Breaking News
light_mode
Trending Tags

ARUN Bali Desak APH Usut Zona Kuning Misterius di Tengah Sawah, Sinyal Dugaan Kolusi Tata Ruang

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Bali – Aliansi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut kemunculan zona kuning yang dinilai janggal di tengah kawasan persawahan produktif. Keberadaan zona tersebut diduga kuat tidak selaras dengan kondisi faktual di lapangan dan memunculkan pertanyaan serius terkait proses penetapan tata ruang yang berpotensi mengarah pada praktik kolusi dalam perizinan dan alih fungsi lahan.

Ketua ARUN Bali menilai fenomena munculnya zona kuning di tengah hamparan sawah bukan sekadar persoalan administratif, melainkan dapat menjadi indikasi adanya perubahan peruntukan ruang yang dilakukan tanpa dasar yang transparan dan akuntabel. Jika benar terjadi manipulasi tata ruang, maka dampaknya tidak hanya merugikan petani, tetapi juga mengancam keberlanjutan lingkungan serta ketahanan pangan Bali.

Menurut ARUN, kawasan persawahan yang selama ini berfungsi sebagai lahan pertanian produktif semestinya mendapat perlindungan ketat dari ancaman alih fungsi lahan. Namun munculnya zona kuning di lokasi yang dikelilingi area pertanian memunculkan dugaan adanya kepentingan tertentu yang berupaya membuka ruang legalisasi pembangunan di kawasan yang seharusnya dilindungi.

ARUN menegaskan bahwa tata ruang merupakan instrumen penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, setiap perubahan zonasi wajib dilakukan secara terbuka, melibatkan masyarakat, dan memiliki dasar kajian yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika ditemukan adanya penyimpangan prosedur atau penyalahgunaan kewenangan, pihak yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Organisasi tersebut juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait membuka seluruh dokumen perencanaan, peta zonasi, serta proses penerbitan rekomendasi yang menjadi dasar munculnya zona kuning tersebut. Transparansi dinilai penting untuk menghilangkan spekulasi publik sekaligus memastikan tidak ada praktik persekongkolan antara pemilik modal, oknum pejabat, maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Desakan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai persoalan tata ruang di Bali. Sejumlah kalangan sebelumnya telah mengingatkan bahwa tekanan investasi dan masifnya alih fungsi lahan berpotensi mengancam keberadaan lahan pertanian produktif yang menjadi salah satu penyangga utama kehidupan masyarakat Bali. Data dan berbagai kajian menunjukkan bahwa alih fungsi lahan pertanian di Bali terus berlangsung dari tahun ke tahun dan membutuhkan pengawasan yang lebih ketat.

ARUN Bali menilai aparat penegak hukum perlu turun langsung melakukan investigasi menyeluruh terhadap asal-usul penetapan zona tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran administrasi, penyalahgunaan kewenangan, hingga potensi tindak pidana korupsi apabila ditemukan unsur keuntungan yang diperoleh pihak tertentu dari perubahan tata ruang tersebut.

Selain meminta penegakan hukum, ARUN juga mendorong pemerintah untuk memperkuat perlindungan lahan pertanian berkelanjutan serta memastikan kebijakan tata ruang tidak menjadi alat untuk melegitimasi kepentingan investasi yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Menurut ARUN, masa depan Bali tidak boleh ditentukan oleh kepentingan jangka pendek. Tata ruang harus menjadi instrumen perlindungan ruang hidup masyarakat, bukan justru membuka celah bagi praktik-praktik yang merugikan publik. Karena itu, pengungkapan dugaan kejanggalan zona kuning di tengah sawah dinilai menjadi momentum penting untuk membuktikan komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menjaga integritas tata kelola ruang di Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Kompensasi Gubernur untuk Para Sopir di Sunat Oknum Dishub, Begini Akhirnya

    Dampak Kompensasi Gubernur untuk Para Sopir di Sunat Oknum Dishub, Begini Akhirnya

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

    BOGOR,JARRAKPOS.COM – Rudy Susmanto menyampaikan perkembangan kasus kepala desa (kades) yang meminta THR ke perusahaan, serta polemik kompensasi sopir angkot yang disunat. Sebanyak sembilan orang telah diperiksa dalam dua kasus tersebut. “Terkait pungutan atau permintaan tunjangan hari raya dari beberapa oknum kades yang mungkin ramai, juga dari potongan bantuan insentif dari Pemprov Jabar bagi sopir-sopir […]

  • Kecelakaan Tunggal sebuah Truk Pengangkut BBM

    Kecelakaan Tunggal sebuah Truk Pengangkut BBM

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.340
    • 0Komentar

    CIANJUR,JARRAKPOS.COM – Sebuah truk pengangkut BBM terguling di jalur lintas Pantai Selatan (Pansela), Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dini hari tadi. Kecelakaan tunggal ini terjadi di Kampung Palhiji, Desa Jatisari, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur. Kronologis Kecelakaan: – Truk melaju dari arah Bandung menuju Cianjur. Kamis(27/3/2025). – Truk terguling di sisi jalan dan menghantam teras sebuah bengkel (opik […]

  • Tak Sekadar Tulis Berita, IWO Bali Malah  Bergerak Selamatkan Mangrove, Komitmen Jaga Ekosistem Pesisir

    Tak Sekadar Tulis Berita, IWO Bali Malah Bergerak Selamatkan Mangrove, Komitmen Jaga Ekosistem Pesisir

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 3
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matacompas.com – Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali menunjukkan aksi nyata peduli lingkungan melalui penanaman mangrove jenis Avicennia marina di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (23/10/2026). Aksi peduli lingkungan IWO Bali menjadi wujud nyata komitmen insan pers tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga terlibat langsung dalam menjaga ekosistem […]

  • Salurkan Bantuan Rp1,26 Miliar Korban Banjir di Banjar, Gubernur Koster: Belum Final dan Pendataan Masih Berlanjut

    Salurkan Bantuan Rp1,26 Miliar Korban Banjir di Banjar, Gubernur Koster: Belum Final dan Pendataan Masih Berlanjut

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BULELENG, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster memastikan penanganan dampak banjir bandang di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, masih terus dilakukan setelah ia turun langsung ke lokasi, Minggu, 15 Maret 2026. Meski bantuan dari APBD Provinsi Bali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah disalurkan sebesar Rp1,263 miliar, namun pendataan korban terdampak masih berlanjut. Gubernur Bali […]

  • Bank NTT Tanda Tangan Kerja Sama Pengelolaan Kas Negara: Wakili Perbankan Wilayah Indonesia Timur

    Bank NTT Tanda Tangan Kerja Sama Pengelolaan Kas Negara: Wakili Perbankan Wilayah Indonesia Timur

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) mewakili perbankan di wilayah Indonesia Timur dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengelolaan Kas Negara. Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan kas negara tersebut antara Kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) Pusat dan Perbankan/Lembaga Keuangan Nonbank/Lembaga Persepsi Lainnya di Gedung A.A. Maramis di Jakarta. Dalam acara […]

  • Kejagung Didesak Usut Dugaan Korupsi Kredit Macet Rp28,8 Triliun di Bank Mandiri

    Kejagung Didesak Usut Dugaan Korupsi Kredit Macet Rp28,8 Triliun di Bank Mandiri

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Jakarta Jarrakpos.com – Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera membuka penyelidikan atas dugaan korupsi dalam kasus kredit macet di Bank Mandiri. Nilai kredit bermasalah yang disebut sangat fantastis dan berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi keuangan negara. Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menyampaikan bahwa kasus ini tidak bisa dianggap enteng. […]

expand_less