Perseftim Manggarai Timur Tundukkan Persab Belu 2-0: Pertarungan Panas yang Menyisakan Harapan
- account_circle Redaksi Matakompas
- calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NTT, Matakompas.com- Suasana panas membungkus laga putaran kedua penyisihan Grup D Piala Gubernur Liga 4 ETMC XXXIV Ende 2025 pada Kamis, 20 November 2025.
Persab Belu dan Perseftim Manggarai Timur saling berhadapan dalam duel yang penuh tensi, energi, dan emosi. Dua gol Perseftim di babak kedua menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan yang berlangsung ketat ini.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Perseftim tampil agresif dan menekan tanpa henti. Meski begitu, hingga babak pertama selesai, kedua tim masih bermain sama kuat.
Pertahanan Persab Belu bekerja keras menahan gelombang serangan, sementara Perseftim beberapa kali mengancam lewat percobaan jarak jauh.
Kebuntuan pecah pada menit ke-62. Sebuah tendangan keras dari pemain Perseftim tak mampu diamankan dengan sempurna oleh penjaga gawang Persab Belu.
Bola meluncur masuk, mengubah papan skor menjadi 1-0. Enam menit berselang, tekanan bertubi-tubi kembali berbuah hasil.
Umpan manis dari lini tengah Perseftim diselesaikan dengan tenang, sekaligus menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Di sisa waktu pertandingan, Persab Belu tampil ngotot untuk mengejar ketertinggalan. Determinasi mereka terlihat jelas, terutama di menit-menit akhir.
Namun, ketangguhan pertahanan Perseftim membuat setiap peluang emas kandas sebelum benar-benar membahayakan.
Persab Belu pun harus mengakui keunggulan Perseftim Manggarai Timur dengan skor akhir 2-0 dalam laga pamungkas penyisihan Grup D.
Meski gagal menembus dua besar, asa mereka belum sepenuhnya padam. Persab Belu masih memiliki peluang untuk lolos ke babak 16 besar melalui jalur peringkat terbaik antargrup, sebuah harapan yang tetap menyala di tengah langkah yang terjal.
Pertandingan ini bukan sekadar soal skor, tetapi tentang semangat tak menyerah, kerja keras, dan keyakinan bahwa asa selalu punya tempat untuk hidup.*** Eky Luan
- Penulis: Redaksi Matakompas


Saat ini belum ada komentar