Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gawat, Oknum TNI Berpangkat Pamen Diduga Intervensi Kasus di Polda Metro Jaya

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
  • visibility 199
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jarrakpos.com Jakarta – Advokat dari Tim Relawan Prabowo Mania 08, Jeffri AM Simanjuntak SH. MH., mendesak Kapolda Metro Jaya  Irjen Pol Karyoto dan jajarannya segera menindaklanjuti laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh seorang hipnoterapis bernama Sabrina Irine.

Pasalnya, sudah 4 tahun sejak laporan tersebut dibuat oleh Dosen Universitas Negeri Medan (UNIMED), bernama Diana Hasyim ke Polda Metro Jaya, tak kunjung diproses oleh Penyidik Polda Metro Jaya.

“Klien kami, Ibu Diana Hasyim telah membuat laporan itu sejak 2021 lalu. Kini sudah tahun 2025, belum ada proses di Polda Metro Jaya,” tutur Jeffri AM Simanjuntak, SH., MH., kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/7/2025).

Jeffri mengungkapkan, berdasarkan informasi dari kliennya, laporan tersebut dipendam penyidik Polda Metro Jaya dikarenakan Sabrina Irine memiliki suami anggota TNI berpangkat Pamen. Suami Sabrina Irine kini bertugas di Kemhan, berinisial ER.

“Menurut klien kami, bisa jadi karena ada dugaan cawe-cawe dari suami Si Terlapor ke penyidik di Polda Metro Jaya. Sebab, suaminya Si Terlapor seorang anggota TNI aktif, berpangkat Pamen. Konon banyak temannya,” ungkap Jeffri menirukan kliennya.

Dikarenakan laporan kliennya mentok hanya di status Penyelidikan selama 4 tahun ini, Jeffri meminta Kapolda Metro Jaya  Irjen Pol Karyoto dan jajarannya segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Jeffri mengingatkan, kinerja penyidik Polda Metro Jaya yang seperti itu adalah cerminan betapa buruknya pelayanan Korps Bhayangkara terhadap para pencari keadilan.

“Padahal, kemarin pada Peringatan Hari Bhayangkara yang dihadiri Pak Presiden Prabowo Subianto, Presiden mengapresiasi Polri. Dan Pak Prabowo menekankan bahwa Polri harus berada untuk rakyat, dan pencari keadilan. Jangan sampai apresiasi Pak Presiden Prabowo itu menjadi basi dan sirna di mata rakyat, jika kinerja penyidik Polisi masih seperti yang dialami Ibu Dosen Unimed Diana Hasyim ini,” tutur Jeffri AM Simanjuntak.

Jeffri mengungkapkan, Dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) Diana Hasyim ini sebenarnya adalah bibi atau tante dari Sabrina Irine.

Sabrina Irine membujuk tantenya Diana Hasyim ini untuk mendirikan Perusahaan atau PT yang sedang Happening, yakni mencari model bakat seperti KPOP Korea.

Sabrina Irine yang adalah seorang Hipnoterapis itu meminta duit kepada Diana Hasyim. Awalnya keuntungannya dijanjikan 7 persen dari laba yang didapatkan.

Kemudian, berubah menjadi Rp 600 juta untuk 7 persen saham di PT Born Star Indonesia, termasuk biaya kantor, lisensi atau Franchise dari Korea, dan lain-lain.

“Namun, tiba-tiba berubah pemegang saham lama ke baru di PT itu. Nama Ibu Diana tidak pernah ada sampai sekarang,” ujar Jeffri.

“Jadi Ibu Diana ini sebenarnya tantenya Sabrina. Sabrina itu ponakan klien saya,” tambahnya.

Meskipun sudah dikirimkan somasi bahkan di Laporan Polisi, Sabrina masih mengelak terus. LP dibuka di Polda Metro Jaya pada tahun 2021. Namun sampai kini tahun 2025, status laporan itu tak berubah, Penyelidikan.

“Klienku kehilangan uang 600 juta rupiah, plus mobilnya, plus tunggakan kredit. Ditotal-total nyampe 1 miliar rupiah,” ujar Jeffri.

Kronologi bermula saat korban yakni Dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) Diana Hasyim yang merupakan tante dari pelaku Sabrina Irine, diajak bergabung dalam investasi yang diklaim sebagai peluang emas — menjanjikan saham sebesar 7 persen dalam perusahaan yang disebut-sebut akan berkembang pesat.

Dengan penuh keyakinan dan dilandasi kepercayaan terhadap reputasi Sabrina Irine yang merupakan seorang hipnoterapis, dan mendirikan sekolah model alias rekrut artis, korban menyetorkan dana secara bertahap dengan harapan memperoleh keuntungan jangka panjang.

Namun, harapan itu berubah menjadi kabut kekecewaan. Tidak ada saham, tidak ada laporan keuangan, dan tidak ada pembagian hasil. Yang tersisa hanyalah janji kosong dan komunikasi yang semakin mengabur.

Merasa ditipu, Diana Hasyim melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya pada tahun 2021. Namun hingga kini, empat tahun berlalu, status perkara masih tertahan di tahap penyelidikan (lidik) tanpa kepastian hukum.

“Kami melihat adanya potensi permainan waktu dalam proses ini. Korban telah menunggu terlalu lama untuk mendapatkan keadilan. Jangan sampai hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” tegas Jeffri.

Mirisnya, kasus ini bukan hanya soal kerugian materi. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan kepercayaan, tentang bagaimana reputasi digunakan sebagai senjata untuk menjerat korban.

Terlebih, dugaan kuat menyebutkan bahwa ada korban lain dengan modus serupa, namun belum bersuara karena tekanan atau rasa malu.

Kuasa hukum dan pihak keluarga korban mendesak aparat penegak hukum untuk segera menaikkan status perkara ke tahap penyidikan, memanggil saksi-saksi, serta menetapkan tersangka jika alat bukti telah cukup.

Masyarakat luas juga diimbau untuk tidak terbuai oleh citra dan popularitas seseorang, apalagi saat menyangkut uang dalam jumlah besar.

Investasi tanpa transparansi, tanpa kontrak hukum yang kuat, dan tanpa rekam jejak perusahaan yang jelas, adalah ladang subur bagi penipuan.

Dari penelusuran wartawan, Sabrina Irine menginisiasi lahirnya Born Star Training Center Indonesia-Korea, sekolah pencetak entertainer yang merupakan bagian dari Star International Korea.

Bornstar Training Center yang berlokasi di Sedayu City, Jakarta Utara, bergerak di bidang akting, menari, modeling, makeup, dan menyanyi. Bornstar Training Center adalah sekolah informal yang mengajarkan entertainment skills.

Sedangkan suami Sabrina Irine, diketahui adalah seorang anggota TNI aktif dengan pangkat Pamen, yang kini bertugas di Kementerian Pertahanan (Kemhan) berinisial ER (Erwin Ramli-Red). ER tinggal di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Jeffri mengaku heran dengan tertahannya laporan Diana Hasyim selama 4 tahun di Polda Metro Jaya. Selain waktu yang tak masuk akal, dia menduga ada permainan antara oknum Penyidik Polda Metro Jaya dengan Si Terlapor, dalam hal ini Sabrina Irine.

“Mengingat Si Terlapor berlatar belakang Hipnoterapis, apakah ada kemungkinan semua Penyidik di Polda Metro Jaya itu kena hipnotis?” kelakar Jeffri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respon dari pihak Polda Metro Jaya, maupun Pihak Terlapor Sabrina Irine dan keluarganya.

Laporan terkait dugaan penipuan dan penggelapan Sabrine Irine ini ditangani Unit IV Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dengan Kanit AKP Reza Hafidz Dwi, S.IK., No HP: 082341454545, Panit Iptu Widodo, SH., MH., No HP: 081280761985, Penyidik Brigadir Yosua Maha Putra, dan Briptu Jafar Muhammad Sodik, No HP: 08111555984.

Dengan Terlapor Sabine Irine. No HP : 081381715124, 082199928080, dan 0817740948.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Marah Kepada Cermin: Pasar Modal, MSCI, dan Keberanian Mengoreksi Diri

    Jangan Marah Kepada Cermin: Pasar Modal, MSCI, dan Keberanian Mengoreksi Diri

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Oleh: Kolier L. Haryanto, Pendiri Peace Café Saya memiliki kursi favorit di ujung Peace Café. Dari sudut itu, saya dapat mengamati hampir semua orang. Ada yang datang tergesa-gesa, menyeruput kopi sambil mata tertuju pada berita di layar ponsel. Ada pula yang duduk santai, membiarkan kopinya agak dingin sebelum menyesapnya kembali. Kopinya sama. Cara menikmatinya berbeda. […]

  • Sekda Dewa Indra Ikuti 157 Run OJK

    Sekda Dewa Indra Ikuti 157 Run OJK

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matacompas.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi industri jasa keuangan sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat mengikuti kegiatan 157 Run Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bersama Industri Jasa Keuangan (IJK), dengan […]

  • Koster Tegas Panggil BTID, Mangrove Bali Tak Bisa Ditawar

    Koster Tegas Panggil BTID, Mangrove Bali Tak Bisa Ditawar

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR — Polemik dugaan kerusakan mangrove di kawasan Serangan, yang berkaitan dengan proyek pengembangan KEK Kura-Kura Bali, kian memanas. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan sikap tegas dengan memastikan akan memanggil PT Bali Turtle Island Development (BTID) untuk dimintai klarifikasi. Langkah ini diambil menyusul mencuatnya dugaan pembabatan mangrove serta kewajiban penggantian lahan yang dinilai belum sepenuhnya […]

  • Akses Keadilan Merata hingga ke Desa: Kakanwil Kemenkum Bali Matangkan Persiapan Peresmian 100% Posbankum Bersama Gubernur Bali

    Akses Keadilan Merata hingga ke Desa: Kakanwil Kemenkum Bali Matangkan Persiapan Peresmian 100% Posbankum Bersama Gubernur Bali

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com  – Dalam rangka mematangkan koordinasi dan persiapan Peresmian Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di seluruh Provinsi Bali, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kakanwil Kemenkum) Bali, Eem Nurmanah, beserta jajaran melaksanakan audiensi strategis dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster, bertempat di Rumah Dinas Jabatan Gubernur Bali pada Rabu (3/12). Kakanwil Kemenkum Bali, Eem Nurmanah, didampingi […]

  • Jaga Kekhusyukan Idul Fitri dan Nyepi, Satgas Preventif Polresta Denpasar Sasar Kerumunan Anak Muda

    Jaga Kekhusyukan Idul Fitri dan Nyepi, Satgas Preventif Polresta Denpasar Sasar Kerumunan Anak Muda

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang jatuh berdekatan di tahun 2026, Polresta Denpasar semakin mengintensifkan pengamanan. Melalui Operasi Ketupat Agung 2026, Satgas 2 Preventif melakukan patroli dialogis guna memastikan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Denpasar tetap kondusif. Pada Selasa (17/3/2026) siang, […]

  • Jelang Lebaran Warga Mendapat Bantuan Beras dari Walikota Magelang

    Jelang Lebaran Warga Mendapat Bantuan Beras dari Walikota Magelang

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 730
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono secara simbolis menyerahkan bantuan berupa beras dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada warga Kota Magelang yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan pada bulan Ramadan, Jumat (14/3/2025), di Aula Kecamatan Magelang Selatan. Damar menuturkan, menjelang hari raya, kebutuhan rumah tangga meningkat. Harga bahan pokok cenderung naik, sementara tidak […]

expand_less