Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jawab Kegelisahan Publik, Dede Yusuf Siapkan Dua Opsi Terkait Pemilu

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
  • visibility 772
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jarrakpos.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, mengatakan untuk mengurangi persaingan berlebihan di internal partai terkait pemilihan umum (pemilu), pihaknya akan menyiapkan dua opsi. Pertama, opsi hibrid yang terdiri atas sistem proporsional terbuka dan tertutup.

Dede Yusuf menjelaskan, opsi hibrid ini berarti pemilih akan memilih dua hal, yakni partai sekaligus calon. Dengan begitu, partai-partai politik bisa menentukan kader-kader potensial untuk dicalonkan ke dalam kontestasi politik.

“Jadi kalau tadi dengar masukan para akademisi, para pengamat, tentu melihat ada beberapa hal yang memang harus menjadi konsep kita semua. Pertama, untuk mengurangi persaingan yang terlalu berlebih, terutama di dalam internal partai, itu bisa diberikan dua opsi,” kata Dede Yusuf usai memimpin Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR di Gedung DPR Senayan, Jakarta pada Rabu (5/3/2025).

“Jadi opsi ada yang disebut sebagai proporsional terbuka, ada yang proporsional tertutup, jadi hibrid. Kurang lebih hibrid. Hibrid ini artinya masyarakat atau pemilih memilih dua, yaitu memilih partai dan calon, sehingga dari situ partai punya opsi untuk menentukan mana kader-kader yang bisa diberikan kesempatan,” tambahnya.

Kemudian, ia juga menyinggung database pemilih di Indonesia yang masih belum sesuai. Diungkapnya bahwa angka suara yang tidak sah mencapai lebih dari 15 juta suara. Hal ini menunjukkan masih adanya ketidaktepatan dalam pengelolaan data pemilih.

“Yang kedua, masalah soal database kita yang masih berantakan karena angka suara tidak sah mencapai 15 juta lebih. Ini kan berarti sangat signifikan sekali, itu adalah sebagai bukti kekurang cermatannya para penyelenggara maupun juga database yang ada,” tuturnya.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan database pemilu tidak sesuai. Di antaranya adalah penerimaan bantuan sosial (bansos), program keluarga harapan (PKH), hingga tidak dilaporkannya penduduk yang meninggal atau wafat oleh keluarga.
“Ini banyak faktor lah, banyak faktor, salah satunya misalnya seperti kaitannya dengan menerima bansos atau PKH. Kadang-kadang ketika ada juga yang mungkin karena biasa menerima bansos atau PKH, kemudian ada yang wafat misalnya sudah meninggal tapi tidak dilaporkan, sehingga akhirnya menjadi DPR. Itu banyak juga faktor-faktor,” bebernya.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu menegaskan, untuk mengatasi hal ini, pihak penyelenggara pemilu perlu melakukan screening secara berkala.

“Berarti mesti harus ada screening setiap satu tahun atau setiap enam bulan, itu di-screening kembali oleh kawan-kawan penyelenggara tentunya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dede juga menyinggung permasalahan money politics yang masih menjadi masalah serius dalam sistem pemilu di Indonesia saat ini.

“Money politics ini bisa menjadi isu karena terlalu banyak, kalau kita berbicara pemilu ya, terlalu banyak calon yang tidak diketahui oleh masyarakat. Akhirnya berlomba-lomba menawarkan transaksional,” tuturnya.

Fenomena ini diperburuk oleh banyaknya calon yang bersaing, sehingga masyarakat cenderung memilih berdasarkan siapa yang menawarkan imbalan lebih besar. Oleh karena itu, pembahasan lebih lanjut diperlukan agar sistem pemilu lebih adil dan tidak tergesa-gesa dalam pengambilan keputusan.

“Nah ini perlu kita bahas sama-sama, kawan-kawan, membutuhkan waktu yang tidak cepat, tidak terburu-buru, sehingga kelihatannya harus benar-benar dilakukan melalui sebuah proses yang matang dan tidak tergesa-gesa,” ucapnya.

Terkait dengan pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU), Dede menjelaskan bahwa keputusan final akan didengar dalam waktu dekat.

“Mestinya tanggal… 7 ya, tapi kita baru dapat jadwal hari Senin. Jadi hari Senin kita akan mendengar dari pemerintah, dari PSU ini, kesanggupannya seperti apa.”

Namun, ada pertimbangan mengenai waktu pelaksanaan PSU yang bertepatan dengan bulan Ramadan atau menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Ya kalau keputusan MK itu final and binding, hanya yang penting adalah pengawasannya. Karena kalau menjelang, sudah kami sebutkan pada saat itu, di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, kita perlu evaluasi, perlu pemantauan ekstra, jangan sampai nanti, ya tadi, bantuan-bantuan yang berlebihan dengan tujuan untuk kampanye, itu kita pikirkan juga bersama,” papar Dede Yusuf.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengabdian di Perbatasan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Melaksanakan Karya Bhakti untuk Rakyat

    Pengabdian di Perbatasan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Melaksanakan Karya Bhakti untuk Rakyat

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Menjalin kedekatan dengan masyarakat tidak hanya melalui pengamanan wilayah, namun juga aksi nyata. Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Labang menunjukkan komitmen tersebut dengan melaksanakan kegiatan karya bhakti membersihkan Gereja St. Petrus di Desa Labang, Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Dengan penuh semangat, prajurit TNI […]

  • Gubernur Koster Paparkan Capaian Pembangunan di Berbagai Sektor, Ekonomi Bali 2025 Tumbuh 5,82 Persen

    Gubernur Koster Paparkan Capaian Pembangunan di Berbagai Sektor, Ekonomi Bali 2025 Tumbuh 5,82 Persen

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mencatat kinerja ekonomi dan pembangunan makro yang impresif sepanjang 2025. Sejumlah indikator utama menunjukkan tren positif, bahkan melampaui rata-rata nasional. Gubernur Bali, Wayan Koster memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,82 persen dalam pidato satu tahun kepemimpinan Koster-Giri di DPRD Bali, Rabu, 25 Maret 2026. “Pertumbuhan ekonomi Bali […]

  • 11 Tahun Sudut Pandang, Semangat Berbagi Terus Hadir Lewat Jumat Berkah

    11 Tahun Sudut Pandang, Semangat Berbagi Terus Hadir Lewat Jumat Berkah

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Majalah Sudut Pandang, perusahaan pers penerbit Majalah Sudut Pandang dan media siber Sudutpandang.id, menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan berbagi kebahagiaan kepada anak yatim dan dhuafa di tiga yayasan di Jakarta Utara dan Jakarta Timur, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Sudut Pandang. Tiga yayasan […]

  • Voice of Influence, Ajang Bagi Perempuan Bali untuk Berani Bersuara

    Voice of Influence, Ajang Bagi Perempuan Bali untuk Berani Bersuara

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 31
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Puteri Koster, menjelaskan bahwa peran perempuan sangat berpengaruh terhadap kemajuan Bali. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam kegiatan Voice of Influence yang dilaksanakan di Discovery Kartika Plaza Hotel Bali, Sabtu (4/4). Ia menyampaikan bahwa dirinya sangat mengapresiasi pelaksanaan Voice of Influence sebagai wadah bagi […]

  • Bupati Kembang Tutup Celah Bantuan Pusat, 367 Lansia Jembrana Dapat Jatah Beras 15 Kg per Bulan

    Bupati Kembang Tutup Celah Bantuan Pusat, 367 Lansia Jembrana Dapat Jatah Beras 15 Kg per Bulan

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana memastikan warga lanjut usia (lansia) kurang mampu dan terlantar yang belum tersentuh bantuan pemerintah pusat tetap mendapatkan perhatian. Melalui intervensi anggaran daerah, Pemkab Jembrana menyiapkan bantuan beras bagi ratusan lansia yang dinilai membutuhkan. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna […]

  • Jembrana Jadi Lokasi Demplot Nasional, Target Tingkatkan Produktivitas Padi Berkelanjutan

    Jembrana Jadi Lokasi Demplot Nasional, Target Tingkatkan Produktivitas Padi Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 44
    • 0Komentar

    JEMBRANA | Gerakan kembali ke pertanian berbasis kearifan lokal mulai menguat di Bali. Petani Subak Berawantangi, Desa Tukadaya, Melaya, Kabupaten Jembrana, resmi memulai demplot padi organik seluas 4 hektare. Program ini merupakan kolaborasi CV Dibia Kencana Dewata dan PT Talitha Group Komoditas yang diuji adalah padi varietas MR, dengan metode transisi: 50 persen pupuk non-organik […]

expand_less