Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Akses Pura di Kawasan BTID Jadi Pembahasan Serius di PHDI Bali, Wisnu Wardana Ingatkan Prinsip Tri Hita Karana

Akses Pura di Kawasan BTID Jadi Pembahasan Serius di PHDI Bali, Wisnu Wardana Ingatkan Prinsip Tri Hita Karana

  • account_circle admin
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matacompas.com – Dinamika terkait akses umat Hindu menuju pura-pura yang berada di kawasan PT Bali Turtle Island Development (BTID) Serangan kembali menjadi sorotan dalam Paruman yang digelar di Aula Gedung PHDI Provinsi Bali, Kamis (25/6/2026). Forum tersebut mempertemukan unsur PHDI, sulinggih, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak untuk membahas persoalan akses persembahyangan, keberadaan pura, serta pelaba pura yang berada di kawasan pengembangan pariwisata tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Tri Hita Karana, I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, menyampaikan pandangan kritis terhadap berbagai persoalan yang terjadi di kawasan BTID. Menurutnya, selama lebih dari dua dekade perkembangan kawasan tersebut, sejumlah aspek yang berkaitan dengan kearifan lokal, akses publik, dan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan dinilai belum berjalan sebagaimana mestinya.

Wisnu Wardana menegaskan bahwa persoalan akses menuju pura dan kawasan suci tidak dapat dipandang semata-mata sebagai isu teknis pembangunan, melainkan menyangkut hak-hak spiritual masyarakat Hindu Bali yang telah berlangsung turun-temurun.

Ia menilai sejumlah ketentuan yang selama ini menjadi pedoman dalam menjaga kesucian kawasan pura perlu ditegakkan secara konsisten. Salah satunya adalah ketentuan mengenai radius kesucian pura yang telah diatur dalam berbagai norma adat dan keagamaan di Bali.

“Pantai dan akses menuju kawasan suci semestinya tetap terbuka bagi umat yang akan melaksanakan persembahyangan. Jangan sampai pembangunan yang dilakukan justru menghambat akses masyarakat terhadap pura-pura yang menjadi bagian dari warisan spiritual Bali,” ujarnya.

Selain menyoroti aspek adat dan keagamaan, Wisnu Wardana juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi nasional yang mengatur penyelenggaraan kepariwisataan. Menurutnya, pembangunan pariwisata harus berjalan selaras dengan perlindungan budaya, lingkungan, dan kepentingan masyarakat lokal sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.

Ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan yang telah menjadi komitmen global. Menurutnya, konsep Tri Hita Karana yang lahir dari filosofi kehidupan masyarakat Bali sejatinya telah lama menjadi contoh praktik pembangunan yang menyeimbangkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.

Dalam paparannya, Wisnu Wardana mencontohkan bagaimana masyarakat Bali sejak berabad-abad lalu membangun sistem kehidupan yang selaras dengan kondisi alam. Ia menilai kearifan lokal yang diwariskan leluhur terbukti mampu menjaga keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

“Landasan filosofis masyarakat Bali sejak masa lampau adalah hidup harmonis dengan alam. Ketika pembangunan dilakukan dengan menghormati karakter alam dan budaya setempat, keberlanjutan akan tercipta. Sebaliknya, ketika prinsip-prinsip tersebut diabaikan, dampak lingkungan dan sosial bisa muncul di kemudian hari,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan dukungan terhadap langkah DPRD Provinsi Bali melalui Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Publik (Pansus TRAP) yang saat ini tengah melakukan berbagai upaya penataan ruang dan perlindungan aset publik di Bali.

Menurutnya, keberadaan Pansus TRAP menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan di Bali tetap berpijak pada kepentingan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan agama yang menjadi identitas Pulau Dewata.

“Kami mendukung penuh Pansus TRAP DPRD Bali dalam upaya menata ruang dan menjaga alam Bali. Ini adalah tanggung jawab bersama. Mari kita bersama-sama menjaga Bali agar tetap lestari, tetap suci, dan tetap menjadi rumah yang harmonis bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” tegasnya.

Paruman yang diselenggarakan PHDI Provinsi Bali tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi dan masukan konstruktif terkait berbagai persoalan yang berkembang di kawasan BTID Serangan, khususnya menyangkut akses umat menuju pura, perlindungan kawasan suci, serta harmonisasi pembangunan dengan nilai-nilai adat, budaya, dan agama yang hidup di Bali.

Forum ini sekaligus menjadi ruang dialog bagi berbagai pihak untuk mencari solusi yang berkeadilan, dengan tetap mengedepankan semangat menjaga kesucian pura, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan pembangunan Bali berdasarkan filosofi Tri Hita Karana dan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulan Bung Karno 2026, Made Supartha Bangun Kesadaran Hukum Kekayaan Intelektual

    Bulan Bung Karno 2026, Made Supartha Bangun Kesadaran Hukum Kekayaan Intelektual

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Dalam rangka memperingati HUT ke-53 PDI Perjuangan dan Bulan Bung Karno Tahun 2026, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menggelar kegiatan “Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual” di Gedung Ksiramawa, Art Center Denpasar, Minggu (24/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen partai dalam mendorong kesadaran hukum masyarakat terhadap pentingnya perlindungan karya, inovasi, kreativitas, serta produk […]

  • Dua Rumah Di Cirebon Ludes Dilalap Sijago Merah

    Dua Rumah Di Cirebon Ludes Dilalap Sijago Merah

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Dua rumah milik warga di lalap si jago merah, rumah tersebut milik Ibu Suyanti dan Bapak H. Radima yang beralamat di Desa Bakung Lor Blok Gempol RT 06 RW 02 , Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Rabu 16 April 2025. Menurut informasi dari Ibu Suyanti saat kejadian pihaknya sedang beraktifitas masak-memasak untuk jualan, […]

  • Dalam Satu Jam 46.675 Dokumen, Berhasil Diselesaikan Disdukcapil Kuningan

    Dalam Satu Jam 46.675 Dokumen, Berhasil Diselesaikan Disdukcapil Kuningan

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si mengunjungi layanan administrasi kependudukan “Satu Jam Saja” yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bekerjasama dengan Toserba Griya Yogya di HUT ke 19 di Car Free Day bekerjasama dengan Griya Yogya, Minggu (27/4/2025). Layanan cepat ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja […]

  • Gubernur Koster Saksikan Peluncuran Website Cakrawasi, WNA Diawasi Secara Terpusat dan Real Time oleh Polda Bali

    Gubernur Koster Saksikan Peluncuran Website Cakrawasi, WNA Diawasi Secara Terpusat dan Real Time oleh Polda Bali

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri acara Peresmian Website Cakrawasi, Command Center Cakrawasi dan Galeri Mandala Krisna Ditintelkam di Gedung Presisi Polda Bali, Denpasar, Jumat (13/3). Kapolda Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., dalam sambutannya mengatakan Bali yang seperti diketahui menjadi destinasi pariwisata dunia, dimana wisatawan yang datang tidak hanya untuk […]

  • Polresta Cirebon Ungkap 15 Kasus Narkoba Selama Februari 2025, 17 Tersangka Diamankan

    Polresta Cirebon Ungkap 15 Kasus Narkoba Selama Februari 2025, 17 Tersangka Diamankan

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 880
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Satuan Reserse Narkoba Polresta Cirebon berhasil mengungkap 15 kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang selama periode Februari hingga Maret 2025. Sebanyak 17 tersangka telah diamankan dalam operasi ini. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Sumarni, menyampaikan bahwa dari 15 kasus yang terungkap, terdapat 2 kasus peredaran narkotika golongan I jenis sabu, 12 kasus peredaran […]

  • DPC GMNI Se-Bali: Rakyat Semakin Sulit Hidup, Pemerintah Jangan Berlindung di Balik Angka-Angka Ekonomi

    DPC GMNI Se-Bali: Rakyat Semakin Sulit Hidup, Pemerintah Jangan Berlindung di Balik Angka-Angka Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    DENPASAR — Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi nasional, DPC GMNI se-Bali menggelar Konsolidasi dan Diskusi bertajuk *”Melemahnya Nilai Tukar Rupiah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Nasional”* yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 19.00–22.00 WITA di Sekretariat DPC GMNI Denpasar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh kader dari DPC GMNI Denpasar, DPC […]

expand_less