Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketua BK DPRD Badung Putu Parwata Desak Kajian Lingkungan Matang Soal Water Taxi Ngurah Rai-Canggu

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADUNG |Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Badung, I Putu Parwata menegaskan rencana pengembangan water taxi dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu harus sesuai kajian komprehensif sebelum melakukan pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, transportasi laut tersebut berpotensi menjadi solusi alternatif untuk mempercepat konektivitas sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas darat. Namun, manfaat itu harus diperhitungkan secara cermat agar tidak menimbulkan dampak lingkungan pesisir, aktivitas nelayan, ombak surfing hingga kawasan suci.

“Water taxi berpotensi memberi manfaat bagi Badung dengan menyediakan pilihan perjalanan laut yang lebih cepat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke kawasan Canggu. Namun manfaat tersebut belum cukup untuk membenarkan pembangunan dermaga atau struktur laut yang dapat mengubah arus, sedimen, ombak surfing, akses nelayan, kawasan suci, dan wajah pantai,” kata Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Badung, I Putu Parwata di Kabupaten Badung, Kamis (8/10/2026).

Rencana water taxi tersebut mencakup konektivitas dari kawasan Bandara Ngurah Rai melalui Pantai Sekeh menuju Canggu, termasuk kawasan Berawa dan Perancak.

Gagasan ini muncul ditengah persoalan kemacetan yang membuat perjalanan darat menuju Canggu diperkirakan memerlukan waktu 1–2 jam. Sementara itu, perjalanan laut diproyeksikan dapat ditempuh sekitar 30 menit.

Meski demikian, Putu Parwata mengingatkan estimasi tersebut masih berupa proyeksi. Perhitungan waktu perjalanan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari terminal bandara, antrean penumpang, akses menuju dermaga, kondisi cuaca hingga jadwal operasional kapal.

Putu Parwata juga menyoroti desain infrastruktur yang dikabarkan berpotensi menjorok cukup jauh ke laut.

Menurutnya, pembangunan struktur semacam itu perlu dikaji secara ilmiah karena berpotensi memengaruhi arus laut, gelombang, sedimentasi serta karakter ombak yang selama ini menjadi daya tarik kawasan surfing di Badung.

Disisi lain, Pemkab Badung disebut memiliki konsep penataan dengan pendekatan yang lebih dekat ke pantai dan muara. Perbedaan pendekatan tersebut, kata Parwata, perlu diuji melalui kajian teknis, lingkungan, sosial budaya serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat setempat.

Karena itu, ia meminta pemerintah tidak terburu-buru menetapkan konstruksi sebelum seluruh kajian diselesaikan.

“Sikap yang tepat ialah mendukung kajian dan inovasi transportasi, sementara keputusan konstruksi menunggu bukti bahwa dampak dapat diterima, manfaat kembali kepada warga Badung, dan alternatif dengan jejak fisik lebih kecil telah diuji,” ungkapnya.

Putu Parwata menegaskan, keberhasilan proyek water taxi tidak semata-mata diukur dari jumlah penumpang maupun besarnya nilai investasi. Pemerintah perlu memastikan proyek tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan kerja, keterlibatan UMKM dan nelayan, serta kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Aspek lingkungan dan keberlanjutan aktivitas surfing juga harus menjadi bagian penting dalam penilaian kelayakan proyek. Kajian perlu mencakup potensi perubahan garis pantai, sedimentasi, kualitas air, kebisingan hingga keselamatan pelayaran.

Selain itu, akses masyarakat dan nelayan menuju pantai harus tetap terjaga. Keberadaan pura dan kawasan sakral di sekitar lokasi rencana pembangunan juga wajib mendapatkan perlindungan.

Untuk meminimalkan risiko, Parwata mendorong pemerintah membandingkan sejumlah alternatif lokasi dan desain. Opsi tersebut antara lain pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia, pembangunan dermaga dengan jejak fisik lebih kecil, penggunaan kapal berkapasitas lebih rendah, hingga pengembangan transportasi darat massal.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan water taxi dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil kajian, data lapangan dan pemantauan dampak.

Jika hasil kajian menunjukkan adanya dampak besar yang tidak dapat dikendalikan atau dipulihkan, desain maupun lokasi proyek harus dievaluasi kembali.

“Sebaliknya, apabila risiko dapat dikendalikan, pengoperasian terbatas dengan pemantauan independen dapat menjadi bagian dari tahapan sebelum pengembangan kapasitas penuh,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Insiden Memalukan di PPLP Sumut, Mantan Atlet PPLP  Berkelahi, Pelatihnya Terseret

    Insiden Memalukan di PPLP Sumut, Mantan Atlet PPLP Berkelahi, Pelatihnya Terseret

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 999
    • 0Komentar

     Medan – Peristiwa memalukan terjadi di kawasan Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut persisnya di Gedung Serbaguna Jalan Sunggal. Seorang mantan atlet yang pernah mengharumkan Sumatera Utara Nyai Prima Agita mengalami dugaan pengeroyokan oleh sejumlah atlet dan pelatih di tempat yang dulu pernah membesarkan namanya. “Saya ini mantan atlet, pernah menjadi bagian dari PPLP dan […]

  • Dispora Bengkulu Dukung Penuh Pengembangan Gulat untuk Prestasi Nasional

    Dispora Bengkulu Dukung Penuh Pengembangan Gulat untuk Prestasi Nasional

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 75
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu terus berkomitmen mengembangkan cabang olahraga gulat sebagai salah satu unggulan daerah. Dengan pencapaian medali perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelumnya, Dispora optimis bahwa gulat memiliki potensi besar untuk membawa Bengkulu semakin bersinar di tingkat nasional. Sekretaris Dispora Bengkulu, Mike Van Hope, menyampaikan bahwa prestasi […]

  • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sudah Mendapat Dukungan Pemerintah Pusat Melakui Rekom Kementrian Pertahanan RI No. B/3055/27/05/53/DJPOT Tanggal 17Juli 2025

    Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sudah Mendapat Dukungan Pemerintah Pusat Melakui Rekom Kementrian Pertahanan RI No. B/3055/27/05/53/DJPOT Tanggal 17Juli 2025

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    BULELENG, Matakompas.com – Dengan adanya Sosialisasi Pembagunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Desa Pajarakan, Kecamatan Gerokgak Buleleng. Berdsasarkan Rekom Kementrian Pertahanan RI No. B/3055/27/05/53/DJPOT Tanggal, 17 Juli 2025. Pada hari minggu, tanggal 07 desember 2025 di Desa Pajarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Sosialisasi KEK mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintahan Pusat Khususnya Kemenhan dengan mengutus perwakilan […]

  • Momen Jalan Sehat Jadi Edukasi Pemahaman Hukum Kejari Sanggau ke Disabilitas

    Momen Jalan Sehat Jadi Edukasi Pemahaman Hukum Kejari Sanggau ke Disabilitas

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Sanggau – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau menggelar kegiatan Jalan Santai bertajuk “Langkah Bersama Melampaui Batas”pada Minggu 23 Februari 2025 di Kabupaten Sanggau. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya inklusivitas bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi hukum, di mana Kejaksaan berkomitmen untuk memastikan bahwa hak-hak penyandang disabilitas dihormati dan dilindungi […]

  • Komitmen PT Kristalin Ekalestari Berikan Manfaat Warga Desa Nifasi

    Komitmen PT Kristalin Ekalestari Berikan Manfaat Warga Desa Nifasi

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com PAPUA – Pasangan suami istri (Pasutri) ini bahagia lepas bahagia setelah mendapatkan bantuan berupa satu rumah layak di Desa Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Yuliana Manuaron mendapatkan rumah dari PT Kristalin Ekalestari dalam program Corporate Social Responsibility (CSR). Ibu Rumah Tangga ini bersama suaminya yang hanya bekerja sebagai Buruh Lepas bisa menempati […]

  • Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari Manager dan Keluarga Besar PLN UPK Timor

    Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari Manager dan Keluarga Besar PLN UPK Timor

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 22
    • 0Komentar
expand_less