Breaking News
light_mode
Trending Tags

Komisi I DPRD Bali Luruskan Video Penolakan di Purwakerti, Dr Somvir: Jangan Nilai dari Banyaknya Massa

  • account_circle admin
  • calendar_month 52 menit yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Komisi I DPRD Provinsi Bali meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait video penolakan terhadap rombongan DPRD Bali saat melakukan kunjungan ke Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Selasa (1/9/2026).

Video tersebut sebelumnya menyebut rombongan DPRD Bali yang datang ke lokasi merupakan bagian dari kunjungan kerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP). Namun, informasi tersebut ditegaskan tidak tepat.

Ketua Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Budiutama, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan agenda Pansus TRAP, melainkan kunjungan kerja dalam daerah Komisi I untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat (Dumas) sekaligus melakukan pengecekan terhadap aset milik Pemerintah Provinsi Bali.

Hal senada ditegaskan Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali yang juga anggota Komisi I DPRD Bali, Dr Somvir. Ia menilai persoalan yang terjadi di lapangan tidak perlu dibesar-besarkan karena fakta sebenarnya harus dilihat secara langsung.

“Masalah ini terlalu dibesar-besarkan. Fakta di lapangan berbeda. Sampai kami mau turun saja tidak boleh masuk ke lokasi,” ujar Somvir saat ditemui di Gedung DPRD Bali, Rabu (2/9/2026).

Menurut Somvir, Komisi I memiliki kewenangan untuk melakukan kunjungan kerja di wilayah Bali, terlebih ketika terdapat laporan atau pengaduan masyarakat yang perlu ditindaklanjuti.

Ia menegaskan, DPRD Bali tidak boleh mundur hanya karena mendapat penolakan ketika hendak melakukan pengecekan terhadap persoalan yang dilaporkan masyarakat.

“Komisi I berani turun. Kalau ada yang minta jangan turun, anggota dewan itu di mana saja boleh turun, apalagi Komisi I. Karena ada laporan masyarakat, sehingga kami turun,” tegasnya.

Somvir mengungkapkan, sejak awal rombongan Komisi I tiba di lokasi, pihaknya sempat mendapat larangan untuk melakukan sejumlah hal. Kondisi tersebut justru membuat pihaknya memilih untuk melihat langsung situasi di lapangan sebelum mengambil kesimpulan.

“Dari awal kami dicegat, tidak boleh ini, tidak boleh itu. Dari situ kami sudah curiga ada masalah. Tetapi kami tidak mau langsung mengambil kesimpulan. Kami memilih melihat langsung,” katanya.

Saat berada di lokasi, kata Somvir, situasi memang sempat memanas karena terdapat kelompok masyarakat yang berada pada posisi berbeda atau pro dan kontra terhadap persoalan yang sedang terjadi.

Meski demikian, ia memastikan anggota Komisi I tetap berusaha menjaga suasana agar tidak terjadi benturan antarmasyarakat.

“Kami melihat kondisi agak panas. Saat itu kami hormati karena kami tidak ingin sampai terjadi masalah. Kasihan masyarakat. Yang kami inginkan adalah mengetahui kebenarannya,” ujarnya.

Setelah melihat kondisi dan lokasi secara langsung, Komisi I kemudian menyarankan agar persoalan tersebut dibawa ke forum resmi di DPRD Bali melalui rapat dengar pendapat (RDP).

Somvir mengatakan, melalui RDP nantinya seluruh pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan keterangan secara terbuka sehingga persoalan mengenai siapa yang benar dan siapa yang salah dapat diperiksa berdasarkan fakta dan bukti.

“Nanti Komisi I akan bahas di kantor DPRD. RDP silakan sampaikan apa yang terjadi, siapa yang benar dan siapa yang salah. Itu nanti bisa dibahas,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan anggota DPRD Bali di daerah pemilihan masing-masing merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Terlebih, salah satu anggota Komisi I merupakan wakil rakyat dari Karangasem.

“Anggota DPRD Provinsi Bali bukan anggota dewan kabupaten. Kami memiliki kewenangan sebagai anggota DPRD Provinsi Bali. Kalau ada masyarakat yang menyampaikan persoalan, kami wajib mendengarkan dan menindaklanjutinya,” kata Somvir.

Ia menegaskan, Komisi I tidak akan menentukan siapa yang benar hanya berdasarkan jumlah massa yang hadir di lokasi.

“Bukan dengan cara melihat jumlah orang yang berkumpul, kemudian kita dukung. Yang penting adalah siapa yang benar. Itu yang akan kami cek bersama DPRD,” tegasnya.

Somvir juga mengimbau seluruh pihak agar tidak membawa persoalan tersebut ke arah konflik terbuka. Menurutnya, perbedaan pendapat maupun sengketa harus diselesaikan melalui jalur dialog dan mekanisme kelembagaan.

“Persoalan yang ada ini bisa diselesaikan dengan cara baik-baik, tenang, dan melalui forum yang tepat,” ujarnya.

Ia mengaku memahami apabila masyarakat Karangasem yang terlibat dalam persoalan tersebut menunjukkan emosi, kemarahan maupun kekecewaan. Namun, DPRD Bali tetap akan menjalankan fungsi pengawasan secara objektif.

“Kami menerima kemarahan, kekecewaan, atau mungkin emosi masyarakat. Tetapi kami tetap akan membela yang benar, bukan membela berdasarkan siapa yang paling banyak orangnya,” pungkas Somvir.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujudkan Generasi Berkarakter, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Tanamkan Wawasan Kebangsaan di Taman Baca Masyarakat

    Wujudkan Generasi Berkarakter, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Tanamkan Wawasan Kebangsaan di Taman Baca Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 743
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini, personel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 11 Kostrad Pos Bambangan menggelar kegiatan pembelajaran dan pemberian wawasan kebangsaan di Taman Baca Masyarakat (TBM) Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila, […]

  • Menyala Wii!! Pansus TRAP DPRD Bali Tutup PT BTID, Tukar Guling Dinilai Cacat dan Ancam Ekosistem Mangrove

    Menyala Wii!! Pansus TRAP DPRD Bali Tutup PT BTID, Tukar Guling Dinilai Cacat dan Ancam Ekosistem Mangrove

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KARANGASEM, Matakompas.com — Di tengah sorotan tajam terhadap tata kelola ruang dan lingkungan di Bali, Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali akhirnya mengambil sikap tegas dan bulat. Setelah melalui rangkaian sidak dan verifikasi lapangan, seluruh pimpinan dan anggota Pansus sepakat merekomendasikan penutupan PT BTID. Keputusan ini bukan tanpa dasar. […]

  • Bhabinkamtibmas Bumi Ayu Bersama Peternak Kambing Cek Kondisi Hewan Ternak Di Pekarangan Bergizi

    Bhabinkamtibmas Bumi Ayu Bersama Peternak Kambing Cek Kondisi Hewan Ternak Di Pekarangan Bergizi

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Dumai,Matakompas.com – Beralamat di Jalan Gunung Merbabu RT 1 Kelurahn Bumi Ayu Kecamatan Dumai Selatan Personil Bhabinkamtibmas Kelurahan Bumi Ayu AIPTU Andi Hidayat bersama Peternak Kambing,Jenis KAMBING KOPLO melakukan giat pengecekan hewan ternak. Kegiatan di laksanakan pada hri rabu 03 juni 2026 di mukai sekira puku 09.00 wib. Pengecekan berjalan lancar dan kondusif Berlokasi di […]

  • Suasana Duka di Kaba-Kaba, Alit Kelakan dan Made Supartha Beri Penghormatan Terakhir

    Suasana Duka di Kaba-Kaba, Alit Kelakan dan Made Supartha Beri Penghormatan Terakhir

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com –  Suasana duka menyelimuti Griya Kawi Sunia, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, menyusul lebar atau wafatnya tokoh spiritual Ida Peranda Istri Griya Kawi Sunia. Sebagai bentuk empati dan penghormatan, Anggota DPR RI I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan bersama Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali I Made Supartha hadir langsung untuk melayat […]

  • Polda Banten Tangkap Charlie Chandra dalam Kasus Pemalsuan Surat Tanah di Tangerang

    Polda Banten Tangkap Charlie Chandra dalam Kasus Pemalsuan Surat Tanah di Tangerang

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com TANGERANG — Polda Banten menangkap Charlie Chandra (49) pada Senin (19/5) malam, terkait kasus dugaan pemalsuan sertifikat tanah seluas 87.100 meter persegi di Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Penangkapan ini menjadi puncak dari penyelidikan kasus pemalsuan surat tanah yang cukup kompleks. Kepolisian Daerah Banten melalui Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum menggelar konferensi pers […]

  • Bupati Imron: Pembinaan ABH Perlu Sinergi Semua Pihak

    Bupati Imron: Pembinaan ABH Perlu Sinergi Semua Pihak

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 714
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Bupati Cirebon Imron menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membina anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Hal itu disampaikan Bupati Imron usai menghadiri pembukaan Pembinaan Pesantren Kilat dan Ekonomi Kreatif kepada Anak yang Berhadapan dengan Hukum Polresta Cirebon di halaman Mapolresta Cirebon, Senin (10/3/2025). Imron mengapresiasi langkah […]

expand_less