Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bali Dikepung Antrean BBM, Gung Cok Desak Pimpinan Pertamina Bekerja Serius, Jangan Seret Ketum Bahlil ke Ranah Politik!

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali mendapat sorotan tajam Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka, S.E., yang akrab disapa Gung Cok.

Gung Cok yang merupakan politisi asal Badung ini meminta pimpinan Pertamina yang bertugas di Bali benar-benar bekerja secara profesional, terutama dalam memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan sesuai kebutuhan masyarakat. Ia juga mendesak pemerintah pusat melakukan evaluasi agar persoalan serupa tidak kembali terulang di Pulau Dewata.

Menurutnya, kelangkaan BBM bukan persoalan sepele bagi Bali. Sebagai daerah tujuan wisata yang aktivitas ekonominya sangat bergantung pada mobilitas, terganggunya pasokan BBM dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat maupun keberlangsungan industri pariwisata.

“Harapan kami, kondisi ini bisa segera pulih normal kembali. Bali ini destinasi wisata. Kalau sampai berlanjut satu sampai dua hari, dampaknya bisa sangat buruk bagi pariwisata,” ujar Gung Cok saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan, berbagai sektor pariwisata, mulai dari pengemudi wisata, pekerja hotel, hingga pelaku usaha perjalanan atau travel, sangat bergantung pada ketersediaan BBM. Ketika antrean panjang terjadi di banyak SPBU, aktivitas transportasi dan perjalanan wisata berpotensi terganggu.

Padahal, wisatawan yang datang ke Bali umumnya telah memiliki jadwal perjalanan yang tersusun, termasuk pemesanan kendaraan, kunjungan ke destinasi wisata, hingga paket perjalanan yang dibayar sebelumnya.

“Wisatawan itu sudah memiliki jadwal yang terarah dan terukur. Mereka mengharapkan perjalanan tepat waktu. Kalau BBM terkendala dan kendaraan harus mengantre di mana-mana, tentu dampaknya tidak baik bagi pariwisata Bali,” tegas Gung Cok politisi asal Partai Golkar ini.

Gung Cok menilai, situasi tersebut juga berpotensi merugikan pelaku usaha pariwisata yang telah menyusun agenda perjalanan bagi wisatawan. Karena itu, ia berharap seluruh pihak di sektor pariwisata dapat memberikan penjelasan yang baik kepada tamu mengenai kondisi yang sedang terjadi.

Namun, menurutnya, penjelasan kepada wisatawan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan persoalan utama, yakni perlunya memastikan distribusi BBM berjalan normal agar aktivitas masyarakat dan pariwisata tidak terus terganggu.

Gung Cok Pertanyakan Mengapa Bali Mengalami Kelangkaan

Sorotan utama Gung Cok tertuju pada pertanyaan mendasar: mengapa antrean panjang dan kelangkaan BBM terjadi di Bali, sementara berdasarkan pengamatannya, kondisi serupa tidak terlihat di daerah lain?

Ia menilai, distribusi BBM seharusnya dapat diperhitungkan dengan cermat berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Pertamina, kata dia, semestinya memiliki data mengenai jumlah kendaraan, pertumbuhan mobilitas masyarakat, serta kebutuhan BBM di Bali.

Menurutnya, berbagai faktor tersebut bukan sesuatu yang tidak dapat diprediksi. Perencanaan pasokan semestinya mempertimbangkan perkembangan jumlah kendaraan dan aktivitas ekonomi, termasuk meningkatnya mobilitas wisatawan.

“Berapa kendaraan mobil di Bali, berapa motor di Bali, bagaimana perkembangannya dibandingkan lima tahun lalu, serta berapa kendaraan yang masuk ke Bali setiap tahun, itu seharusnya sudah diketahui. Kebutuhan BBM semestinya bisa dihitung dan diukur,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan kemungkinan adanya persoalan pada sistem distribusi BBM yang melayani wilayah Bali. Pasalnya, apabila kebutuhan dan pasokan telah diperhitungkan dengan baik, menurutnya, gangguan distribusi semestinya dapat diantisipasi.

“Kenapa hanya Bali? Kalau kelangkaan bahan baku BBM terjadi secara menyeluruh di Indonesia atau dunia, tentu persoalannya berbeda. Tetapi, kalau yang mengalami kondisi seperti ini Bali, kita harus mempertanyakan apa yang sebenarnya bermasalah,” katanya.

Atas dasar itu, Gung Cok meminta Pertamina memberikan penjelasan yang transparan mengenai penyebab antrean panjang, kondisi pasokan, serta mekanisme distribusi BBM di Bali.

Minta Pemerintah Pusat Evaluasi Pertamina di Bali

Gung Cok secara khusus meminta pemerintah pusat mengevaluasi pelaksanaan tugas pimpinan Pertamina yang bertanggung jawab atas distribusi BBM di Bali.

Baginya, persoalan ini harus menjadi bahan evaluasi serius, terutama terkait kemampuan perencanaan kebutuhan, pengaturan pasokan, dan kecepatan merespons gangguan distribusi.

Ia berharap pemerintah pusat memastikan pihak yang ditugaskan menangani distribusi BBM di Bali benar-benar memahami karakteristik wilayah, kebutuhan masyarakat, serta besarnya ketergantungan perekonomian Bali terhadap sektor pariwisata.

“Kami berharap pimpinan Pertamina yang bertugas di Bali benar-benar bekerja. Kami ini berada di pulau kecil, dengan kebutuhan masyarakat dan pariwisata yang harus diperhitungkan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan distribusi BBM harus ditangani secara profesional, bukan dibiarkan berlarut-larut hingga masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.

Menurutnya, evaluasi dari pemerintah pusat diperlukan untuk mengetahui secara jelas letak persoalan sekaligus memastikan adanya langkah perbaikan yang konkret.

Gung Cok Ingatkan Jangan Seret Bahlil ke Ranah Politik

Di tengah ramainya pembicaraan di media sosial yang mengaitkan kelangkaan BBM di Bali dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Gung Cok mengingatkan agar persoalan tersebut tidak langsung ditarik ke ranah politik.

Ia menilai, sebelum mengaitkan persoalan ini dengan figur atau kepentingan politik tertentu, hal yang lebih penting adalah mengungkap penyebab gangguan distribusi BBM yang terjadi di Bali.

“Jangan dibawa ke politik. Saya berbicara soal profesionalisme internal Pertamina di Bali. Yang saya pertanyakan, kenapa hanya Bali yang mengalami kondisi seperti ini?” ujarnya.

Gung Cok juga mempertanyakan apa keuntungan politik yang akan diperoleh Bahlil apabila kelangkaan BBM di Bali benar-benar disengaja. Menurutnya, tudingan semacam itu tidak seharusnya disampaikan tanpa dasar yang jelas.

Karena itu, ia memilih menyoroti aspek profesionalisme, perencanaan, dan distribusi sebagai hal yang perlu diperiksa oleh pihak berwenang.

Ia menegaskan, fokus utama saat ini adalah memastikan pasokan BBM kembali normal, antrean di SPBU segera terurai, serta aktivitas masyarakat dan industri pariwisata Bali tidak mengalami gangguan berkepanjangan.

Jangan Sampai Pariwisata Bali Menanggung Dampaknya

Lebih lanjut, Gung Cok berharap pemerintah, Pertamina, dan seluruh pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan distribusi BBM di Bali.

Ia mengingatkan, apabila persoalan ini tidak segera ditangani, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengendara yang mengantre di SPBU, tetapi juga dapat merembet ke sektor transportasi, perhotelan, perjalanan wisata, serta usaha masyarakat yang bergantung pada kelancaran mobilitas.

Bali, menurutnya, memiliki karakteristik sebagai destinasi wisata yang membutuhkan kepastian pelayanan dan ketepatan waktu. Gangguan pada ketersediaan BBM dapat menghambat agenda perjalanan wisatawan dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha.

Karena itu, ia berharap kejadian ini menjadi evaluasi menyeluruh bagi pengelola distribusi BBM, sekaligus pelajaran agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“Kami berharap ini menjadi evaluasi ke depan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Pemerintah pusat perlu melihat persoalannya, dan Pertamina harus memastikan distribusi BBM di Bali berjalan dengan baik,” pungkas Gung Cok.

Bagi Gung Cok, persoalan kelangkaan BBM di Bali bukan sekadar masalah antrean di SPBU. Lebih dari itu, situasi ini menyangkut kelancaran aktivitas masyarakat, kepastian layanan bagi wisatawan, dan keberlangsungan perekonomian Bali yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasib Jembatan Lama Menggantung,Keretakan Dan Material Jatuh Ke Sungai Proyek Jembatan Sungai Masjid Di Keluhkan

    Nasib Jembatan Lama Menggantung,Keretakan Dan Material Jatuh Ke Sungai Proyek Jembatan Sungai Masjid Di Keluhkan

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 11
    • 0Komentar

      DUMAI.MATAKOMPAS.COM — Proyek pembangunan Jembatan Sungai Mesjid yang menghubungkan Kelurahan Purnama dan Bangsal Aceh kini menjadi sorotan warga setempat. Jembatan sepanjang 368 meter yang dibangun dengan alokasi anggaran mencapai Rp30 miliar yang telah di resmikan oleh gubernur riau pada 23 april 2025 tersebut dinilai diselesaikan secara terburu-buru tanpa memperhitungkan kualitas hasil akhir secara optimal, […]

  • Kegiatan Perdana Mayaswari Imigrasi Ngurah Rai Sasar SMP Mutiara Bali, Jimbaran

    Kegiatan Perdana Mayaswari Imigrasi Ngurah Rai Sasar SMP Mutiara Bali, Jimbaran

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

     BADUNG, Matakompas.com | Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menghadirkan sebuahinovasi terbaru bertajuk Mayaswari (Mobile Layanan Informasi Imigrasi). Program inimerupakan bentuk komitmen Imigrasi Ngurah Rai dalam memperluas jangkauan informasi dan edukasi keimigrasian serta mendekatkan diri kepada masyarakat secara langsung melalui kegiatan lapangan. Melalui program Mayaswari, Tim Imigrasi Ngurah Rai secara aktif mendatangi berbagai […]

  • Kanwil Kemenkum Jabar Harmonisasi 4 Raperwal Kota Banjar: Perkuat Dasar Hukum Tata Kelola Daerah

    Kanwil Kemenkum Jabar Harmonisasi 4 Raperwal Kota Banjar: Perkuat Dasar Hukum Tata Kelola Daerah

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. BANDUNG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat melaksanakan rapat harmonisasi terhadap empat Rancangan Peraturan Wali Kota (Raperwal) Banjar pada Selasa (21/01/2025). Bertempat di Ruang Rapat Sahardjo, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, didampingi Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Funna Maulia Massaile, bersama Tim Pokja 2 […]

  • Gubernur Koster Doakan Kerahayuan Jagat Bali di Karya Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur

    Gubernur Koster Doakan Kerahayuan Jagat Bali di Karya Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BANGLI, Matakompas.comb- Gubernur Bali, Wayan Koster memohon kerahayuan jagat Bali saat melaksanakan persembahyangan pada Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Kabupaten Bangli pada, Kamis (Wraspati Wage, Watugunung) 2 April 2026. Persembahyangan yang dilakukan Murdaning Jagat Bali, secara langsung didampingi oleh Pengemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana […]

  • Giri Prasta Pimpin Rapat Perdana Pengurus KONI Bali 2026–2030, Siapkan Pelaksanaan PORPROV hingga PON

    Giri Prasta Pimpin Rapat Perdana Pengurus KONI Bali 2026–2030, Siapkan Pelaksanaan PORPROV hingga PON

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta selaku Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Bali mengumpulkan seluruh pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali periode 2026–2030 dalam rapat koordinasi untuk menyamakan persepsi dan tujuan dalam upaya meningkatkan prestasi atlet muda Bali. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat KONI Provinsi Bali pada […]

  • Dispora Bengkulu Dukung Penuh Pelaksanaan MUSPROV PBVSI 2025

    Dispora Bengkulu Dukung Penuh Pelaksanaan MUSPROV PBVSI 2025

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 108
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ( Dispora ) Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, S.Sos. , menghadiri Musyawarah Provinsi (MUSPROV) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia ( PBVSI ) tahun 2025 yang digelar di Aula Ditlantas Polda Bengkulu , Jumat (28/2/2025). MUSPROV PBVSI menjadi forum tertinggi dalam menentukan kebijakan strategi organisasi sekaligus memilih kepengurusan […]

expand_less