Jelang Tahun Baru 2026, Arus Penumpang Bandara Ngurah Rai Melonjak Signifikan
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BADUNG, Matakompas.com – Lonjakan arus penumpang menjelang pergantian Tahun Baru 2026 kembali menegaskan peran strategis Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai simpul utama mobilitas nasional dan internasional.
Selama periode 24-31 Desember 2025, bandara tersibuk di Bali ini melayani 581.709 penumpang, mencerminkan tingginya minat masyarakat dan wisatawan untuk menghabiskan libur akhir tahun di Pulau Dewata.
Data menunjukkan arus kedatangan masih mendominasi lalu lintas penumpang. Sebanyak 320.246 penumpang tercatat tiba di Bali pada periode tersebut, terdiri dari 185.478 penumpang internasional dan 134.768 penumpang domestik.
Sementara itu, 261.463 penumpang tercatat berangkat meninggalkan Bali, dengan komposisi 150.299 penumpang internasional dan 111.164 penumpang domestik.
Puncak kepadatan terjadi pada 28 Desember 2025, dengan total 83.318 penumpang yang dilayani dalam satu hari. Jumlah ini melonjak sekitar 26 persen dibandingkan rata-rata harian sepanjang 2025 yang berada di angka 66.222 penumpang.
Kondisi tersebut menandai tingginya intensitas pergerakan selama masa Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Dari sisi operasional penerbangan, selama 24-31 Desember 2025 tercatat 3.515 pergerakan pesawat, dengan rata-rata 439 pergerakan per hari. Angka ini lebih padat 12,6 persen dibandingkan rata-rata harian Januari-November 2025.
Dari sisi pergerakan pesawat, selama periode 24–31 Desember 2025 tercatat 3.515 pergerakan, terdiri atas 1.760 kedatangan dan 1.755 keberangkatan pesawat, atau rata-rata 439 pergerakan per hari. Angka ini 12,6 persen lebih padat dibandingkan rata-rata harian Januari-November 2025 yang berada di kisaran 390 pergerakan per hari.
Secara kumulatif, selama 17 hari operasional Posko Angkutan Nataru sejak 15 hingga 31 Desember 2025, Bandara I Gusti Ngurah Rai telah melayani 1.185.717 penumpang dengan rata-rata hampir 70 ribu penumpang per hari, serta mencatat 7.327 pergerakan pesawat.
Sentuhan Budaya Sambut Tahun Baru 2026
Tak hanya fokus pada kelancaran operasional, pengelola bandara juga menghadirkan pengalaman perjalanan bernuansa budaya lokal.
Momen pergantian tahun ditandai dengan penyambutan penumpang terakhir 2025 dan penumpang pertama 2026 melalui pemberian souvenir dan kalung bunga oleh CEO Regional II Angkasa Pura Indonesia Wahyudi bersama General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati, yang dirangkai dengan penampilan tarian khas Bali.
Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menegaskan bahwa tingginya trafik penumpang kembali memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan.
“Bali tetap menjadi magnet utama pariwisata Indonesia, khususnya pada momen libur akhir tahun. Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai gerbang utama Pulau Dewata berkomitmen penuh menghadirkan layanan kebandarudaraan yang tidak hanya aman dan andal, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang bermakna, berkesan, dan memorable bagi setiap penumpang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan pelayanan humanis dan integrasi budaya lokal menjadi bagian dari strategi peningkatan customer experience.
“Kami ingin bandara menjadi bagian dari cerita perjalanan penumpang, bukan sekadar titik keberangkatan dan kedatangan. Sambutan budaya, pelayanan prima, dan suasana yang nyaman menjadi elemen penting dalam menciptakan kesan positif sejak penumpang tiba hingga meninggalkan Bali,” paparnya.
Dengan dukungan infrastruktur, kesiapan personel, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan, Bandara I Gusti Ngurah Rai optimistis mampu mengelola lonjakan trafik akhir tahun secara optimal sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata nasional yang berkelanjutan. (red).
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar