewa lahan di Bali dengan keberadaan PFII dan lainnya. Karena tidak mungkin masyarakat Bali bisa menyaingi pendapatan global dengan pendapatan lokal,” ujar Ajus Linggih di Denpasar, Kamis (27/8/2026).»

Menurutnya, keberadaan PFII perlu diantisipasi dengan kebijakan perlindungan yang jelas bagi masyarakat lokal. Pasalnya, pegawai yang masuk dalam kategori high skilled labour umumnya memiliki pendapatan tinggi dan kemampuan finansial yang jauh lebih besar dalam membeli maupun menyewa tanah dan properti.

Jika kondisi tersebut tidak dikendalikan, persaingan terhadap aset tanah di Bali dikhawatirkan semakin tidak seimbang.

“Secara otomatis, keberadaan tenaga kerja dengan pendapatan tinggi akan memberikan tekanan terhadap harga tanah dan sewa. Kita harus memastikan masyarakat lokal tidak semakin tersisih karena kalah dalam daya beli,” tegasnya.

Ajus Linggih pun meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah mempelajari berbagai kebijakan internasional dalam mengendalikan kepemilikan serta pemanfaatan tanah oleh kelompok berpenghasilan tinggi maupun investor.

Ia mencontohkan Dubai yang memiliki sejumlah kebijakan dan pengaturan terkait kawasan, investasi serta kepemilikan properti yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Bali.

«“Kita harus mencontoh Dubai dalam kebijakan ini agar harga tanah di Bali tidak melonjak jauh dan menggeser penduduk lokal seperti sekarang,” ungkapnya.»

Masyarakat Bali Disebut Investor Terbesar

Selain persoalan ekonomi, Ajus Linggih mengingatkan bahwa masyarakat Bali merupakan salah satu investor terbesar dalam menjaga keberlangsungan Pulau Dewata.

Investasi masyarakat Bali tidak hanya berbentuk modal usaha atau pembangunan fisik, tetapi juga diwujudkan melalui pengeluaran besar untuk menjaga adat, tradisi, budaya dan upacara keagamaan.

Berdasarkan data yang disampaikan BRIDA, nilai investasi masyarakat Bali dalam menjaga adat istiadat disebut mencapai sekitar Rp40 triliun per tahun.

Menurut Ajus Linggih, nilai tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Bali memiliki peran besar dalam mempertahankan identitas dan daya tarik utama Pulau Dewata.

“Pemerintah pusat harus ingat, investor terbesar Bali itu adalah masyarakat Bali sendiri. Masyarakat yang selama ini menjaga adat, budaya dan tradisi justru menjadi fondasi utama daya tarik Bali,” ujarnya.

Karena itu, pembangunan ekonomi dan masuknya investasi baru harus tetap menempatkan perlindungan terhadap masyarakat lokal sebagai prioritas.

Ajus Linggih menegaskan, Bali tidak boleh hanya menjadi daerah tujuan investasi global tanpa memberikan kepastian bagi masyarakat lokal untuk tetap memiliki ruang hidup di tanah kelahirannya.

Ia berharap pemerintah segera merumuskan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara investasi, pertumbuhan ekonomi dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat Bali.

Sebab, apabila harga tanah dan biaya sewa terus meningkat tanpa kendali, generasi Bali ke depan dikhawatirkan semakin sulit memiliki tempat tinggal dan mempertahankan tanah warisan keluarga.

“Pembangunan harus berjalan, investasi harus tetap masuk, tetapi jangan sampai masyarakat Bali justru menjadi penonton dan perlahan tergeser dari tanah kelahirannya sendiri,” demikian pesan yang menjadi perhatian dalam sorotan terhadap masa depan tata kelola tanah dan investasi di Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Penertiban Rumah Dinas, Purnawirawan Kodam IX/Udayana Minta Kebijakan Presiden.

    Terkait Penertiban Rumah Dinas, Purnawirawan Kodam IX/Udayana Minta Kebijakan Presiden.

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Sebanyak 114 purnawirawan TNI AD, Pegawai Negeri Sipil purna tugas dan Warakawuri di lingkungan Kodam IX/Udayana menyampaikan permohonan pengasihan kepada Presiden Prabowo Subianto. Permohonan tersebut terkait rencana penertiban rumah dinas yang akan dilakukan oleh Kodam IX/Udayana mulai 3 Agustus 2026. Dalam surat permohonan yang disampaikan, para purnawirawan, PNS purna tugas, dan Warakawuri […]

  • Tagel Winarta Soroti Pelanggaran Berat JW Marriott Payangan: Irigasi Ditutup, Perizinan Diduga Belum Lengkap

    Tagel Winarta Soroti Pelanggaran Berat JW Marriott Payangan: Irigasi Ditutup, Perizinan Diduga Belum Lengkap

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    GIANYAR, Matakompas.com — Anggota DPRD Provinsi Bali dari Dapil Gianyar, I Wayan Tagel Winarta, menegaskan komitmennya untuk menjaga tata ruang dan kelestarian lingkungan Bali. Hal itu disampaikan saat ia ikut memimpin langkah tegas Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali dalam sidak proyek pembangunan JW Marriott Hotel, Restoran, dan Spa di Desa Puhu, […]

  • Gagal Itu Biasa, yang Penting Bangkit Lagi! Kadispora Bengkulu Motivasi Anak Muda

    Gagal Itu Biasa, yang Penting Bangkit Lagi! Kadispora Bengkulu Motivasi Anak Muda

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, menegaskan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Menurutnya, anak muda harus punya mental baja dan nggak gampang menyerah saat menghadapi tantangan. “Gagal itu biasa, yang luar biasa itu mereka yang mau bangkit lagi. Jangan berhenti cuma karena sekali jatuh, karena […]

  • Model Investasi Internasional “Pandai” Hadir di Bali, Jamin Kedisiplinan Pembangunan Properti

    Model Investasi Internasional “Pandai” Hadir di Bali, Jamin Kedisiplinan Pembangunan Properti

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Model kerangka investasi properti internasional bernama “Pandai” mendapat sambutan positif dari Gubernur Bali, Wayan Koster. Model yang digagas investor asal Kazakhstan ini dinilai mampu menghadirkan skema pembangunan yang disiplin hukum, transparan, serta selaras dengan nilai budaya Bali. Hal tersebut disampaikan Jay Tukzhanova, perwakilan Pandai Group, usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Koster di […]

  • Kreativitas Pemuda, Aset Bangsa: Dispora Bengkulu Galakkan Program Pengembangan

    Kreativitas Pemuda, Aset Bangsa: Dispora Bengkulu Galakkan Program Pengembangan

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 112
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Generasi muda memiliki peran strategis dalam memajukan bangsa melalui kreativitas dan inovasi. Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu terus menggalakkan berbagai program pengembangan kepemudaan, salah satunya melalui Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia (Kreativinesia). Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Bengkulu, Indara Jaya Syam, menegaskan bahwa pemberdayaan pemuda merupakan langkah […]

  • Kajian Asyik di Bulan Ramadhan, Dispora Bengkulu Dorong Pemuda Lebih Aktif

    Kajian Asyik di Bulan Ramadhan, Dispora Bengkulu Dorong Pemuda Lebih Aktif

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 80
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Bulan Ramadhan identik dengan peningkatan ibadah dan kajian keagamaan. Menariknya, tren kajian di kalangan pemuda Bengkulu kini semakin berkembang dengan konsep yang lebih santai dan kekinian, seperti diskusi di kafe, kajian outdoor, hingga tema yang relate dengan kehidupan anak muda. Kepala Bidang Pembudayaan Pemuda Dispora Bengkulu, Indra Jaya Syam, S.Sos, mengapresiasi tren positif […]

expand_less