Ketua DPRD Badung Dukung Museum Taman Perdamaian Bali di Eks Sari Club, Simbol Ingatan dan Pesan Kemanusiaan
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG – Rencana pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali di kawasan bekas lokasi tragedi Bom Bali I (eks Sari Club) mulai disosialisasikan kepada masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, di Balai Banjar Pengabetan, Kuta, Sabtu (2/5/2026).
Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal dalam mewujudkan sebuah ruang memorial yang tidak hanya mengenang tragedi kemanusiaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai perdamaian dan persatuan di tengah masyarakat. Museum ini dirancang berdiri di lokasi bersejarah Bom Bali I, yang selama ini menjadi simbol duka sekaligus refleksi bagi Bali dan dunia.
Dalam kesempatan itu, I Gusti Anom Gumanti menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan museum tersebut. Ia menilai, kehadiran Museum Taman Perdamaian Bali akan menjadi sarana edukatif yang penting, khususnya bagi generasi muda, agar tidak melupakan sejarah kelam sekaligus memahami arti penting menjaga harmoni.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kesadaran kolektif. Museum ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran tentang nilai kemanusiaan, toleransi, dan perdamaian,” ujarnya.
Lebih dari itu, museum ini juga diproyeksikan menjadi destinasi sejarah yang memiliki daya tarik tersendiri, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara yang ingin memahami perjalanan sejarah Bali dalam menghadapi tragedi dan bangkit dengan semangat persatuan.
Kegiatan sosialisasi ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan pemerintah, tokoh masyarakat, perangkat desa adat, hingga warga setempat. Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif dalam menyimak rencana pembangunan serta harapan agar proyek ini dapat berjalan dengan baik.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan proses pembangunan Museum Taman Perdamaian Bali dapat berlangsung lancar dan inklusif, sekaligus menjadi warisan penting bagi Bali dalam menjaga memori sejarah serta meneguhkan pesan perdamaian bagi generasi mendatang.
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar