Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Pansus TRAP Sambut Baik MSP Intaran, Dinilai Perkuat Perlindungan Pesisir dan Laut Bali

Pansus TRAP Sambut Baik MSP Intaran, Dinilai Perkuat Perlindungan Pesisir dan Laut Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Bali – Ketua Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Publik (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali, I Made Supartha, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Marine Spatial Planning (MSP) Berbasis Masyarakat Desa Adat Intaran yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai model pengelolaan ruang laut yang berpihak kepada masyarakat adat, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan budaya Bali.

Pernyataan tersebut disampaikan Supartha saat menghadiri kegiatan Inisiasi Pengembangan Model Marine Spatial Planning (MSP) Berbasis Masyarakat Desa Adat Intaran yang berlangsung di BRON The Resto, Renon, Denpasar, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, akademisi Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana, Bendesa Adat Intaran, serta pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan pesisir.

DPRD Provinsi Bali hadir melalui jajaran Pansus TRAP yang dipimpin Ketua Pansus I Made Supartha, didampingi Sekretaris Pansus Dewa Nyoman Rai, Wakil Sekretaris Dr. Somvir, serta anggota Pansus Anak Agung Gede Agung Suyoga.

Dalam forum tersebut, Supartha memberikan apresiasi terhadap konsep yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Penataan Ruang Laut. Menurutnya, model pengelolaan ruang laut berbasis masyarakat merupakan langkah strategis dalam mengembalikan peran masyarakat adat sebagai penjaga utama wilayah pesisir dan laut.

“Konsep ini sangat baik karena memberikan ruang kepada masyarakat adat untuk mengelola, menjaga, dan memanfaatkan wilayah laut secara berkelanjutan. Desa Adat Intaran bisa menjadi pelopor pengelolaan ruang laut berbasis masyarakat di Bali,” ujarnya.

Menurut Supartha, keberadaan ruang laut di Bali tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi sosial, budaya, dan spiritual yang sangat kuat. Laut menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali karena digunakan dalam berbagai ritual keagamaan dan adat, seperti Melasti, Melukat, hingga berbagai upacara penyucian lainnya.

“Bagi masyarakat Bali, laut adalah kawasan suci. Ruang laut bukan sekadar sumber ekonomi, tetapi juga ruang kehidupan yang berkaitan dengan adat, budaya, dan agama. Karena itu perlindungannya harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Supartha menilai konsep MSP Berbasis Masyarakat Desa Adat Intaran sejalan dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2026 yang menegaskan pentingnya perlindungan kawasan pesisir dan laut untuk kepentingan masyarakat luas serta keberlanjutan lingkungan hidup.

Menurutnya, semangat yang dibangun dalam model tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Bali melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia.

“Konsep ini sejalan dengan Perda Bali Nomor 3 Tahun 2026 dan juga sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menempatkan pelindungan alam, laut, dan lingkungan sebagai bagian penting pembangunan Bali ke depan,” katanya.

Lebih lanjut, Supartha menjelaskan bahwa pengelolaan ruang laut berbasis masyarakat juga merupakan implementasi nyata dari filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parahyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan).

Dalam konteks ruang laut, nilai Parahyangan tercermin melalui pemanfaatan laut sebagai ruang pelaksanaan ritual dan upacara keagamaan. Nilai Pawongan diwujudkan melalui keterlibatan masyarakat adat dalam pengelolaan ruang laut untuk kesejahteraan bersama. Sedangkan nilai Palemahan diwujudkan melalui perlindungan ekosistem pesisir dan laut agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

“Model ini sangat sesuai dengan filosofi Tri Hita Karana. Laut dijaga untuk kepentingan adat dan agama, dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, sekaligus dilestarikan sebagai bagian dari alam yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.

Supartha juga menyoroti fakta bahwa selama ini banyak kawasan pesisir dan ruang laut yang pemanfaatannya lebih dominan dikuasai oleh pemodal besar. Karena itu, ia berharap model MSP berbasis masyarakat dapat menjadi instrumen untuk memperkuat posisi masyarakat adat dalam pengelolaan wilayah pesisir.

“Jangan sampai seluruh ruang pesisir hanya dikuasai investasi besar. Masyarakat adat harus tetap memiliki ruang untuk menjaga, memanfaatkan, dan melestarikan wilayah lautnya,” tegasnya.

Ia berharap model yang dikembangkan di Desa Adat Intaran dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir lainnya di Bali. Bahkan, menurutnya, setiap kabupaten dan kota di Bali idealnya memiliki kawasan pengelolaan ruang laut berbasis masyarakat adat sebagai bentuk perlindungan terhadap kawasan pesisir dan laut.

Sebagai Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Supartha menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai kebijakan yang berpihak pada perlindungan ruang laut, pemberdayaan masyarakat adat, serta pelestarian lingkungan hidup.

“Kalau konsep ini berhasil, maka akan menjadi contoh bagaimana pembangunan ekonomi bisa berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan, penguatan adat dan budaya, serta perlindungan ruang laut Bali. Inilah semangat yang ingin kita bangun untuk masa depan Bali,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru Perlu Ruang untuk Pulih, SOUL Action Gelar Refleksi Kehidupan di Santo Yusup Bandung

    Guru Perlu Ruang untuk Pulih, SOUL Action Gelar Refleksi Kehidupan di Santo Yusup Bandung

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Bandung – Di tengah padatnya tanggung jawab mendidik generasi penerus bangsa, para guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Santo Yusup Bandung diajak berhenti sejenak untuk menengok kembali perjalanan hidup mereka. Melalui kegiatan bertajuk SOUL Action “Buka Lembaran Baru”, Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Action menghadirkan ruang refleksi dan meditasi yang sarat makna bagi […]

  • Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon Gagalkan Tawuran di Kecamatan Palimanan

    Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon Gagalkan Tawuran di Kecamatan Palimanan

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon berhasil menggagalkan aksi tawuran di Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Senin (10/2/2025) dinihari kira-kira pukul 04.30 WIB. Petugas juga mengamankan 1 orang yang diduga hendak tawuran, dan kedapatan membawa senjata tajam. “Kita juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 2 senjata tajam (sajam) pencabut nyawa […]

  • SBS Sambangi PS Malaka di Ende: Suntik Semangat dan Pesan Bermain dengan Hati untuk Malaka

    SBS Sambangi PS Malaka di Ende: Suntik Semangat dan Pesan Bermain dengan Hati untuk Malaka

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 4
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Suasana sore di halaman Hotel Satarmese, Ende, terasa berbeda. Di tengah riuh langkah latihan fisik para pemain PS Malaka, hadir sosok yang dinanti, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS). Dengan senyum khasnya, ia menyapa satu per satu pemain, pelatih, dan pengurus tim yang tengah mempersiapkan diri menghadapi ETMC Ende 2025. Kunjungan SBS bukan […]

  • Dispora Ucapkan Selamat Kepada Irwan Alwi Jabat Ketum PP PBFI

    Dispora Ucapkan Selamat Kepada Irwan Alwi Jabat Ketum PP PBFI

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 61
    • 0Komentar
  • Pansus TRAP DPRD Bali Panggil Manajemen Hotel Mulia Diduga Langgar Ketinggian Bangunan dan Sempadan Pantai

    Pansus TRAP DPRD Bali Panggil Manajemen Hotel Mulia Diduga Langgar Ketinggian Bangunan dan Sempadan Pantai

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali menegaskan komitmennya mengawal pembangunan agar tetap sejalan dengan regulasi tata ruang, perlindungan lingkungan, ruang publik, serta nilai-nilai budaya Bali. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Pansus TRAP DPRD Bali untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran tata ruang […]

  • Dua Rumah Di Cirebon Ludes Dilalap Sijago Merah

    Dua Rumah Di Cirebon Ludes Dilalap Sijago Merah

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Dua rumah milik warga di lalap si jago merah, rumah tersebut milik Ibu Suyanti dan Bapak H. Radima yang beralamat di Desa Bakung Lor Blok Gempol RT 06 RW 02 , Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Rabu 16 April 2025. Menurut informasi dari Ibu Suyanti saat kejadian pihaknya sedang beraktifitas masak-memasak untuk jualan, […]

expand_less