Dari Waterbom Bali, Enam Komunitas Muda Bergerak Tebarkan Semangat Cinta Rupiah
- account_circle admin
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG — Pesan tentang kecintaan terhadap Rupiah tak hanya disampaikan melalui ruang-ruang formal. Di tangan generasi muda, edukasi tentang mata uang negara dikemas lebih kreatif, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Semangat itulah yang dibawa Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali melalui Forum Pengembangan Kapasitas dan Engagement Edukator Dewata Angkatan 2026 yang digelar di Waterbom Bali, Badung, Sabtu (26/9/2026).
Forum tersebut mempertemukan enam komunitas muda dari Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Kabupaten Jembrana. Mereka terdiri dari Forum Anak Daerah Kabupaten Badung, Jegeg Bagus Kabupaten Badung, Forum Anak Daerah Kota Denpasar, Truna Truni Kota Denpasar, Generasi Remaja Kabupaten Jembrana, serta Jegeg Bagus Kabupaten Jembrana.
Para peserta merupakan bagian dari Duta Muda Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dan Edukator Dewata yang dipersiapkan untuk menjadi penggerak edukasi Rupiah di lingkungan masing-masing.
Forum dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Irwan, bersama 10 perwakilan BI Bali. Dalam kesempatan tersebut, Irwan menekankan bahwa mencintai Rupiah bukan sekadar menggunakan uang sebagai alat transaksi, tetapi juga memahami nilai historis dan simbol kedaulatan yang melekat di dalamnya.
«“Cinta Rupiah dimulai dari mengenali dan merawatnya. Bangga Rupiah berarti menyadari bahwa di setiap lembar uang yang kita gunakan ada identitas dan kedaulatan bangsa. Paham Rupiah mengajak kita menggunakannya dengan bijak,” ujar Irwan.»
Menurutnya, keberadaan Edukator Dewata diharapkan mampu membuat pesan CBP Rupiah semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui pendekatan komunitas, pesan mengenai Rupiah tidak harus disampaikan dengan bahasa yang kaku. Para edukator justru didorong menggunakan kreativitas, komunikasi dan media digital yang sudah menjadi bagian dari keseharian anak muda.
Diasah Jadi Edukator yang Kreatif
Rangkaian kegiatan yang mengusung tema Aqua Insight menghadirkan empat narasumber dengan materi yang saling melengkapi.
Kolonel Inf Tarmuji, S.Ag., memberikan pemahaman mengenai Rupiah dalam perspektif semangat kebangsaan. Materi tersebut mengajak peserta melihat Rupiah bukan hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan kedaulatan Indonesia.
Sementara itu, Henry Nosih Saturwa memberikan motivasi sekaligus mengajak peserta melakukan evaluasi terhadap peran mereka sebagai edukator.
Kemampuan komunikasi peserta kemudian diasah melalui sesi public speaking bersama Kak Chanda. Para peserta mendapatkan ruang untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan menyampaikan pesan kepada publik.
Tak kalah menarik, sesi Speak, Create, Inspire Content bersama Bli Azril yang dikenal sebagai Paijo membekali peserta dengan strategi mengemas pesan edukasi menjadi konten digital yang kreatif dan relevan.
Bekal tersebut dinilai penting karena pola komunikasi generasi muda saat ini semakin erat dengan media sosial dan berbagai platform digital.
Irwan mengatakan, komunitas muda memiliki kekuatan tersendiri dalam menyampaikan pesan kepada lingkungan sebayanya.
«“Anak muda memiliki cara yang khas untuk menginspirasi sesamanya. Ketika enam komunitas ini menyampaikan pesan Cinta, Bangga, Paham Rupiah dengan bahasa dan kreativitas mereka sendiri, edukasi tentang Rupiah dapat menjangkau lebih banyak orang dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari,” katanya.»
Bangun Kekompakan Lintas Daerah
Tidak hanya mendapatkan materi, para peserta juga mengikuti kegiatan team building yang dipandu Tim Waterbom Bali.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta dari Badung, Denpasar, dan Jembrana untuk saling mengenal sekaligus membangun kerja sama. Interaksi lintas komunitas diharapkan memperkuat jejaring para Edukator Dewata sehingga mereka tidak hanya aktif di komunitas masing-masing, tetapi juga mampu bergerak bersama dalam menyampaikan edukasi CBP Rupiah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan persiapan Water Hunter sebagai salah satu aktivitas penutup.
Pemilihan Waterbom Bali sebagai lokasi kegiatan juga memiliki pesan tersendiri. Tempat wisata tersebut memiliki sejumlah capaian yang turut membawa nama Bali di tingkat nasional maupun internasional.
Pada 2025, Waterbom Bali meraih peringkat sebagai taman rekreasi air terbaik di dunia dalam Tripadvisor Travelers’ Choice Awards: Best of the Best.
Kemudian pada 2026, Pemerintah Provinsi Bali memberikan penghargaan kepada Waterbom Bali atas penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber dan pemilahan sampah terbaik pada kategori daya tarik wisata.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata dan upaya menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan.
Dari Bali untuk Edukasi Rupiah
Forum Pengembangan Kapasitas dan Engagement Edukator Dewata Angkatan 2026 pada akhirnya tidak sekadar menjadi kegiatan pembekalan.
Ada tiga bekal utama yang dibawa para peserta, yakni wawasan kebangsaan untuk memahami makna Rupiah, keterampilan komunikasi untuk menyampaikan pesan, serta kreativitas untuk menjangkau masyarakat melalui media digital.
Dari Waterbom Bali, para Edukator Dewata diharapkan kembali ke komunitas masing-masing dengan membawa energi baru untuk menjadikan Rupiah sebagai topik yang mudah dibicarakan, menarik untuk dibagikan, sekaligus mampu menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Dari Badung, Denpasar, hingga Jembrana, pesan itu kemudian diharapkan terus bergerak melalui tangan generasi muda.
Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, Paham Rupiah.
(tnu)
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar