Gubernur Koster Dorong FEB Unud Kenalkan Konsep Ekonomi Kerthi Bali.
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana (Unud) untuk ikut memperkuat pembangunan Bali melalui pengembangan ilmu ekonomi yang selaras dengan karakter, potensi, serta kebutuhan daerah.
Hal itu disampaikan Koster saat menghadiri puncak Dies Natalis ke-59 FEB Unud yang digelar di halaman kampus FEB Unud, Selasa (1/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Koster menegaskan bahwa Unud memiliki posisi strategis dalam pembangunan Bali.
Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Bali dan menjadi rujukan pendidikan tinggi bagi kawasan Indonesia Timur, Unud dinilai memiliki peran penting dalam melahirkan sumber daya manusia sekaligus gagasan yang dapat mendukung arah pembangunan daerah.
Koster juga mengungkapkan hubungan dan koordinasi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Unud. Menurutnya, sejumlah pakar yang terlibat dalam pemerintahan di lingkungan Pemprov Bali juga berasal dari Unud.
“Pakar yang tergabung di Pemprov Bali sebagian dari Unud. Secara institusi maupun pribadi, saya dengan Bapak Rektor memiliki hubungan yang sangat baik, terus berkoordinasi untuk menyelaraskan kerja sama antara Pemprov dengan Unud,” ujar Koster.
Bangun Bali Berbasis Karakter Lokal
Koster mengatakan, keberadaan Unud memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah dan identitas Bali. Nama Udayana, yang diambil dari salah satu raja besar dalam sejarah Bali, menurutnya memiliki makna penting karena pada masa pemerintahannya Bali pernah mengalami masa keemasan.
Nilai-nilai historis tersebut, kata Koster, menjadi salah satu referensi dalam merumuskan arah pembangunan Bali saat ini. Ia mengaku banyak mempelajari konsep pembangunan dari para raja terdahulu ketika dipercaya memimpin Bali.
Konsep tersebut kemudian ia implementasikan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menempatkan keseimbangan antara alam, manusia, dan kehidupan Bali sebagai bagian penting dalam pembangunan.
“Saya jadikan pedoman agar alam, manusia dan alam Bali tetap ajeg. Bali harus betul-betul dibangun sesuai dengan karakteristik dan potensi lokalnya,” katanya.
Koster menyebut prinsip tersebut juga menjadi bagian dari arah pembangunan jangka panjang Bali melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.
Menurutnya, haluan tersebut tidak hanya berbicara mengenai pembangunan ekonomi, tetapi mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat Bali, mulai dari alam, manusia hingga kebudayaan.
“Isinya sangat lengkap, berkaitan dengan segala aspek tentang kehidupan, baik alam, manusia maupun budaya yang semuanya harus hidup, tumbuh dan menjaga keterkaitan satu sama lain agar Bali terpelihara dengan baik,” jelasnya.
Ekonomi Kerthi Bali Dinilai Relevan dengan FEB
Dalam konteks pembangunan ekonomi Bali, Koster secara khusus menyoroti konsep Ekonomi Kerthi Bali yang menurutnya sangat relevan untuk dikembangkan dan diperkenalkan di lingkungan FEB Unud.
Koster mengatakan konsep tersebut telah dituangkan dalam sebuah buku dan diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pengetahuan bagi sivitas akademika, khususnya dosen dan mahasiswa FEB Unud.
Ia berharap perguruan tinggi tidak hanya mengembangkan pengetahuan ekonomi secara umum, tetapi juga mampu mengintegrasikannya dengan karakter dan potensi lokal Bali.
“Saya berharap konsep ini dikenalkan di kampus karena sangat bagus. Supaya pengetahuan yang kita bangun benar-benar menyentuh dan menyatu dengan karakter serta potensi daerah Bali,” ujarnya.
Koster bahkan menyatakan kesiapannya untuk memberikan kuliah umum mengenai Ekonomi Kerthi Bali di FEB Unud.
“Saya siap memberi kuliah umum tentang Ekonomi Kerthi Bali di FEB,” imbuhnya.

FEB Unud Diminta Terus Berkontribusi
Memasuki usia ke-59 tahun, Koster berharap FEB Unud tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi semakin memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Bali.
Ia meminta momentum Dies Natalis ke-59 dijadikan sebagai titik penguatan untuk menjadikan FEB Unud semakin tangguh, unggul dan memiliki reputasi yang semakin luas.
“Ini yang sangat saya harapkan, khususnya pada FEB yang genap berusia 59 tahun. Jadikan Dies Natalis menjadi momentum untuk bergerak maju agar FEB makin kuat, tangguh dan makin terkenal. Menjadi kebanggaan masyarakat Bali dan Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Dekan FEB Unud Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari menyampaikan sejumlah capaian fakultas yang dipimpinnya. Ia mengatakan FEB Unud saat ini telah berkembang menjadi salah satu fakultas ekonomi terkemuka di kawasan Indonesia Timur.
Ribuan lulusan FEB Unud telah terserap di berbagai sektor. Dari sisi akademik, sebanyak 10 dari 12 program studi yang ada di FEB Unud telah meraih akreditasi unggul.
Wiwin menegaskan berbagai capaian tersebut bukan merupakan hasil kerja individual, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika serta dukungan berbagai pihak.
“Capaian ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan hasil kerja kolektif dan dukungan dari berbagai komponen,” ujarnya.
“Beyond Limits, Together as One”
Dalam perayaan Dies Natalis ke-59, FEB Unud mengusung tema “Empowering Collective Impact: Driving Change Beyond Limits, Together as One.”
Wiwin mengajak seluruh keluarga besar FEB Unud menjadikan tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi sebagai komitmen untuk menghadirkan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keunggulan akademik yang telah dibangun harus diterjemahkan dalam bentuk kontribusi konkret sehingga keberadaan FEB Unud benar-benar memberikan manfaat lebih luas.
“Saya berharap ini bukan hanya sekadar slogan, tapi penegasan bahwa keunggulan dari kerja keras harus diterjemahkan dalam tindakan nyata hingga bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Puncak Dies Natalis ke-59 FEB Unud kemudian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FEB Unud Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari.
Potongan pertama tumpeng diserahkan kepada Gubernur Bali Wayan Koster sebagai simbol kebersamaan dan harapan agar FEB Unud terus berkembang serta memberikan kontribusi bagi kemajuan Bali dan Indonesia. (red).
- Penulis: Redaksi Bali









Saat ini belum ada komentar