PHDI Pusat Dorong Dialog Terbuka Soal BTID Serangan, Perlindungan Pura dan Umat Jadi Perhatian
- account_circle admin
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog dan semangat kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang di Bali, khususnya terkait akses umat Hindu menuju pura-pura yang berada di kawasan PT Bali Turtle Island Development (BTID) Serangan.
Hal tersebut disampaikan Wisnu Bawa Tenaya usai menghadiri forum yang diselenggarakan PHDI Provinsi Bali di Aula Gedung PHDI Bali, Kamis (25/6/2026). Pertemuan tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Hindu, perwakilan pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, akademisi, hingga tokoh masyarakat.
Menurut Wisnu Bawa Tenaya, forum tersebut menjadi ruang bersama untuk menghimpun berbagai aspirasi, masukan, dan pandangan terkait sejumlah persoalan yang muncul di tengah masyarakat Bali. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah akses umat Hindu untuk melaksanakan persembahyangan ke pura-pura yang berada di kawasan BTID Serangan.
“Hari ini kita berkumpul bersama seluruh elemen. Semua diberikan kesempatan menyampaikan masukan agar berbagai persoalan yang timbul di Bali dapat diselesaikan dengan baik melalui musyawarah dan kebersamaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wisnu Bawa Tenaya mengingatkan pentingnya kembali meneladani ajaran dan nilai-nilai luhur warisan leluhur Bali yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul hendaknya diselesaikan dengan semangat menyama braya, menjaga persatuan, serta mengedepankan kepentingan bersama.
Ia mengajak seluruh pihak untuk kembali mengingat akar budaya, sejarah, serta warisan spiritual yang menjadi identitas masyarakat Bali. Semangat menjaga pura, pelaba pura, lingkungan, dan keharmonisan sosial harus tetap menjadi landasan dalam setiap proses pembangunan.
“Kita ingin Bali tetap hidup, tetap lestari, dan tetap harmonis. Karena itu mari kita renungkan kembali ajaran-ajaran leluhur yang selama ini menjaga Bali tetap kokoh. Semua pihak harus duduk bersama mencari jalan keluar terbaik,” tegasnya.
Wisnu Bawa Tenaya juga menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap keberadaan Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Publik (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali yang saat ini tengah melakukan berbagai upaya penataan ruang dan perlindungan aset publik di Bali.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Pansus TRAP merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian lingkungan, perlindungan kawasan suci, serta kepentingan masyarakat Bali secara luas.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung keberadaan Pansus TRAP untuk menjaga Bali. Kehadiran pansus ini menjadi bagian dari upaya bersama memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat, budaya, adat, dan lingkungan Bali,” katanya.
Lebih lanjut, Wisnu Bawa Tenaya mengungkapkan bahwa berbagai masukan yang telah disampaikan dalam forum tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut bersama pemerintah daerah dan DPRD Bali. Ia berharap ke depan dapat dibentuk kelompok kecil yang terdiri dari tokoh-tokoh terkait guna merumuskan solusi yang lebih konkret dan komprehensif.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar berbagai persoalan yang berkembang tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan secara bijaksana melalui dialog yang konstruktif.
“Nanti bersama DPRD dan Pemerintah Provinsi Bali akan ditindaklanjuti. Masukan-masukan yang sudah disampaikan hari ini sangat berharga. Bisa saja dibentuk tim kecil atau kelompok kerja yang melibatkan para tokoh untuk mencari solusi terbaik sehingga persoalan yang ada tidak berkembang semakin panjang,” ujarnya.
Forum yang digelar PHDI Bali tersebut diharapkan menjadi titik awal lahirnya kesepahaman bersama dalam menyelesaikan berbagai isu yang berkembang, termasuk terkait akses umat menuju pura di kawasan BTID Serangan. Selain itu, forum tersebut juga menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh komponen masyarakat dalam menjaga kesucian kawasan pura, melestarikan budaya Bali, serta mengawal pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal dan filosofi Hindu Bali.
Menutup pernyataannya, Wisnu Bawa Tenaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan mengedepankan dialog dalam menghadapi setiap persoalan yang muncul demi masa depan Bali yang harmonis dan berkelanjutan.
“Yang terpenting adalah kebersamaan. Mari kita duduk bersama, bermusyawarah, dan mencari solusi terbaik demi Bali yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar