Breaking News
light_mode
Trending Tags

KRB Poros Bumi Ayu dan Yayasan Bumi Alam Hijau Gelar Seminar Lingkungan, Dorong Sinergi Industri dan Permukiman Sehat

  • account_circle Redaksi Riau
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

DUMAI.Matakompas.com– Mendorong terwujudnya lingkungan permukiman yang sehat di tengah perkembangan kawasan industri menjadi perhatian serius berbagai pemangku kepentingan di Kota Dumai. Melalui kolaborasi insan pers dan pegiat lingkungan, Kantor Redaksi Bersama (KRB) Poros Bumi Ayu bersama Yayasan Bumi Alam Hijau menggelar Seminar Lingkungan bertema “Mewujudkan Lingkungan Permukiman yang Sehat di Sekitar Kawasan Industri”, Kamis (22/10/2026), di Hotel Grand Zuri, Jalan Jenderal Sudirman, Dumai.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran KRB Poros Bumi Ayu sebagai wadah kolaborasi insan pers yang diharapkan mampu memperkuat fungsi kontrol sosial, edukasi publik, serta komunikasi konstruktif antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Seminar dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan BUMN dan perusahaan swasta, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Dumai, akademisi, aktivis lingkungan, mahasiswa, serta insan pers.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wali Kota Dumai yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Kota Dumai, Handayani, S.H.

Dalam sambutannya, pemerintah daerah mengapresiasi inisiatif KRB Poros Bumi Ayu dan Yayasan Bumi Alam Hijau yang menghadirkan ruang dialog mengenai tantangan lingkungan di sekitar kawasan industri.

Perkembangan industri dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan. Namun, pertumbuhan tersebut perlu diiringi upaya perlindungan lingkungan, pengawasan yang konsisten, serta perhatian terhadap kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan operasional.

Sinergi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi salah satu kunci agar pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Sementara itu, perwakilan Dewan Pembina KRB Poros Bumi Ayu, Faisal Sikumbang, menegaskan pentingnya peran media sebagai kontrol sosial yang konstruktif dan berorientasi pada solusi.

Menurutnya, kehadiran KRB Poros Bumi Ayu diharapkan menjadi ruang kebersamaan insan pers untuk mengangkat persoalan strategis daerah secara berimbang sekaligus membangun komunikasi yang produktif antara pemangku kepentingan.

Ketua Panitia Pelaksana, Bambang Eka Setiawan yang akrab disapa Baim, menegaskan bahwa seminar tersebut bukan dimaksudkan untuk mempertentangkan kepentingan industri dengan masyarakat, melainkan mendorong lahirnya kesepahaman dan komitmen bersama.

“Seminar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang dialog untuk membangun komitmen bersama. Kita memahami bahwa industri memiliki peran penting bagi perekonomian daerah. Karena itu, yang ingin kita dorong adalah bagaimana pembangunan dapat berjalan seiring dengan perlindungan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujar Baim.

Ia menambahkan, persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah sebagai regulator dan pengawas, perusahaan sebagai pelaku usaha, akademisi sebagai sumber kajian ilmiah, hingga masyarakat dan media sebagai bagian dari pengawasan publik.

Baim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, terutama PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai selaku sponsor utama.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada sponsor pendukung, yakni Pemerintah Kota Dumai, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Kantor Imigrasi Dumai, KPPBC TMP B Dumai atau Bea Cukai, Bank Riau Kepri Syariah, dan PT Wilmar.

“Dukungan seluruh pihak menunjukkan bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perlu dilihat dari kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat yang hidup di sekitarnya,” tambahnya.

Tiga Narasumber Bahas Pengendalian Pencemaran hingga Tata Ruang

Diskusi dipandu moderator Ahmad Bilal, S.T., dengan menghadirkan tiga narasumber dari unsur industri, pemerintah, dan akademisi.

Pertama, Rachmat Harris Firmansyah, S.T., Section Head Environment PT Pertamina Patra Niaga Dumai. Ia memaparkan aspek pengelolaan lingkungan dari perspektif operasional industri, termasuk pengelolaan limbah, pengendalian emisi, serta program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Pembahasan tersebut menempatkan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan dan pelaksanaan program berkelanjutan sebagai bagian penting dari tanggung jawab perusahaan di kawasan industri.

Kedua, Wahyu Ratna, SKM., M.Kes., Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai. Ia hadir mewakili Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Vera Chynthiana, S.T., M.Ling.

Dari perspektif pemerintah daerah, pembahasan mencakup pentingnya pengawasan emisi secara berkala, pemantauan kualitas udara, serta pencegahan pembuangan limbah ke saluran drainase, sungai, dan perairan laut.

Pemantauan kualitas udara, termasuk melalui fasilitas pemantauan yang berada di depan RSUD dr. Suhatman, menjadi salah satu aspek yang disoroti dalam upaya menyediakan informasi lingkungan dan mendukung pengawasan pencemaran.

Ketiga, Dr. Elviriadi, S.Pi., M.Si., akademisi dan pakar lingkungan hidup. Ia mengulas keterkaitan tata ruang, keberadaan kawasan industri, dan keselamatan lingkungan permukiman, termasuk pentingnya penataan buffer zone atau zona penyangga.

Pembahasan zona penyangga menekankan perlunya mempertimbangkan kesesuaian tata ruang, karakteristik industri, potensi paparan pencemaran, kondisi lingkungan, serta ketentuan teknis yang berlaku. Penentuan jarak aman antara industri dan permukiman perlu didasarkan pada kajian yang relevan, bukan semata-mata perkiraan umum.

Ketiga perspektif tersebut memperkaya diskusi mengenai perlunya pendekatan terpadu dalam pengelolaan kawasan industri agar kepentingan pembangunan dan perlindungan masyarakat dapat berjalan beriringan.

Delapan Rekomendasi Strategis untuk Lingkungan Permukiman Sehat

Sebagai tindak lanjut dari diskusi, KRB Poros Bumi Ayu bersama Yayasan Bumi Alam Hijau merumuskan delapan poin rekomendasi strategis pengelolaan dan pengawasan lingkungan permukiman di sekitar kawasan industri Kota Dumai.

1. Pengendalian pencemaran lingkungan. Mendorong pemantauan kualitas udara, air, dan tanah secara berkala, disertai tindak lanjut terhadap indikasi pencemaran dan potensi dampak kegiatan industri.

2. Pengelolaan sampah dan limbah. Memperkuat pengelolaan sampah serta limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sesuai ketentuan, sekaligus mencegah pembuangan limbah ke drainase, sungai, dan laut.

3. Penyediaan sanitasi dan air bersih. Mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak, khususnya di lingkungan permukiman sekitar kawasan industri.

4. Pengembangan ruang terbuka hijau. Mendorong penyediaan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) sesuai ketentuan tata ruang dan kebutuhan lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kawasan permukiman.

5. Pengawasan aktivitas industri. Mendorong pengawasan lingkungan secara berkala, pemantauan emisi, serta penyampaian informasi yang transparan sesuai ketentuan kepada masyarakat.

6. Penguatan tanggung jawab lingkungan perusahaan. Mendorong kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban pengelolaan dan pemulihan lingkungan, termasuk pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan atau TJSL/CSR secara terarah dan berkelanjutan.

7. Penguatan pengawasan pemerintah. Mendorong peningkatan transparansi informasi kualitas lingkungan, tindak lanjut pengaduan masyarakat, serta koordinasi antarlembaga dalam menangani dugaan pencemaran.

8. Partisipasi dan edukasi masyarakat. Memperkuat kesadaran warga mengenai kebersihan dan perlindungan lingkungan, termasuk mendorong partisipasi aktif dalam pelaporan indikasi pencemaran melalui saluran pengaduan resmi.

Delapan rekomendasi tersebut diharapkan menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat upaya pengelolaan lingkungan di Kota Dumai.

Seminar lingkungan ini menjadi langkah awal untuk mempertemukan berbagai perspektif dalam membahas persoalan lingkungan di tengah aktivitas industri. Forum tersebut juga menegaskan pentingnya keterbukaan informasi, pengawasan yang konsisten, serta tindak lanjut yang terukur terhadap berbagai persoalan lingkungan.

Melalui KRB Poros Bumi Ayu, insan pers diharapkan dapat terus menjalankan fungsi informasi, edukasi, dan kontrol sosial secara profesional, berimbang, serta berorientasi pada kepentingan publik.

Bagi penyelenggara, tujuan akhirnya bukan mempertentangkan industri dan masyarakat, melainkan membangun ekosistem pembangunan yang bertanggung jawab, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan lingkungan yang terjaga dan permukiman yang sehat.

Jurnalis: Rina/DN

(Rilis KRB Poros Bumi Ayu / Yayasan Bumi Alam Hijau)

  • Penulis: Redaksi Riau

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati SBS Ajak Pemimpin Agama Doakan PS Malaka di ETMC Ende 2025

    Bupati SBS Ajak Pemimpin Agama Doakan PS Malaka di ETMC Ende 2025

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 22
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), mengajak seluruh pemimpin agama di Kabupaten Malaka untuk mendoakan dan memberikan dukungan bagi para pemain PS Malaka yang tengah berlaga pada turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) Ende 2025. Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Lintas Keagamaan Tingkat Kabupaten Malaka di Aula Kantor […]

  • Tahun Ketiga Bali 7s 2026 Catat Rekor 8.000 Pemain Hadirkan 500 Tim dari 7 Negara Perkuat Sport Tourism Bali

    Tahun Ketiga Bali 7s 2026 Catat Rekor 8.000 Pemain Hadirkan 500 Tim dari 7 Negara Perkuat Sport Tourism Bali

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    GIANYAR, Matakompas.com – International Youth Football Tournament Bali 7s 2026 Presented By Trima+ By Trimegah Sekuritas, dan didukung penuh oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, kembali bergulir pada tahun ini di Bali United Training Center, Gianyar. Turnamen sepak bola usia dini se-Asia yang kini merambah hingga Eropa berlangsung pada hari Kamis (2/4) hingga […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Panen Kebun Pos Salang

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Panen Kebun Pos Salang

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM — Guna menjaga ketahanan pangan pos sekaligus berkontribusi terhadap kebutuhan sayur mayur di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 11 Kostrad melaksanakan kegiatan pemeliharaan tanah, perawatan tanaman, dan panen di kebun Pos Salang yang berada di Desa Salang, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini dilakukan secara mandiri oleh personel Pos Salang sebagai bagian […]

  • BWB Expo 2026: Bali Pertegas Diri sebagai Pusat Wellness Tourism Dunia

    BWB Expo 2026: Bali Pertegas Diri sebagai Pusat Wellness Tourism Dunia

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR — Bali kembali menunjukkan ambisinya menjadi pusat wellness tourism kelas dunia melalui penyelenggaraan Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2026 yang akan berlangsung pada 4–6 Juni 2026 di Bali Beach Convention Center, The Sanur, Bali. Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, BWB Expo 2026 tampil semakin besar dan berkelas internasional. Ajang ini menghadirkan lebih dari 140 […]

  • Gaspol Usut Tuntas Proyek Kondotel Cemagi, Pansus TRAP DPRD Bali Endus Bau Praktik Nominee

    Gaspol Usut Tuntas Proyek Kondotel Cemagi, Pansus TRAP DPRD Bali Endus Bau Praktik Nominee

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali memastikan akan menindaklanjuti dugaan praktik nominee dalam proyek pembangunan kondotel di kawasan Pantai Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Dugaan tersebut dinilai serius dan berpotensi melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Bali. Sekretaris Pansus TRAP DPRD Bali, I Dewa Nyoman […]

  • DJKI Dorong Sinergi ASEAN dan Penguatan Regulasi AI dalam Perlindungan Kekayaan Intelektual

    DJKI Dorong Sinergi ASEAN dan Penguatan Regulasi AI dalam Perlindungan Kekayaan Intelektual

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com — Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia, Hermansyah Siregar, menegaskan pentingnya sinergi antarnegara ASEAN dalam memperkuat perlindungan dan pengelolaan kekayaan intelektual di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan utama para pimpinan kantor kekayaan intelektual negara-negara ASEAN bersama mitra strategis dari World Intellectual Property […]

expand_less