Breaking News
light_mode
Trending Tags

Komisi I DPRD Bali Luruskan Video Penolakan di Purwakerti, Dr Somvir: Jangan Nilai dari Banyaknya Massa

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Komisi I DPRD Provinsi Bali meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait video penolakan terhadap rombongan DPRD Bali saat melakukan kunjungan ke Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Selasa (1/9/2026).

Video tersebut sebelumnya menyebut rombongan DPRD Bali yang datang ke lokasi merupakan bagian dari kunjungan kerja Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP). Namun, informasi tersebut ditegaskan tidak tepat.

Ketua Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Budiutama, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan agenda Pansus TRAP, melainkan kunjungan kerja dalam daerah Komisi I untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat (Dumas) sekaligus melakukan pengecekan terhadap aset milik Pemerintah Provinsi Bali.

Hal senada ditegaskan Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali yang juga anggota Komisi I DPRD Bali, Dr Somvir. Ia menilai persoalan yang terjadi di lapangan tidak perlu dibesar-besarkan karena fakta sebenarnya harus dilihat secara langsung.

“Masalah ini terlalu dibesar-besarkan. Fakta di lapangan berbeda. Sampai kami mau turun saja tidak boleh masuk ke lokasi,” ujar Somvir saat ditemui di Gedung DPRD Bali, Rabu (2/9/2026).

Menurut Somvir, Komisi I memiliki kewenangan untuk melakukan kunjungan kerja di wilayah Bali, terlebih ketika terdapat laporan atau pengaduan masyarakat yang perlu ditindaklanjuti.

Ia menegaskan, DPRD Bali tidak boleh mundur hanya karena mendapat penolakan ketika hendak melakukan pengecekan terhadap persoalan yang dilaporkan masyarakat.

“Komisi I berani turun. Kalau ada yang minta jangan turun, anggota dewan itu di mana saja boleh turun, apalagi Komisi I. Karena ada laporan masyarakat, sehingga kami turun,” tegasnya.

Somvir mengungkapkan, sejak awal rombongan Komisi I tiba di lokasi, pihaknya sempat mendapat larangan untuk melakukan sejumlah hal. Kondisi tersebut justru membuat pihaknya memilih untuk melihat langsung situasi di lapangan sebelum mengambil kesimpulan.

“Dari awal kami dicegat, tidak boleh ini, tidak boleh itu. Dari situ kami sudah curiga ada masalah. Tetapi kami tidak mau langsung mengambil kesimpulan. Kami memilih melihat langsung,” katanya.

Saat berada di lokasi, kata Somvir, situasi memang sempat memanas karena terdapat kelompok masyarakat yang berada pada posisi berbeda atau pro dan kontra terhadap persoalan yang sedang terjadi.

Meski demikian, ia memastikan anggota Komisi I tetap berusaha menjaga suasana agar tidak terjadi benturan antarmasyarakat.

“Kami melihat kondisi agak panas. Saat itu kami hormati karena kami tidak ingin sampai terjadi masalah. Kasihan masyarakat. Yang kami inginkan adalah mengetahui kebenarannya,” ujarnya.

Setelah melihat kondisi dan lokasi secara langsung, Komisi I kemudian menyarankan agar persoalan tersebut dibawa ke forum resmi di DPRD Bali melalui rapat dengar pendapat (RDP).

Somvir mengatakan, melalui RDP nantinya seluruh pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan keterangan secara terbuka sehingga persoalan mengenai siapa yang benar dan siapa yang salah dapat diperiksa berdasarkan fakta dan bukti.

“Nanti Komisi I akan bahas di kantor DPRD. RDP silakan sampaikan apa yang terjadi, siapa yang benar dan siapa yang salah. Itu nanti bisa dibahas,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan anggota DPRD Bali di daerah pemilihan masing-masing merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Terlebih, salah satu anggota Komisi I merupakan wakil rakyat dari Karangasem.

“Anggota DPRD Provinsi Bali bukan anggota dewan kabupaten. Kami memiliki kewenangan sebagai anggota DPRD Provinsi Bali. Kalau ada masyarakat yang menyampaikan persoalan, kami wajib mendengarkan dan menindaklanjutinya,” kata Somvir.

Ia menegaskan, Komisi I tidak akan menentukan siapa yang benar hanya berdasarkan jumlah massa yang hadir di lokasi.

“Bukan dengan cara melihat jumlah orang yang berkumpul, kemudian kita dukung. Yang penting adalah siapa yang benar. Itu yang akan kami cek bersama DPRD,” tegasnya.

Somvir juga mengimbau seluruh pihak agar tidak membawa persoalan tersebut ke arah konflik terbuka. Menurutnya, perbedaan pendapat maupun sengketa harus diselesaikan melalui jalur dialog dan mekanisme kelembagaan.

“Persoalan yang ada ini bisa diselesaikan dengan cara baik-baik, tenang, dan melalui forum yang tepat,” ujarnya.

Ia mengaku memahami apabila masyarakat Karangasem yang terlibat dalam persoalan tersebut menunjukkan emosi, kemarahan maupun kekecewaan. Namun, DPRD Bali tetap akan menjalankan fungsi pengawasan secara objektif.

“Kami menerima kemarahan, kekecewaan, atau mungkin emosi masyarakat. Tetapi kami tetap akan membela yang benar, bukan membela berdasarkan siapa yang paling banyak orangnya,” pungkas Somvir.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Winie Kaori Tegaskan Gerakan Menanam dan Tingkatkan SDM Kunci Kemandirian Ekonomi Bali

    Winie Kaori Tegaskan Gerakan Menanam dan Tingkatkan SDM Kunci Kemandirian Ekonomi Bali

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ni Kadek Winie Kaori Intan Mahkota selaku pelaku UMKM menegaskan Bali Economic Investment Forum (BEIF) 2026 sebagai media untuk mempersatukan stakeholder pariwisata, pengusaha dan akademisi serta pemerintah, untuk mendukung langkah green economy (ekonomi hijau) buat Bali tahun 2026. Untuk itu, garis merahnya berupa kolaborasi memegang peranan penting demi menciptakan Bali yang mandiri […]

  • Camellia Panduwinata: Pengadilan Ad Hoc Langkah Tepat dan Berani

    Camellia Panduwinata: Pengadilan Ad Hoc Langkah Tepat dan Berani

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta — Usulan Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk peradilan ad hoc khusus guna mengusut dugaan penyelewengan dan pelanggaran di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama 30 tahun terakhir mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Sekretaris Jenderal Kerapatan Tanah Air Indonesia (KITA), Camellia Panduwinata atau yang akrab disapa Camelia Petir, menyatakan dukungannya secara resmi […]

  • Gerindra Soroti Ketidakhadiran OPD, Gede Harja Astawa: Pejabat Tak Mampu Harus Diganti

    Gerindra Soroti Ketidakhadiran OPD, Gede Harja Astawa: Pejabat Tak Mampu Harus Diganti

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Rapat Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali kembali diwarnai ketegangan. Agenda yang seharusnya menghadirkan sejumlah pejabat penting dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terpaksa ditunda lantaran ketidakhadiran para pimpinan instansi terkait. Rapat yang digelar pada Senin (20/4/2026) itu sedianya mengundang Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah […]

  • Menuju PON 2028, Pameran Pembangunan NTT Diharapkan Naik Kelas: Bukan Sekadar Deretan Stan

    Menuju PON 2028, Pameran Pembangunan NTT Diharapkan Naik Kelas: Bukan Sekadar Deretan Stan

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Matakompas.com- Anggota Komisi I DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), David Boimau, berharap penyelenggaraan Pameran Pembangunan Provinsi NTT terus berbenah dan naik kelas menjelang NTT menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Menurutnya, pameran pembangunan sudah saatnya bertransformasi menjadi event yang mampu menampilkan wajah NTT secara modern, kreatif, dan profesional, bukan […]

  • Dari Sampah Jadi Karya, Eka Putra Nurcahyadi Dorong Edukasi Lingkungan Sejak Dini

    Dari Sampah Jadi Karya, Eka Putra Nurcahyadi Dorong Edukasi Lingkungan Sejak Dini

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    TABANAN – Edukasi menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini. Pesan tersebut tercermin dalam kegiatan “Sampahmu – Karyamu” yang melibatkan anak-anak SD Negeri 2 Batannyuh, Sabtu (15/8/2026), bertempat di Balai Tat Wam Asi, Desa Adat Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali. Kegiatan sederhana tersebut menjadi ruang kreatif bagi anak-anak untuk belajar mengolah sampah, khususnya botol plastik […]

  • Made Supartha Tekankan Peran PBMM Jaga Adat dan Budaya di Era Globalisasi

    Made Supartha Tekankan Peran PBMM Jaga Adat dan Budaya di Era Globalisasi

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com – Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Tabanan yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus masa ayahan 2026-2031 berlangsung khidmat di Wantilan Kahyangan Jagat Dalem Purwa Kubontingguh, Desa Denbatas, Tabanan, Jumat, 16 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Anggota DPRD Provinsi Bali Dr. (C) […]

expand_less