Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gawat, Oknum TNI Berpangkat Pamen Diduga Intervensi Kasus di Polda Metro Jaya

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jarrakpos.com Jakarta – Advokat dari Tim Relawan Prabowo Mania 08, Jeffri AM Simanjuntak SH. MH., mendesak Kapolda Metro Jaya  Irjen Pol Karyoto dan jajarannya segera menindaklanjuti laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh seorang hipnoterapis bernama Sabrina Irine.

Pasalnya, sudah 4 tahun sejak laporan tersebut dibuat oleh Dosen Universitas Negeri Medan (UNIMED), bernama Diana Hasyim ke Polda Metro Jaya, tak kunjung diproses oleh Penyidik Polda Metro Jaya.

“Klien kami, Ibu Diana Hasyim telah membuat laporan itu sejak 2021 lalu. Kini sudah tahun 2025, belum ada proses di Polda Metro Jaya,” tutur Jeffri AM Simanjuntak, SH., MH., kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/7/2025).

Jeffri mengungkapkan, berdasarkan informasi dari kliennya, laporan tersebut dipendam penyidik Polda Metro Jaya dikarenakan Sabrina Irine memiliki suami anggota TNI berpangkat Pamen. Suami Sabrina Irine kini bertugas di Kemhan, berinisial ER.

“Menurut klien kami, bisa jadi karena ada dugaan cawe-cawe dari suami Si Terlapor ke penyidik di Polda Metro Jaya. Sebab, suaminya Si Terlapor seorang anggota TNI aktif, berpangkat Pamen. Konon banyak temannya,” ungkap Jeffri menirukan kliennya.

Dikarenakan laporan kliennya mentok hanya di status Penyelidikan selama 4 tahun ini, Jeffri meminta Kapolda Metro Jaya  Irjen Pol Karyoto dan jajarannya segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Jeffri mengingatkan, kinerja penyidik Polda Metro Jaya yang seperti itu adalah cerminan betapa buruknya pelayanan Korps Bhayangkara terhadap para pencari keadilan.

“Padahal, kemarin pada Peringatan Hari Bhayangkara yang dihadiri Pak Presiden Prabowo Subianto, Presiden mengapresiasi Polri. Dan Pak Prabowo menekankan bahwa Polri harus berada untuk rakyat, dan pencari keadilan. Jangan sampai apresiasi Pak Presiden Prabowo itu menjadi basi dan sirna di mata rakyat, jika kinerja penyidik Polisi masih seperti yang dialami Ibu Dosen Unimed Diana Hasyim ini,” tutur Jeffri AM Simanjuntak.

Jeffri mengungkapkan, Dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) Diana Hasyim ini sebenarnya adalah bibi atau tante dari Sabrina Irine.

Sabrina Irine membujuk tantenya Diana Hasyim ini untuk mendirikan Perusahaan atau PT yang sedang Happening, yakni mencari model bakat seperti KPOP Korea.

Sabrina Irine yang adalah seorang Hipnoterapis itu meminta duit kepada Diana Hasyim. Awalnya keuntungannya dijanjikan 7 persen dari laba yang didapatkan.

Kemudian, berubah menjadi Rp 600 juta untuk 7 persen saham di PT Born Star Indonesia, termasuk biaya kantor, lisensi atau Franchise dari Korea, dan lain-lain.

“Namun, tiba-tiba berubah pemegang saham lama ke baru di PT itu. Nama Ibu Diana tidak pernah ada sampai sekarang,” ujar Jeffri.

“Jadi Ibu Diana ini sebenarnya tantenya Sabrina. Sabrina itu ponakan klien saya,” tambahnya.

Meskipun sudah dikirimkan somasi bahkan di Laporan Polisi, Sabrina masih mengelak terus. LP dibuka di Polda Metro Jaya pada tahun 2021. Namun sampai kini tahun 2025, status laporan itu tak berubah, Penyelidikan.

“Klienku kehilangan uang 600 juta rupiah, plus mobilnya, plus tunggakan kredit. Ditotal-total nyampe 1 miliar rupiah,” ujar Jeffri.

Kronologi bermula saat korban yakni Dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) Diana Hasyim yang merupakan tante dari pelaku Sabrina Irine, diajak bergabung dalam investasi yang diklaim sebagai peluang emas — menjanjikan saham sebesar 7 persen dalam perusahaan yang disebut-sebut akan berkembang pesat.

Dengan penuh keyakinan dan dilandasi kepercayaan terhadap reputasi Sabrina Irine yang merupakan seorang hipnoterapis, dan mendirikan sekolah model alias rekrut artis, korban menyetorkan dana secara bertahap dengan harapan memperoleh keuntungan jangka panjang.

Namun, harapan itu berubah menjadi kabut kekecewaan. Tidak ada saham, tidak ada laporan keuangan, dan tidak ada pembagian hasil. Yang tersisa hanyalah janji kosong dan komunikasi yang semakin mengabur.

Merasa ditipu, Diana Hasyim melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya pada tahun 2021. Namun hingga kini, empat tahun berlalu, status perkara masih tertahan di tahap penyelidikan (lidik) tanpa kepastian hukum.

“Kami melihat adanya potensi permainan waktu dalam proses ini. Korban telah menunggu terlalu lama untuk mendapatkan keadilan. Jangan sampai hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” tegas Jeffri.

Mirisnya, kasus ini bukan hanya soal kerugian materi. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan kepercayaan, tentang bagaimana reputasi digunakan sebagai senjata untuk menjerat korban.

Terlebih, dugaan kuat menyebutkan bahwa ada korban lain dengan modus serupa, namun belum bersuara karena tekanan atau rasa malu.

Kuasa hukum dan pihak keluarga korban mendesak aparat penegak hukum untuk segera menaikkan status perkara ke tahap penyidikan, memanggil saksi-saksi, serta menetapkan tersangka jika alat bukti telah cukup.

Masyarakat luas juga diimbau untuk tidak terbuai oleh citra dan popularitas seseorang, apalagi saat menyangkut uang dalam jumlah besar.

Investasi tanpa transparansi, tanpa kontrak hukum yang kuat, dan tanpa rekam jejak perusahaan yang jelas, adalah ladang subur bagi penipuan.

Dari penelusuran wartawan, Sabrina Irine menginisiasi lahirnya Born Star Training Center Indonesia-Korea, sekolah pencetak entertainer yang merupakan bagian dari Star International Korea.

Bornstar Training Center yang berlokasi di Sedayu City, Jakarta Utara, bergerak di bidang akting, menari, modeling, makeup, dan menyanyi. Bornstar Training Center adalah sekolah informal yang mengajarkan entertainment skills.

Sedangkan suami Sabrina Irine, diketahui adalah seorang anggota TNI aktif dengan pangkat Pamen, yang kini bertugas di Kementerian Pertahanan (Kemhan) berinisial ER (Erwin Ramli-Red). ER tinggal di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Jeffri mengaku heran dengan tertahannya laporan Diana Hasyim selama 4 tahun di Polda Metro Jaya. Selain waktu yang tak masuk akal, dia menduga ada permainan antara oknum Penyidik Polda Metro Jaya dengan Si Terlapor, dalam hal ini Sabrina Irine.

“Mengingat Si Terlapor berlatar belakang Hipnoterapis, apakah ada kemungkinan semua Penyidik di Polda Metro Jaya itu kena hipnotis?” kelakar Jeffri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respon dari pihak Polda Metro Jaya, maupun Pihak Terlapor Sabrina Irine dan keluarganya.

Laporan terkait dugaan penipuan dan penggelapan Sabrine Irine ini ditangani Unit IV Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dengan Kanit AKP Reza Hafidz Dwi, S.IK., No HP: 082341454545, Panit Iptu Widodo, SH., MH., No HP: 081280761985, Penyidik Brigadir Yosua Maha Putra, dan Briptu Jafar Muhammad Sodik, No HP: 08111555984.

Dengan Terlapor Sabine Irine. No HP : 081381715124, 082199928080, dan 0817740948.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Laksanakan Giat Wawasan Kebangsaan di SDN 09 Harapan

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Laksanakan Giat Wawasan Kebangsaan di SDN 09 Harapan

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonarmed 11 Kostrad Pos Tembalang menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan bagi siswa dan siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Harapan, di Desa Harapan, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa patriotisme dan nasionalisme pelajar yang berada […]

  • Bahas Anggaran APBN 2025 Menteri Perhub dan Mitra Komisi V DPR RI

    Bahas Anggaran APBN 2025 Menteri Perhub dan Mitra Komisi V DPR RI

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama sejumlah menteri dan kepala badan mitra kerja Komisi V DPR RI hadir dalam rapat kerja Kamis, 13 Februari 2025 di Gedung DPR Senayan. Agenda rapat ini sungguh penting: Pembahasan dan Persetujuan Rekonstruksi Anggaran dalam APBN 2025. Sebuah langkah untuk memastikan pemerataan layanan transportasi di seluruh Indonesia. Selain Menhub, […]

  • Modus Love Scamming Berbasis AI Terbongkar, Imigrasi Amankan Puluhan WNA di Gading Serpong

    Modus Love Scamming Berbasis AI Terbongkar, Imigrasi Amankan Puluhan WNA di Gading Serpong

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    TANGERANG, Matakompas.com | Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil membongkar sindikat kejahatan siber internasional bermodus love scamming yang beroperasi di wilayah Tangerang, Banten. Dalam operasi pengawasan dan penindakan keimigrasian, petugas mengamankan 27 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam jaringan pemerasan daring lintas negara. Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) setelah […]

  • Made Supartha: Dukungan Gubernur, DPRD, dan Masyarakat Perkuat Pengawasan Tata Ruang dan Perizinan

    Made Supartha: Dukungan Gubernur, DPRD, dan Masyarakat Perkuat Pengawasan Tata Ruang dan Perizinan

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 8
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Perizinan, dan Aset (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali, I Made Supartha, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kinerja Pansus TRAP selama hampir tiga bulan terakhir. Hal tersebut disampaikan nya saat ditemui redaksi pada Senin (29/12), usai menjalankan […]

  • Emanuel Luan: “Mahasiswa Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Ditunggangi Kepentingan Politik”

    Emanuel Luan: “Mahasiswa Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Ditunggangi Kepentingan Politik”

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 11
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Suara kritis datang dari tokoh muda Malaka, Emanuel Luan, yang menyoroti sikap sebagian mahasiswa asal Malaka di Jakarta. Ia menilai aksi damai yang dilakukan oleh sejumlah anggota Ikatan Mahasiswa Malaka (IMMALA) Jakarta di Kantor DPP Partai Golkar baru-baru ini menyimpan tanda tanya besar. Menurut Emanuel, aksi tersebut tampak tidak murni sebagai gerakan moral […]

  • Immanuel Simatupang Pimpin Percasi Medan 2025-2029

    Immanuel Simatupang Pimpin Percasi Medan 2025-2029

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Medan – Immanuel Marudut Simatupang secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Kota Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengkot Percasi) kota Medan periode 2025–2029 dalam Muskot , Sabtu (22/2/2025). Proses pemilihan berlangsung lancar diikuti jajaran pengurus lama serta perwakilan klub. Dalam Muskot tersebut, Immanuel menjadi satu-satunya calon yang mendaftar. Immanuel usai terpilih mengucapkan terimakasih atas dukungan […]

expand_less