Ajus Linggih: Golkar Buka Ruang Luas bagi Anak Muda dalam Politik
- account_circle admin
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, BALI — Regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu wajah yang semakin ditonjolkan Partai Golkar di Bali. Kehadiran sejumlah kader muda dalam struktur kepengurusan DPD Partai Golkar Provinsi Bali periode 2025–2030 dinilai menjadi bukti bahwa partai berlambang pohon beringin tersebut mulai memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam politik.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, usai pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Bali yang berlangsung di Monumen Gong Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026).
Ajus Linggih, yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi DPD Partai Golkar Bali sekaligus Ketua Komisi II DPRD Bali, mengaku bangga menjadi bagian dari kepengurusan partai untuk periode lima tahun mendatang.
Menurutnya, komposisi kepengurusan yang melibatkan banyak generasi muda menunjukkan adanya keseriusan Partai Golkar dalam membangun proses regenerasi politik.
“Kita bangga menjadi bagian dari kepengurusan Golkar Bali. Banyaknya anak muda di dalam kepengurusan menunjukkan keseriusan Partai Golkar dalam regenerasi,” ujar Ajus Linggih.
Ia menilai, keterlibatan anak muda dalam politik tidak cukup hanya sebatas menjadi pendukung atau pelengkap. Generasi muda, kata dia, harus ditempatkan sebagai subjek yang memiliki kesempatan untuk menentukan arah dan mengambil keputusan politik.
Karena itu, Ajus mengajak generasi muda Bali untuk lebih kritis dalam melihat partai politik. Menurutnya, anak muda perlu membedakan partai yang sekadar menjadikan generasi muda sebagai objek politik dengan partai yang benar-benar memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang dan mengambil posisi strategis.
“Saya ingin mengajak teman-teman anak muda untuk membuka mata. Mana partai yang hanya menjadikan anak muda sebagai objek, mana yang benar-benar demokratis dan memberi ruang luas anak muda agar menjadi subjek di dalam politik,” tegasnya.
Menurut Ajus, ruang tersebut tidak hanya terlihat di tingkat provinsi. Sejumlah kader muda juga telah mendapatkan posisi strategis di tingkat kabupaten.
Bahkan, menurutnya, terdapat kader-kader muda yang dipercaya menduduki posisi Ketua, Sekretaris maupun Bendahara atau KSB di tingkat kabupaten.
“Ini wujud nyata,” katanya.
Golkar Tegaskan Partai Terbuka
Pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Bali periode 2025–2030 berlangsung dengan kehadiran sejumlah elite DPP Partai Golkar. Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia juga hadir bersama jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih dalam agenda konsolidasi partai di Bali.
Sejumlah elite Partai Golkar yang hadir di antaranya Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji, Wakil Ketua Umum Maman Abdurrahman, Mukhtarudin, Dyah Roro Esti Widya Putri, Christina Aryani dan Putri Komarudin.
Dalam arahannya, Bahlil menegaskan karakter dasar Partai Golkar sebagai partai yang inklusif dan demokratis serta terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Bahlil menyampaikan bahwa Partai Golkar memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan politik yang lahir dari berbagai unsur masyarakat. Ia menyebut pembentukan Golkar melibatkan 97 organisasi kemasyarakatan, mulai dari petani, nelayan, guru, akademisi hingga unsur TNI-Polri.
Menurut Bahlil, Partai Golkar bukan milik kelompok, keluarga maupun golongan tertentu.
“Partai Golkar adalah partai terbuka. Siapa pun yang menjadi Ketua Umum boleh, tidak perlu minta izin ke trah A, trah B, atau trah C. Kita semua mempunyai kedudukan yang sama di mata AD/ART,” tegas Bahlil.
Ia juga kembali menekankan politik karya-kekaryaan sebagai karakter perjuangan Partai Golkar. Partai, kata dia, harus menjadi instrumen perjuangan politik yang mampu mendukung pemerintah dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Target Besar Menuju Pemilu 2029
Selain menekankan regenerasi dan keterbukaan partai, konsolidasi Partai Golkar di Bali juga diarahkan untuk menghadapi tantangan politik menuju Pemilu 2029.
Bahlil meminta seluruh jajaran Partai Golkar di Bali, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi, menjaga soliditas dan terus bergerak membesarkan partai.
Ia juga mendorong Golkar Bali meningkatkan perolehan kursi di DPRD Bali maupun DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2029. Peningkatan kursi tersebut sekaligus diharapkan memperkuat keterwakilan Partai Golkar di DPR RI.
Untuk periode 2025–2030, DPD Partai Golkar Provinsi Bali dipimpin Gde Sumarjaya Linggih sebagai Ketua, didampingi I Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida sebagai Sekretaris dan I Gede Sudiana sebagai Bendahara.
Sejumlah kader yang juga duduk sebagai anggota DPRD Bali turut masuk dalam struktur kepengurusan. Selain Ajus Linggih, terdapat Anak Agung Bagus Tri Chandra Arka atau Gung Cok yang dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang PP Koordinasi Wilayah Tengah yang meliputi Badung, Gianyar dan Denpasar.
Gung Cok juga menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali.
Sementara itu, anggota DPRD Bali dari Bangli, I Wayan Gunawan, dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Hubungan Lembaga Politik. Sedangkan Ni Putu Yuli Artini menduduki posisi Wakil Bendahara Bidang Pemberdayaan Perempuan.
Dengan komposisi tersebut, wajah baru Golkar Bali kini tidak hanya berbicara mengenai konsolidasi organisasi, tetapi juga bagaimana memberikan ruang bagi generasi muda untuk masuk lebih jauh dalam proses pengambilan keputusan politik.
Bagi Ajus Linggih, keterlibatan anak muda bukan sekadar simbol regenerasi. Lebih dari itu, generasi muda harus diberikan kesempatan untuk menjadi pelaku utama dalam menentukan masa depan politik Bali.
“Anak muda harus menjadi subjek di dalam politik,” menjadi pesan utama Ajus dalam mendorong generasi muda melihat politik sebagai ruang pengabdian sekaligus tempat untuk menghasilkan karya bagi masyarakat.
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar