Breaking News
light_mode
Trending Tags

17 Pemangku Gema Doa untuk Indonesia di Hari Saraswati, Rumah KaKek Kobarkan Spiritualitas dan Nasionalisme

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, MATACOMPAS.COM – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis bahan bakar minyak (BBM), ancaman pemadaman listrik, hingga persoalan korupsi, doa untuk keselamatan, persatuan, dan kesejahteraan bangsa dipanjatkan dari Rumah Kebangsaan dan Kebinekaan (Rumah KaKek), Pasraman Satyam Eva Jayate, Sabtu (31/10/2026).

Momentum sakral yang bertepatan dengan Hari Suci Saraswati ini menjadi wujud nyata perpaduan antara spiritualitas, kepedulian terhadap bangsa, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Sebanyak 17 pemangku Hindu dari berbagai daerah hadir dengan membawa genta masing-masing untuk melantunkan puja dan doa bersama. Gema suara genta yang mengiringi persembahyangan menghadirkan suasana khidmat sekaligus menjadi simbol harapan agar Indonesia senantiasa diberikan perlindungan, kekuatan, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ketua Umum Rumah KaKek, I Ketut Udi Prayudi, menegaskan bahwa doa bersama tersebut bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap kondisi bangsa.

Menurutnya, berbagai persoalan yang tengah dihadapi Indonesia membutuhkan kekuatan spiritual, semangat persatuan, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keutuhan dan keberlangsungan bangsa.

“Doa ini kita panjatkan agar negara ini bisa tetap kokoh berdiri di tengah berbagai tantangan yang kini dihadapi,” ujarnya.

Ia menambahkan, perayaan Saraswati di Rumah KaKek juga menjadi momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda Hindu. Melalui kegiatan spiritual dan kebudayaan, generasi muda diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, mencintai Tanah Air, serta berkontribusi bagi masa depan Indonesia.

Kegiatan yang melibatkan generasi muda Hindu dari berbagai daerah di Indonesia ini sekaligus menjadi ruang perjumpaan untuk mempererat persaudaraan lintas wilayah dan latar belakang.

Generasi Muda Diajak Optimistis Menatap Masa Depan Indonesia

Semangat kebangsaan turut disuarakan Ketua PD KMHDI Bali, Pitriyou. Ia mengajak generasi muda untuk terus menumbuhkan optimisme dan keyakinan terhadap masa depan bangsa.

“Indonesia adalah negara besar. Kita harus percaya bangsa ini bisa maju dan unggul,” katanya.

Menurutnya, optimisme tersebut harus diwujudkan melalui semangat persatuan, solidaritas, dan kontribusi nyata generasi muda dalam pembangunan bangsa.

Sementara itu, Sekretaris Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korda Bali, Pinandita I Nyoman Sutika, yang memimpin jalannya doa bersama, menyampaikan bahwa persembahyangan tersebut merupakan bentuk permohonan tulus ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan-Nya.

“Doa ini dihaturkan memohon ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar Indonesia yang penuh keragaman tetap bersatu dalam persaudaraan. Di samping itu, agar Indonesia dihindarkan dari berbagai bencana serta pemimpin dan rakyatnya diberikan tuntunan dan keselamatan,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa keberagaman Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus senantiasa dijaga. Persatuan dan solidaritas antarmasyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan bangsa yang aman, damai, dan sejahtera.

Kolam Kebangsaan dan Bendera Merah Putih Jadi Simbol Cinta Tanah Air

Tidak hanya diisi persembahyangan dan doa bersama yang melibatkan 17 pemangku, perayaan Hari Suci Saraswati di Rumah KaKek juga menghadirkan sejumlah tradisi sarat makna kebangsaan.

Salah satunya adalah pelemparan koin ke Kolam Kebangsaan yang menampung 45 mata air dari berbagai wilayah Nusantara. Tradisi ini menjadi simbol semangat gotong royong, persatuan dalam keberagaman, sekaligus pengingat pentingnya menjaga dan menyelamatkan mata air sebagai sumber kehidupan.

Selain itu, aksi mencium Bendera Merah Putih menjadi ekspresi penghormatan dan kecintaan terhadap Tanah Air. Tradisi tersebut mengandung pesan bahwa nasionalisme tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui sikap, tindakan, dan komitmen menjaga keutuhan bangsa.

Wayang Kebangsaan Tanamkan Nilai Kepemimpinan Asta Brata

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pementasan Wayang Kebangsaan yang mengangkat nilai-nilai kepemimpinan Asta Brata.

Pementasan dibawakan oleh dalang muda I Wayan Gede Durmandita, mahasiswa Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Pertunjukan ini menjadi media edukasi kebudayaan sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai luhur kepemimpinan kepada generasi muda.

Melalui seni pewayangan, pesan tentang tanggung jawab, kebijaksanaan, keteladanan, dan pengabdian kepada masyarakat serta bangsa disampaikan secara kreatif dan inspiratif.

Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi bagi generasi muda Hindu dari berbagai daerah untuk memperkuat jejaring persaudaraan, bertukar gagasan, serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga Indonesia di tengah keberagaman.

Saraswati Jadi Momentum Merawat Persatuan dan Kebinekaan

Melalui perayaan Hari Suci Saraswati, Rumah KaKek kembali menegaskan komitmennya dalam mempertemukan nilai-nilai spiritualitas, kebudayaan, dan nasionalisme dalam satu gerakan kebangsaan.

Doa yang dipanjatkan oleh 17 pemangku menjadi refleksi bahwa menghadapi berbagai persoalan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan upaya material, tetapi juga membutuhkan kekuatan spiritual, kesadaran kolektif, serta persatuan seluruh elemen masyarakat.

Di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan tradisi, semangat yang digaungkan dari Rumah KaKek menjadi pengingat bahwa Indonesia merupakan rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh anak bangsa.

Hari Suci Saraswati pun tidak hanya dimaknai sebagai momentum pemujaan terhadap ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat kecintaan terhadap Tanah Air, menumbuhkan optimisme, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga Indonesia agar tetap damai, bersatu, dan semakin maju. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumpek Uye 5 September 2026, Gubernur Koster Ajak Krama Bali Rawat Harmoni Alam dan Satwa

    Tumpek Uye 5 September 2026, Gubernur Koster Ajak Krama Bali Rawat Harmoni Alam dan Satwa

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk merayakan Rahina Tumpek Uye pada Sabtu, 5 September 2026, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Perayaan yang jatuh pada Saniscara Kliwon Uye tersebut ditegaskan sebagai momentum penting untuk memuliakan hewan dan satwa sekaligus memperkuat komitmen menjaga keseimbangan alam. Penegasan tersebut disampaikan Koster di […]

  • Bupati dan Wabup Shalat Ied Idul Fitri Bersama Ribuan Masyarakat Kuningan

    Bupati dan Wabup Shalat Ied Idul Fitri Bersama Ribuan Masyarakat Kuningan

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 839
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Ribuan jamaah memadati Masjid Syiarul Islam hingga ke halaman dan jalan untuk melaksanakan Salat Ied Idul Fitri 1446 H. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., datang bersama keluarga dan ayahanda, H. Sukardi (94), Senin (31/3/2025). Ada juga Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., beserta keluarga, serta jajaran Forum Koordinasi […]

  • I Wayan Bawa Kenang 30 Tahun Kudatuli: Pengorbanan Pejuang Demokrasi Harus Menjadi Inspirasi Bangsa

    I Wayan Bawa Kenang 30 Tahun Kudatuli: Pengorbanan Pejuang Demokrasi Harus Menjadi Inspirasi Bangsa

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR – Tepat 30 tahun berlalu sejak peristiwa Kelabu Dua Puluh Tujuh Juli atau Kudatuli, tragedi penyerangan terhadap Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 1996. Peristiwa yang menjadi salah satu catatan paling kelam dalam sejarah politik Indonesia itu hingga kini dikenang sebagai simbol perjuangan […]

  • Dukung UMKM Lokal, Gubernur Koster Apresiasi Gerakan Belanja Produk Bali di Pasar Rakyat TP PKK Bali

    Dukung UMKM Lokal, Gubernur Koster Apresiasi Gerakan Belanja Produk Bali di Pasar Rakyat TP PKK Bali

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri kegiatan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali bertajuk “Berbelanja & Berbagi” di Lapangan Niti Mandala Renon, Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan ekonomi kerakyatan dengan mendorong masyarakat untuk mencintai serta menggunakan produk lokal Bali. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Koster didampingi anggota DPR RI I […]

  • Parade dan Defille Warnai Puncak Peringatan Hari Bakti Taruna

    Parade dan Defille Warnai Puncak Peringatan Hari Bakti Taruna

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM  – Gubernur Akademi Militer, Mayor Jenderal TNI Arnold A.P. Ritiauw, memimpin jalannya Upacara Peringatan Hari Bakti Taruna Akademi Militer Tahun 2025 sebagai Inspektur Upacara yang berlangsung di Lapangan Pancasila Akmil, yang dilanjukan dengan Parade dan Defile. Upacara ini diikuti oleh seluruh personel Taruna dan Taruni Akademi Militer, serta siswa-siswi SMA di wilayah Magelang. Sabtu(25/1/2025). […]

  • Kakanwil Kemenkum Jabar Lantik 8 Notaris Pengganti, Tegaskan Integritas dan Kepastian Hukum

    Kakanwil Kemenkum Jabar Lantik 8 Notaris Pengganti, Tegaskan Integritas dan Kepastian Hukum

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. BANDUNG – Sebanyak delapan notaris pengganti resmi dilantik oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat, Asep Sutandar, dalam upaya memperkuat pelayanan hukum di wilayah tersebut. Acara pelantikan yang berlangsung di Bandung ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, seperti Kepala Divisi Pelayanan Hukum (Kadivyankum) Jawa Barat, Hemawati BR Pandia, dan Kepala Divisi […]

expand_less