Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kejati Bali Bongkar Dugaan Akal-akalan Ruislag BTID, Pipil Warga Dipakai Tukar Guling Lahan Negara?

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KARANGASEM – Dugaan praktik akal-akalan dalam proses tukar guling (ruislag) lahan mangrove yang dikaitkan dengan proyek PT Bali Turtle Island Development (BTID) mulai terkuak. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali kini mendalami dugaan penggunaan pipil masyarakat untuk menguasai lahan yang disinyalir merupakan tanah negara atau kawasan hutan.

Pengusutan itu mengemuka saat Kejati Bali bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN), Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur, serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali melakukan pengecekan lapangan dan pengukuran lahan di Karangasem.

Pada hari kedua joint survey, tim bergerak ke sejumlah titik di Desa Dukuh, Desa Tulamben tepatnya Dusun Batudawa, hingga Desa Baru Ringgit dengan total luas lahan sekitar 18,1 hektare.

Kepala Seksi Pengendalian Operasi Tindak Pidana Khusus Kejati Bali, Anak Agung Ngurah Jayalantara, mengungkapkan informasi awal yang diperoleh di lapangan menyebut lahan-lahan tersebut sebelumnya merupakan pipil masyarakat.

“Informasi dari lapangan memang lahan pipil masyarakat sebelumnya,” ujar Jayalantara, Kamis (7/5).

Bahkan, menurutnya hampir seluruh bidang tanah yang kini masuk objek penelusuran disebut berasal dari status pipil.

“Semuanya infonya pipil,” katanya.

Namun di balik klaim tersebut, muncul dugaan lebih serius. Kejati Bali kini menelusuri kemungkinan adanya penguasaan lahan secara di bawah tangan sebelum dijadikan objek tukar guling dalam skema ruislag BTID.

Kecurigaan itu semakin menguat setelah lokasi yang diperiksa sehari sebelumnya di kawasan Banjar Dinas Badeg Dukuh, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, diduga berada dalam kawasan hutan negara yang selama ini dikelola KPH Bali Timur.

Artinya, muncul pertanyaan besar: bagaimana lahan yang diduga kawasan hutan bisa berubah menjadi objek tukar guling?

Saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan adanya transaksi tidak resmi atau penguasaan lahan secara ilegal, Jayalantara menyebut hal itu masih didalami penyidik.

“Nah itu yang lagi kita cari juga,” ungkapnya.

Sebelumnya, Rabu (6/5), Kejati Bali juga telah melakukan pengecekan terhadap sekitar 22 hektare lahan di Desa Sebudi yang kini menjadi salah satu titik krusial dalam penyidikan.

Jayalantara menegaskan perkara tersebut sudah masuk tahap penyidikan umum sejak awal 2025 dan menjadi bagian dari pengusutan besar terkait sertifikat Ruang Terbuka Hijau (RTH) PT BTID.

“Penyidikan umum ya, itu sejak awal tahun 2025. Itu bagian dari sertifikat RTH PT BTID,” tegasnya.

Menurutnya, penyidikan tidak hanya menyasar satu atau dua bidang tanah, tetapi seluruh rangkaian proses tukar guling yang diduga telah berlangsung sejak tahun 1995.

“Supaya kerja kita sekaligus, bukan hanya masalah 16 sertifikat saja. Jadi semuanya kita dalami,” katanya.

Saat ini, Kejati Bali masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, hingga memverifikasi asal-usul dan status lahan yang masuk dalam skema ruislag tersebut.

“Tujuan kami mencari data objektif dan valid supaya tidak salah dalam membuat analisa yuridis terkait luasan lahan yang ada,” jelas Jayalantara.

Ia juga mengungkapkan bahwa peta areal lahan (PAL) dari BPKH telah dikoordinatkan oleh BPN berdasarkan Surat Keputusan Menteri. Meski demikian, status awal lahan masih terus diverifikasi untuk memastikan apakah benar berasal dari pipil masyarakat, Sertifikat Hak Milik (SHM), atau justru tanah negara.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik Bali karena berpotensi membuka tabir lama dugaan praktik tukar guling lahan mangrove yang sarat persoalan, termasuk kemungkinan penguasaan aset negara secara tidak sah dalam proyek yang dikaitkan dengan BTID.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tuntutan 3 Tahun untuk RU Picu Kekecewaan Kuasa Hukum, Tim Pembela Siapkan Pledoi dan Minta Perkara Dipisahkan

    Tuntutan 3 Tahun untuk RU Picu Kekecewaan Kuasa Hukum, Tim Pembela Siapkan Pledoi dan Minta Perkara Dipisahkan

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    DENPASAR, MATACOMPAS.COM — Tim penasihat hukum terdakwa RU menyatakan keberatan dan kecewa atas tuntutan pidana selama tiga tahun yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (29/10/2026). Tim pembela menilai tuntutan tersebut belum mencerminkan perbedaan peran dan fakta penguasaan barang bukti antara klien mereka dan terdakwa lainnya. Dalam persidangan dengan […]

  • Ketua Panpel PSMS Setuju Honor Panitia Direvitalisasi 50 Persen

    Ketua Panpel PSMS Setuju Honor Panitia Direvitalisasi 50 Persen

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 902
    • 0Komentar

    MEDAN – Polemik honor panitia pertandingan PSMS Medan hanya dibayar 50 persen, ternyata merupakan hasil kesepakatan. Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana Ir Irsan Lubis telah setuju bahwa honor panitia direvitalisasi sebesar 50 persen. Hal itu terungkap dari surat yang ditandatangani Ketua Panitia Irsan Lubis tertanggil 3 Maret 2025. Dalam surat itu, ada lima poin hasil kesepakatan […]

  • IPW Minta Panglima Menertibkan  Aparat TNI Yang “Intervensi” Terhadap Kewenangan Penegakan Hukum

    IPW Minta Panglima Menertibkan Aparat TNI Yang “Intervensi” Terhadap Kewenangan Penegakan Hukum

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    *Mengingat TNI Bukan Subjek Hukum Praperadilan Jika Terjadi Salah Tangkap Jakarta, (JarrakPos) – Indonesia Police Watch (IPW) meminta perhatian Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto untuk menertibkan aparaturnya yang melakukan intervensi dalam kewenangan yang bukan tupoksi TNI yaitu penegakan hukum di Kabupaten Solok dan Medan. Pasalnya, munculnya TNI dalam proses penertiban hukum ini akan mengganggu […]

  • Tujuh Warga Diamankan dalam Patroli Skala Besar TNI-Polri di Belawan, Subdenpom I/5-1 Tunjukkan Peran Vital

    Tujuh Warga Diamankan dalam Patroli Skala Besar TNI-Polri di Belawan, Subdenpom I/5-1 Tunjukkan Peran Vital

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    MEDAN – Aksi patroli skala besar yang melibatkan kekuatan gabungan TNI-Polri di wilayah Belawan, Jumat (11/4/2025), berakhir dengan penangkapan tujuh orang sipil oleh pihak Polres Pelabuhan Belawan. Kegiatan yang digelar sejak pagi ini menjadi bukti sinergitas aparat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, terutama di wilayah yang dikenal rawan akan aktivitas ilegal. Personel Subdenpom I/5-1 […]

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • DPC GMNI Se-Bali: Rakyat Semakin Sulit Hidup, Pemerintah Jangan Berlindung di Balik Angka-Angka Ekonomi

    DPC GMNI Se-Bali: Rakyat Semakin Sulit Hidup, Pemerintah Jangan Berlindung di Balik Angka-Angka Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR — Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi nasional, DPC GMNI se-Bali menggelar Konsolidasi dan Diskusi bertajuk *”Melemahnya Nilai Tukar Rupiah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Nasional”* yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 19.00–22.00 WITA di Sekretariat DPC GMNI Denpasar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh kader dari DPC GMNI Denpasar, DPC […]

expand_less