PAN Bali Pasang Target Besar Pemilu 2029: Rebut Kursi DPR RI dan Bangun Kekuatan Hingga Akar Rumput
- account_circle admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR |Partai Amanat Nasional (PAN) Bali mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Hal tersebut sejalan dengan target nasional untuk menembus tiga besar Partai Politik (Parpol) di Indonesia.
Untuk itu, PAN Bali juga memasang target besar agar pecah telur dengan merebut kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bali.
Target tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam acara Silaturahmi dan Konsolidasi Satu Komando yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Bali bersama DPP PAN di Bendega Restaurant, Denpasar, Kamis, 18 Juni 2026.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio menegaskan bahwa perjuangan merebut kursi DPR RI dari Dapil Bali menjadi pekerjaan rumah penting bagi PAN setelah gagal mempertahankan kursi legislatif pada Pemilu 2019 dan 2024.
Selain membidik kursi DPR RI, PAN juga menargetkan kembali memperoleh kursi di DPRD Provinsi Bali serta DPRD Kabupaten/Kota di seluruh Bali.
Menurutnya, keberadaan wakil rakyat dari PAN akan memperkuat kemampuan partai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali.
“Kalau ada Anggota Dewan, khan kita bisa membantu dan mensupport keinginan masyarakat Bali seperti apa melalui PAN,” kata Eko Patrio.
Eko Patrio menjelaskan, kegiatan konsolidasi di Bali merupakan bagian dari agenda nasional yang dilakukan DPP PAN ke berbagai daerah. Tujuannya untuk memperkuat komunikasi organisasi sekaligus mengevaluasi kesiapan struktur partai dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Menurutnya, PAN di Bali masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Oleh karena itu, konsolidasi dilakukan agar seluruh kader memiliki visi yang sama dalam membesarkan partai dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Hari ini saya silahturahmi dengan teman-teman DPW PAN se-Bali. Karena kita ketahui bersama, PAN di Bali masih belum maksimal. Jadi, saya punya PR bagaimana caranya PAN di Bali bisa tumbuh kembang dan bisa bermanfaat untuk masyarakat Bali. Akhirnya, jargonnya yang kita selalu infokan bantu rakyat bantu rakyat bisa tercapai untuk bantu rakyat Bali,” kata Eko Patrio.
Pada kesempatan tersebut, Eko Patrio menegaskan bahwa tugas konsolidasi organisasi merupakan tanggung jawab seluruh kader PAN, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
Eko Patrio menyebut dirinya bersama Ketua Umum PAN terus melakukan kunjungan ke berbagai provinsi untuk memastikan komunikasi organisasi berjalan baik.
“Kemarin saya baru dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan sekarang berkesempatan di Bali sehari dan besok langsung ke Lampung,” terangnya.
Secara nasional, Eko Patrio menilai kondisi DPW PAN di berbagai daerah cukup baik. Hal itu tidak lepas dari arahan Ketua Umum agar seluruh kader dan anggota legislatif PAN tetap dekat dengan masyarakat serta responsif atas kebutuhan warga.
“Apa-apa yang dilakukan teman-teman 48 Anggota Dewan pada saat reses maupun ketemu dengan masyarakat harus langsung bersentuhan dengan masyarakat,” terangnya.
Eko Patrio menambahkan, PAN tidak hanya fokus pada kader yang berada di parlemen, tetapi juga memperluas basis dukungan melalui tokoh-tokoh masyarakat di berbagai daerah, termasuk Bali.
“Kami juga pastikan bakal melantik pengurus DPW PAN Bali, tetapi lebih baik dan bagus lagi, bahwa kader-kadernya sudah mumpuni, ajeg dan sudah bagus baru dilantik daripada nanti saat dilantik masih ada permasalahan yang mendasar,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Wilayah (Sekwil) PAN Bali, Ni Made Sri Yogi Lestari mengatakan konsolidasi bersama DPP PAN dilakukan untuk mempercepat penataan struktur kepengurusan sesuai arahan dari DPP.
Yogi Lestari menegaskan PAN merupakan partai terbuka yang menerima seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun pandangan kebangsaan.
“Itu clear disampaikan Mas Sekjen. Hal itu berarti seluruh masyarakat yang ingin menjadi kader dan juga simpatisan PAN juga boleh masuk PAN,” kata Yogi Lestari.
Menurutnya, PAN Bali juga mengedepankan semangat kolektif dengan memberikan ruang kepada berbagai tokoh untuk berkontribusi dalam partai.
“Jadi, tidak dominan satu tokoh untuk menjadi episentrum-nya. Jadi, konsep PAN seperti Matahari Putih, bahwa semuanya bisa menjadi tokoh di PAN dan sangat terbuka apapun latar belakangnya,” kata Yogi Lestari.
Terkait pelantikan pengurus definitif DPW PAN Bali, Yogi memastikan proses penataan organisasi sedang berlangsung dan akan segera ditindaklanjuti.
“Itu lagi proses dan akan segera dilanjutkan dengan pelantikan pengurus definitif,” pungkasnya.
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar