Breaking News
light_mode
Trending Tags

Akses Pura di Kawasan BTID Jadi Pembahasan Serius di PHDI Bali, Wisnu Wardana Ingatkan Prinsip Tri Hita Karana

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matacompas.com – Dinamika terkait akses umat Hindu menuju pura-pura yang berada di kawasan PT Bali Turtle Island Development (BTID) Serangan kembali menjadi sorotan dalam Paruman yang digelar di Aula Gedung PHDI Provinsi Bali, Kamis (25/6/2026). Forum tersebut mempertemukan unsur PHDI, sulinggih, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak untuk membahas persoalan akses persembahyangan, keberadaan pura, serta pelaba pura yang berada di kawasan pengembangan pariwisata tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Tri Hita Karana, I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, menyampaikan pandangan kritis terhadap berbagai persoalan yang terjadi di kawasan BTID. Menurutnya, selama lebih dari dua dekade perkembangan kawasan tersebut, sejumlah aspek yang berkaitan dengan kearifan lokal, akses publik, dan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan dinilai belum berjalan sebagaimana mestinya.

Wisnu Wardana menegaskan bahwa persoalan akses menuju pura dan kawasan suci tidak dapat dipandang semata-mata sebagai isu teknis pembangunan, melainkan menyangkut hak-hak spiritual masyarakat Hindu Bali yang telah berlangsung turun-temurun.

Ia menilai sejumlah ketentuan yang selama ini menjadi pedoman dalam menjaga kesucian kawasan pura perlu ditegakkan secara konsisten. Salah satunya adalah ketentuan mengenai radius kesucian pura yang telah diatur dalam berbagai norma adat dan keagamaan di Bali.

“Pantai dan akses menuju kawasan suci semestinya tetap terbuka bagi umat yang akan melaksanakan persembahyangan. Jangan sampai pembangunan yang dilakukan justru menghambat akses masyarakat terhadap pura-pura yang menjadi bagian dari warisan spiritual Bali,” ujarnya.

Selain menyoroti aspek adat dan keagamaan, Wisnu Wardana juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi nasional yang mengatur penyelenggaraan kepariwisataan. Menurutnya, pembangunan pariwisata harus berjalan selaras dengan perlindungan budaya, lingkungan, dan kepentingan masyarakat lokal sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.

Ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan yang telah menjadi komitmen global. Menurutnya, konsep Tri Hita Karana yang lahir dari filosofi kehidupan masyarakat Bali sejatinya telah lama menjadi contoh praktik pembangunan yang menyeimbangkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.

Dalam paparannya, Wisnu Wardana mencontohkan bagaimana masyarakat Bali sejak berabad-abad lalu membangun sistem kehidupan yang selaras dengan kondisi alam. Ia menilai kearifan lokal yang diwariskan leluhur terbukti mampu menjaga keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

“Landasan filosofis masyarakat Bali sejak masa lampau adalah hidup harmonis dengan alam. Ketika pembangunan dilakukan dengan menghormati karakter alam dan budaya setempat, keberlanjutan akan tercipta. Sebaliknya, ketika prinsip-prinsip tersebut diabaikan, dampak lingkungan dan sosial bisa muncul di kemudian hari,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan dukungan terhadap langkah DPRD Provinsi Bali melalui Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Publik (Pansus TRAP) yang saat ini tengah melakukan berbagai upaya penataan ruang dan perlindungan aset publik di Bali.

Menurutnya, keberadaan Pansus TRAP menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan di Bali tetap berpijak pada kepentingan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan agama yang menjadi identitas Pulau Dewata.

“Kami mendukung penuh Pansus TRAP DPRD Bali dalam upaya menata ruang dan menjaga alam Bali. Ini adalah tanggung jawab bersama. Mari kita bersama-sama menjaga Bali agar tetap lestari, tetap suci, dan tetap menjadi rumah yang harmonis bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” tegasnya.

Paruman yang diselenggarakan PHDI Provinsi Bali tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi dan masukan konstruktif terkait berbagai persoalan yang berkembang di kawasan BTID Serangan, khususnya menyangkut akses umat menuju pura, perlindungan kawasan suci, serta harmonisasi pembangunan dengan nilai-nilai adat, budaya, dan agama yang hidup di Bali.

Forum ini sekaligus menjadi ruang dialog bagi berbagai pihak untuk mencari solusi yang berkeadilan, dengan tetap mengedepankan semangat menjaga kesucian pura, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan pembangunan Bali berdasarkan filosofi Tri Hita Karana dan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awas, Pemilik Sugar Group Gunawan Yusuf dan Ny Lee, Ketua Mahkamah Agung Sunarto Akan Dilaporkan ke KPK Terkait Pidana Suap

    Awas, Pemilik Sugar Group Gunawan Yusuf dan Ny Lee, Ketua Mahkamah Agung Sunarto Akan Dilaporkan ke KPK Terkait Pidana Suap

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Fakta persidangan hasil pemeriksaan Zarof Ricar sebagai saksi mahkota dalam perkara suap vonis bebas Gregorius Ronald Tanur di Pengadilan Tipikor, Jakarta Rabu (7/5/2025), yang mengakui pernah menerima Rp. 50 miliar dan Rp. 20 miliar dari Sugar Group — melalui salah salah seorang pemiliknya bernama Ny. Lee — telah mengkonfirmasi barang bukti berupa uang […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gelar Spooting Calon Prajurit TNI

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Gelar Spooting Calon Prajurit TNI

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonarmed 11 Kostrad menggelar kegiatan spooting bagi calon rekrutmen TNI di Markas Komando Taktis Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, yang berlokasi di Jalan Fatahilah, Kecamatan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para calon prajurit dengan berbagai materi penting, termasuk bimbingan belajar psikologi dan mental […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Terima Penyerahan Sukarela Senjata Api Rakitan

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Terima Penyerahan Sukarela Senjata Api Rakitan

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS COM – Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Simanggaris Baru menerima penyerahan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis penabur tanpa amunisi dari seorang warga setempat. Senjata tersebut diserahkan secara sukarela oleh AB (58 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan. Penyerahan ini merupakan bentuk kepercayaan masyarakat […]

  • Fraksi PDI Perjuangan Dorong Penguatan Pariwisata Kreatif dan Perlindungan Pesisir di Paripurna DPRD Bali

    Fraksi PDI Perjuangan Dorong Penguatan Pariwisata Kreatif dan Perlindungan Pesisir di Paripurna DPRD Bali

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Faksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) DPRD Provinsi Bali menegaskan pentingnya reformasi kelembagaan, perlindungan kawasan pesisir, serta penguatan tata kelola BUMD dalam Pandangan Umum terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis. Pandangan umum tersebut disampaikan oleh I Ketut Sugiasa, S.H., M.Si., dalam Rapat Paripurna ke-15 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026, […]

  • Dr. Somvir Usulkan Universitas Udayana Abadikan Nama Prof. Gusti Ngurah Bagus, Warisan Intelektual Bali Diminta Terus Hidup

    Dr. Somvir Usulkan Universitas Udayana Abadikan Nama Prof. Gusti Ngurah Bagus, Warisan Intelektual Bali Diminta Terus Hidup

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ketua Fraksi Demokrat NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir, mendorong Universitas Udayana (Unud) memberikan penghargaan yang layak kepada almarhum Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus, tokoh yang dikenal luas sebagai salah satu peletak dasar kajian kebudayaan Bali di tingkat internasional dan dijuluki “The Father of Balinese Studies”. Dorongan tersebut disampaikan Dr. Somvir usai […]

  • Gawat, Desak Pemeriksaan Seluruh Perusahaan Sawit di Sulbar Diduga Langgar Kewajiban Plasma 20 Presen

    Gawat, Desak Pemeriksaan Seluruh Perusahaan Sawit di Sulbar Diduga Langgar Kewajiban Plasma 20 Presen

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Mamuju – Gelombang kritik terhadap perusahaan perkebunan sawit kembali mencuat di Sulawesi Barat. Seluruh perusahaan sawit yang beroperasi di provinsi ini diduga kuat telah mengabaikan kewajiban konstitusional untuk membangun kebun masyarakat (plasma) seluas minimal 20 persen dari total konsesi yang mereka kuasai. Kewajiban pembangunan kebun plasma merupakan amanat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang […]

expand_less