Breaking News
light_mode
Trending Tags

Nyaris 60 Tahun Terisolasi, Jalan Baru Sangketan Akhirnya Dibuka: Mudarta Tegaskan Demokrat Bali Kerja Total

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN | Penantian panjang masyarakat Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, untuk memiliki akses jalan yang lebih layak akhirnya mulai menemukan titik terang.

Setelah hampir enam dekade mengandalkan akses jalan setapak, masyarakat kini menyaksikan pembukaan badan jalan baru yang menghubungkan kawasan Banjar Dinas maupun Banjar Adat Munduk Dawa dengan Banjar Adat Puring.

Pembukaan akses jalan tersebut berlangsung Sabtu (12/9/2026), dengan lebar badan jalan sekitar 5 meter. Ruas yang dibuka menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat, termasuk menuju fasilitas pendidikan, tempat ibadah, layanan kesehatan hingga jalur pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan.

Momentum tersebut juga mendapat dukungan dan pendampingan Partai Demokrat melalui jajaran Demokrat Bali, Demokrat Tabanan hingga PAC Demokrat Penebel.

Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta, S.Sos., mengatakan terwujudnya pembukaan akses jalan tersebut tidak terlepas dari kekompakan masyarakat serta kesediaan pemilik lahan untuk memberikan sebagian tanahnya bagi kepentingan akses publik.

“Baru hari ini hal tersebut bisa terselenggara, tentu atas berkah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain itu, ini juga berkat kekompakan masyarakat di sini,” kata Made Mudarta di lokasi pembukaan jalan, Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Mudarta, pengerjaan badan jalan telah dimulai beberapa hari sebelumnya. Demokrat Bali bersama jajaran kader di daerah berupaya memberikan pendampingan agar pembukaan jalan tersebut tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.

Ia menegaskan, semangat yang dibangun dalam pekerjaan tersebut adalah gotong royong dan swadaya. Dukungan pembiayaan berasal dari iuran kader-kader Demokrat di Bali, bukan dari anggaran pemerintah.

“Yang paling penting adalah jalan ini bisa terwujud untuk masyarakat. Nilai terbesarnya ada pada semangat masyarakat di sini untuk memiliki akses jalan,” ujarnya.

Mudarta menyebut akses jalan tersebut memiliki arti strategis karena akan memangkas hambatan masyarakat dalam menjangkau sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah, rumah sakit, puskesmas hingga posyandu.

Selain itu, jalan baru tersebut diharapkan menjadi jalur logistik bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan.

Hasil pertanian dan perkebunan seperti salak, cokelat, kelapa dan pisang nantinya dapat diangkut melalui akses yang lebih mudah.

“Dengan akses yang lebih mudah, maka biaya pengangkutan hasil panen diharapkan dapat ditekan, sehingga berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat,” paparnya.

Bagi Mudarta, pembangunan jalan dengan semangat swadaya masyarakat bukan sesuatu yang baru. Namun, pembukaan jalan di Sangketan mempunyai nilai khusus karena telah dinantikan masyarakat selama puluhan tahun.

Ia pun memastikan jajaran Demokrat akan terus mengawal proses pembangunan hingga tahap akhir.

“Pengerjaan ini akan dikawal sampai finishing. Itu pasti, kami bantu dan kawal pendampingannya sampai tuntas. Demokrat kalau bekerja tidak setengah-setengah, tapi total,” tegasnya.

Mengenai lapisan akhir jalan, Mudarta mengatakan kemungkinan akan menggunakan aspal. Namun, keputusan tersebut akan dibicarakan kembali bersama tokoh masyarakat dan warga setempat agar pembangunan sesuai kebutuhan di lapangan.

Ia menambahkan, sejumlah aspirasi pembangunan akses jalan juga telah diterima dari wilayah lain. Kendati demikian, persoalan lahan menjadi salah satu faktor utama yang harus dipastikan terlebih dahulu.

Terlebih, pembangunan jalan sering bersinggungan dengan tanah warisan. Karena itu, kesediaan pemilik lahan menjadi syarat penting sebelum pekerjaan dilaksanakan.

“Karena ini statusnya jalan desa di Desa Sangketan, maka kami bantu secara swadaya demi kesejahteraan masyarakat,” kata Mudarta.

Ia menargetkan pembangunan akses jalan tersebut dapat dituntaskan sekitar satu bulan dan meminta kader Demokrat terus memantau perkembangan pekerjaan di lapangan.

“Nanti kader-kader dan teman-teman sering-seringlah main ke sini. Kalau jalannya sudah selesai, akses menuju ke sungai juga jadi lebih mudah,” katanya.

Akses Pendidikan hingga Pura Luhur Tambawaras

Ketua PAC Partai Demokrat Penebel, I Made Suka Wijaya, S.Pd., mengatakan pembukaan jalan tersebut merupakan kebutuhan vital masyarakat karena menghubungkan kawasan Munduk Dawa, Puring dan Pekandalen dengan sejumlah titik penting, termasuk SD Negeri 6 Penatahan di Sangketan dan Pura Luhur Tambawaras.

Menurutnya, gagasan pembukaan jalan tersebut lahir dari dorongan masyarakat dan inisiatif untuk membuka akses yang selama ini dinilai sangat dibutuhkan.

“Wilayah Sangketan ini sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa. Melihat hal tersebut, ada dorongan kuat dari masyarakat, inisiatif murni dari saya, serta dukungan teman-teman di sini untuk membuka akses jalan ini,” kata Made Suka Wijaya.

Ia mengakui keterbatasan finansial membuat PAC Demokrat Penebel harus berkolaborasi dengan jajaran Demokrat, baik di tingkat provinsi, pusat, daerah maupun perwakilan di DPR RI.

Pengajuan awal pengerjaan ditargetkan selama enam hari. Namun, setelah berjalan delapan hari, badan jalan masih belum sepenuhnya tembus.

Made Suka Wijaya berharap keberadaan jalan tersebut nantinya mampu memperpendek akses masyarakat, terutama bagi anak-anak yang bersekolah serta warga yang hendak melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Tambawaras.

Jalur tersebut juga diharapkan mampu membuka akses menuju Muncak Sari yang selama ini menjadi salah satu pusat kehidupan dan mata pencaharian masyarakat.

Diperkirakan sekitar 500 kepala keluarga dapat memanfaatkan akses tersebut, dengan sekitar 150 hingga 200 kepala keluarga merupakan penduduk asli di kawasan tersebut.

Untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari, penerangan jalan juga telah difasilitasi pemerintah daerah.

“Semua persetujuan pembebasan lahan sudah aman dan ada hitam di atas putih, termasuk surat perjanjian bertanda tangan,” jelasnya.

Ia menyebut masyarakat sangat kompak mendukung pembukaan jalan. Namun, tidak seluruh pengurus maupun warga dapat hadir dalam kegiatan tersebut karena sebagian tengah mempersiapkan upacara odalan di Pura Luhur Tambawaras.

Jalan Setapak Leluhur Berubah Menjadi Akses Utama

Kepala Desa Sangketan, I Nyoman Sugiarta atau Mang Gita, mengapresiasi pembukaan akses jalan tersebut.

Menurutnya, keberadaan jalan baru tidak hanya menyangkut mobilitas warga, tetapi juga berpotensi mengangkat sektor pertanian, ekonomi, adat hingga pariwisata desa.

“Jalan ini menjadi penghubung utama antara Banjar Dinas Puring dan Banjar Dinas Munduk Dawa, walau ke depannya juga menjadi akses ke wilayah lain. Lebar jalan ini 5 meter dengan panjang sekitar 2,5 kilometer. Ini baru tahap awal,” kata Mang Gita.

Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang secara sukarela memberikan sebagian lahannya untuk kepentingan pembangunan jalan.

Menurutnya, tidak terdapat pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan. Pembebasan lahan dilakukan secara sukarela dan dituangkan dalam surat pernyataan sebagai bentuk kesepakatan bersama.

Mang Gita berharap pembangunan tidak berhenti pada pembukaan badan jalan. Tahapan berikutnya perlu dikawal hingga pengerasan, pembangunan senderan di sejumlah titik, pembetonan maupun pengaspalan.

“Jalan ini sangat dibutuhkan untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Menariknya, akses tersebut bukanlah jalur yang benar-benar baru bagi masyarakat Sangketan. Sejak dahulu, kawasan tersebut telah dimanfaatkan para leluhur sebagai jalan setapak.

Kini, jalur yang dahulu hanya menjadi lintasan warga perlahan berubah menjadi akses utama yang diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah sekaligus menggerakkan roda kehidupan masyarakat.

“60 tahun itu estimasi saja, sebenarnya mungkin sebelum itu juga leluhur-leluhur kami, generasi yang terdahulu, sudah pernah memanfaatkan jalan ini sebagai jalan setapak,” ujar Mang Gita.

Pembukaan jalan Sangketan akhirnya menjadi gambaran bahwa keterbatasan infrastruktur tidak selalu harus menunggu anggaran besar. Ketika masyarakat bersatu, pemilik lahan bersedia berkorban, dan berbagai pihak bergotong royong, akses yang puluhan tahun hanya menjadi harapan dapat mulai diwujudkan.

Reporter: Putu Ivan

Redaktur: Ivan Ernawan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Didampingi Lawyer, Warga Mengadukan Kasus PT GRS ke Jamwas dan Jampidsus

    Didampingi Lawyer, Warga Mengadukan Kasus PT GRS ke Jamwas dan Jampidsus

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta — Kasus pencemaran lingkungan hidup yang menyeret PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Banten kembali mendapatkan sorotan tajam. Warga setempat yang menjadi korban langsung dampak limbah B3, didampingi oleh tim advokat dari Pengurus Pusat LBH Peradi Profesional, secara resmi mendatangi Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (2/2/2026). Langkah hukum ini ditempuh […]

  • Wakapolda Jabar BRIGJEN POL Drs. K. Rahmadi, S.H., M.H., Lakukan Kunjungan Kerja di Polresta Cirebon

    Wakapolda Jabar BRIGJEN POL Drs. K. Rahmadi, S.H., M.H., Lakukan Kunjungan Kerja di Polresta Cirebon

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Wakapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Drs. K. Rahmadi, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Mapolresta Cirebon, di Jalan Raden Dewi Sartika No. 1, Kec. Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Selasa (25/02/2025). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., bersama Wakapolresta Cirebon AKBP Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., […]

  • Gagal Terbang ke Jepang, Terduga Bos Arisan ‘Twins_SJ’ Dicegat di Bandara Ngurah Rai

    Gagal Terbang ke Jepang, Terduga Bos Arisan ‘Twins_SJ’ Dicegat di Bandara Ngurah Rai

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Perkembangan terbaru kasus dugaan arisan dan investasi bodong berbasis grup WhatsApp “Twins_SJ” kembali mencuat. Terduga pengelola berinisial NNS (31), yang dikenal dengan nama Saska J, dikabarkan gagal berangkat ke Jepang setelah dicegah di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (20/4/2026). Informasi ini mengemuka setelah sejumlah anggota yang mengaku sebagai korban mendatangi […]

  • Dari 28 Provinsi, 1.220 Mahasiswa PPG “UNIKU” Piloting II Tahun 2024 Resmi Dikukuhkan

    Dari 28 Provinsi, 1.220 Mahasiswa PPG “UNIKU” Piloting II Tahun 2024 Resmi Dikukuhkan

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Sebanyak 1.220 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) secara resmi dikukuhkan. Prosesi pengukuhan lulusan profesi guru berasal dari 28 Provinsi yang ada di Indonesia, dihadiri oleh Direktur PPG yang diwakili Dr. Santi Ambarkuni, M.Pd., dan Dian Wahyuni, M.Pd. fungsional Dikdasmen RI, perwakilan Yayasan Pendidikan […]

  • Demam Piala Dunia 2026 Dongkrak Ekonomi Rakyat, TNI AD Gelar Nobar di 25 Ribu Titik, Tabanan Ikut Bergeliat

    Demam Piala Dunia 2026 Dongkrak Ekonomi Rakyat, TNI AD Gelar Nobar di 25 Ribu Titik, Tabanan Ikut Bergeliat

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 34
    • 0Komentar

    DENPASAR – Euforia Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menyatukan jutaan pecinta sepak bola di Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Nonton bareng (nobar) yang digelar secara masif oleh TNI Angkatan Darat bersama TVRI terbukti mampu menghadirkan hiburan sekaligus mendorong aktivitas usaha mikro di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tabanan, Bali. Berdasarkan rekapitulasi pelaksanaan […]

  • BTN Digugat Rp3 Miliar: Rolex hingga Barang Pribadi Diseret ke Meja Hijau PN Denpasar

    BTN Digugat Rp3 Miliar: Rolex hingga Barang Pribadi Diseret ke Meja Hijau PN Denpasar

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 54
    • 0Komentar

    DENPASAR – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN tengah menghadapi gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) senilai Rp3 miliar yang diajukan seorang mantan karyawannya, NKA (43), ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Gugatan yang didaftarkan pada 15 Juli 2026 tersebut menempatkan BTN Pusat sebagai Tergugat I dan BTN Kantor Cabang Denpasar sebagai Tergugat II. Sejumlah […]

expand_less